Turntable di Stasiun Padalarang (PDL)

Turntable di Stasiun Padalarang (PDL). Satu lagi misteri stasiun terbesar di Kabupaten Bandung Barat yang jarang diketahui orang. Bukti bahwa dulu stasiun ini punya fasilitas lengkap. Jejaknya tertutup rumput liar dan beton.

Rupanya banyak sekali hal-hal misterius dan tersembunyi di Stasiun Padalarang (PDL). Udah mah di sekitarnya banyak ditemui rel mati. Mulai dari rel mati arah timur yang sejajar jalur utama. Bekas sepur badug, jembatan yang diduga bekas jembatan KA, sampai cabang ke Pabrik Kertas.

Selengkapnya bisa dibaca lagi “Rel Mati di Stasiun Padalarang (PDL)

Terus stasiun ini awalnya merupakan halte dengan nama Tjipadalarang. Terus diupgrade jadi stasiun mulai 1890. Bangunan stasiun sekarang adalah upgrade tersebut dan beroperasi di tahun 1902. Hal tersebut untuk mendukung pertemuan dua jalur dari Batavia.

Upgrade Halte Tjipadalarang ke Stasiun Padalarang (PDL) di era Kolonial bersamaan dengan dimulainya pembangunan jalur Karawang-Padalarang. Stasiun diresmikan bersama dengan awal pembangunan Terowongan Sasaksaat.

Halte Tjipadalarang itupun menyimpan misteri. Terutama bekas bangunannya. Perhatian tertuju ke bangunan terbengkalai dekat JPO. Pasalnya bangunan itu sempat jadi tempat bongkar muat. Tapi apakah itu bekas halte? Lagi-lagi misteri.

Lebih detailnya di “Halte Stasiun Padalarang (Tjipadalarang) atau Stasiun Barang?

Turntable di Stasiun Padalarang (PDL) di antara tumpukan beton
Turntable di Stasiun Padalarang (PDL) di antara tumpukan beton.

Turntable di Stasiun Padalarang Di antara Timbunan Beton

Nah sekarang kita akan bahas dan cari tau keberadaan Turntable di Stasiun Padalarang. Pastinya kita tau zaman dulu alat ini terbilang penting. Untuk memutar arah lokomotif uap. Hingga kini juga masih terus dipakai terutama untuk merubah posisi dari Long Hood ke Short Hood.

Stasiun-stasiun besar yang ada Dipo-nya biasanya dilengkapi fasilitas ini. Sebut aja Stasiun Bandung (BD). Di sebelah barat ada Dipo Induk Bandung buat lokomotif. Disini ada turntable.

Turntable juga ada di Stasiun Cicalengka (CCL). Keberadaannya sempat terlupakan. Namun ternyata alat itupun masih aktif hingga kini. Karena pernah dipakai memutar lori. Padalah Cicalengka bukanlah stasiun besar dan lebih banyak melayani lokalan.

Bagaimana dengan Stasiun Padalarang (PDL)? Stasiun ini sejatinya merupakan stasiun besar kelas satu. Meski sekarang cuma punya 4 jalur aktif buat layanan penumpang. Di masa lalu punya fasilitas lengkap seperti buat bongkar muat. Belum lagi percabangan ke pabrik kertas.

Ternyata stasiun ini pun pernah punya Turntable. Hanya saja keberadaan alat pemutar tersebut sulit ditemukan. Karena posisinya ada di tumpukan beton dekat jalur 5 yang dipakai buat menyimpan gerbong Ballast dan MTT.

Jejak Stasiun Barang dan Bengkel

Nggak banyak yang tahu juga, tumpukan beton disitu dahulu pernah ramai aktivitas kereta api. Disinyalir kawasan itu dulunya khusus buat stasiun barang dan diduga ada semacam Sub Dipo atau bengkel. Mengingat turntable cenderung tak bisa lepas dari dua hal itu.

Turntable di Stasiun Padalarang dan Bekas Bangunan Stasiun Barang atau Bengkel (Sub Dipo)
Turntable di Stasiun Padalarang dan Bekas Bangunan Stasiun Barang atau Bengkel (Sub Dipo)

Bekas-bekas rel di sekitarnya sekarang udah hilang. Bangunan yang dulu pernah jadi bagian Stasiun Padalarang pun udah dibongkar. Karena nantinya bakal dilintasi Kereta Cepat Jakarta Bandung. Paling yang tersisa cuma bekas gerbong barang yang ditanahkan.

Selain turntable di Stasiun Padalarang ada juga Gerbong barang yang ditanahkan
Selain turntable di Stasiun Padalarang ada juga Gerbong barang yang ditanahkan

Terus dimanakah bekas turntable itu berada? Untuk menemukannya, mau nggak mau kita harus nangkring di sekitaran tumpukan beton. Bahkan di atas beton-beton tersebut. Nanti juga ketemu kok. Karena ada di sela-sela tumpukan itu.


Pernah Ramai Aktivitas Kereta
Perhatikan gambar di atas dan area sebelah kiri Stasiun Padalarang (PDL). Ini adalah foto tahun 1970-an. Ketika semua jalur masih aktif dan digunakan. Bangunannya juga masih aktif, bisa jadi termasuk turntable-nya. Diduga kalo bukan stasiun barang layaknya Jakarta Gudang (JAKK-G) di Daop 1, area itu adalah bengkel atau sub dipo. Intinya tumpukan beton dan lapang luas disitu dulu pernah ramai aktivitas kereta. [Sumber foto: Semboyan35.Com]


Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.