Posted on Leave a comment

Trip Report Kereta Api Lodaya 80, Kereta Api Bandung Tasik Rp 70 Ribu

Antara kepengen banyakin ngetrip naik kereta api bisnis (K2) yang populasinya kian menurun dan nyoba tarif parsial. Trip Report Kereta Api Lodaya 80 (Lodaya Pagi), Kereta Api Bandung Tasik Rp 70.000,00. 

Berangkat dari rasa penasaran sama tarif khusus kereta api komersial di koridor Bandung-Banjar, waktu itu masih harus go show di stasiun minimal 2 jam sebelum berangkat. Biasanya sih harga tiket kereta api komersial di jalur itu hampir sama kaya ke Jawa Tengah atau Jogja. Kereta Api Lodaya sendiri hitungannya tetap sama kaya ke Jogja/Solo. Eksekutif Rp 230.000 – 320.000,00 dan Bisnis Rp 145.000,00 – Rp 215.000,00.

Tarif khusus (parsial) tujuannya buat maksimalkan kapasitas kereta yang kadang nggak full, terutama di waktu off season. Di Kereta Api Lodaya, tarif parsial kelas bisnis Rp 70.000,00 dan eksekutif Rp 80.000,00.

Kereta Api Lodaya 80 (Lodaya Pagi).

Trip naik Kereta Api Bandung-Tasik di tanggal 27 Maret 2018 ini naik Kereta Api Lodaya 80 (Lodaya Pagi). Berangkat dari Stasiun Bandung jam 07.20 WIB. Rute asli Kereta Api Lodaya Bandung-Solo Balapan, tapi juga melayani rute Bandung ke Priangan Timur. Termasuk ke Tasikmalaya dan Banjar.

Perjalanan dimulai dari Stasiun Bandung (BD), Kereta Api Lodaya sempat berhenti beberapa menit di Stasiun Kiaracondong (KAC) buat nambah penumpang. Selepas stasiun Kiaracondong mulailah kita disuguhi berbagai pemandangan indah. Mulai dari Gunung Manglayang di kejauan beserta view hamparan sawah. Kereta terus melaju sampe melewati Stasiun Cicalengka (CCL).

Disini laju kereta mulai agak sedikit berkurang karena rel nya nanjak. Suguhan pemandangan sawah dan kebun mendominasi petak Cicalengka-Nagrek. Kereta pun melintas langsung Stasiun Nagreg (NG) yang jadi stasiun aktif tertinggi di Indonesia saat ini.

Abis itu kita mulai dibawa seolah melangkah di atas awan. Mulai dari Jembatan Citiis dengan jurang dan jalan raya lingkar Nagreg di bawahnya. Kemudian bergerak menuju Stasiun Lebakjero (LBJ). Kali ini kereta menuruni Bukit Mandalawangi sampe ke kawasan Kadungora, Kabupaten Garut.

Nggak kerasa Kereta Api Lodaya tiba di Stasiun Cibatu (CB). Disini kereta melintas langsung karena nggak ada jadwal pemberhentian. Sedikit info, Stasiun Cibatu (CB) ialah stasiun terbesar di Kabupaten Garut. Stasiun ini masih punya fasilitas Dipo Lokomotif meski kini statusnya turun jadi sub-dipo. Dulu pernah ada percabangan ke Garut Kota hingga Cikajang yang dinon aktifkan sekitar tahun 1984.

Jangan salah lho, meski sekarang cuma melayani lokalan dan sebagian kecil kereta api ekonomi, Stasiun Cibatu (CB) pernah disinggahi tokoh-tokoh dunia lho, salah satunya seniman Charlie Chaplin. Karena dulu Garut dikenal dengan sebutan Swiss Van Java, jadi favorit liburan orang eropa, baik di tanah jajahan maupun yang datang langsung dari Eropa.

Selepas Stasiun Cibatu (CB), Kereta Api Lodaya melewati Stasiun Warungbandrek, Stasiun Bumiwaluya dan akhirnya berhenti di Stasiun Cipeundeuy (CPD). Nah, di petak Bumiwaluya-Cipeundeuy ini ada satu jembatan namanya Jembatan Ciherang. Kereta melintas pelan begitu lewat jembatan ini.

Stasiun Cipeundeuy sebetulnya bukanlah stasiun besar, bahkan boleh dibilang masih kalah besar dibanding Stasiun Cibatu. Tapi stasiun ini punya nilai penting. Semua kereta api wajib berhenti di sini buat pemeriksaan rem. Karena abis ini jalur yang dilewatin sangat ekstrem. Makanya sekarang Stasiun Cipeundeuy, disamping buat periksa rem, juga melayani penumpang hingga jadi gerbang masuk Garut via jalur kereta api.

Pemeriksaan rem selesai, tambahan penumpang udah naik, Kereta Api Lodaya bergegas meninggalkan Stasiun Cipeundeuy, selanjutnya melintas di jalur ekstrem sampe Stasiun Cirahayu dan Ciawi yang udah masuk Kabupaten Tasikmalaya. Satu spot terkenal disini ialah Jembatan Trowek, jembatan kecil tapi nggak bisa diremehin.

Disini pernah terjadi PLH Trowek tahun 1995, gabungan kereta api kahuripan dan Kereta Api Galuh terkapar di sini akibat rem blong. Nggak cuma itu, menurut catatan sejarah, di Jembatan Trowek tahun 1961 juga pernah terjadi PLH. Inilah alasan kenapa semua kereta wajib berhenti di Stasiun Cipeundeuy buat pemeriksaan rem.

Menuruni lembah Trowek, Kereta Api Lodaya masuk Stasiun Cirahayu, lanjut Stasiun Ciawi. Dari Ciawi jalur udah mulai mendatar. Pemandangan sawah, ladang, dan rumah penduduk mendominasi sampe kereta tiba di Stasiun Tasikmalaya (TSM) yang jadi akhir dari Trip Report Kereta Api Lodaya 80 kali ini.

Kereta Api Bandung Tasik, Cuma Rp 70.000,00

Dengan demikian, Kereta Api Lodaya bisa kamu jadiin alternatif Kereta Api Bandung Tasik, selain kereta api ekonomi tentunya. Harga tiket kelas bisnis Rp 70.000,00 yang bisa kamu booking 2 jam sebelum berangkat lumayan bersaing. Saran admin sih kalo cuma Kereta Api Bandung Tasik doang sih coba aja ini, tarif parsial Kereta Api Lodaya kelas bisnis yang cuma Rp 70.000,00. Lebih cepat nyampe dan nggak terlalu banyak berhenti.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.