Advertisements
Home > Blog > Trip Report Naik Kereta Api > Trip Report KA Jayabaya, KA Jakarta Cepu

Trip Report KA Jayabaya, KA Jakarta Cepu

Trip Report KA Jayabaya, KA Jakarta Cepu. 29 April 2018, untuk pertama kali mencoba rangkaian kereta ekonomi 2014. Pelopornya livery selendang pecut. Berangkat Pasar Senen jam 13.00 WIB tiba di Cepu (CU) jam 21.50 WIB.

Dreams come true, impian mencoba kereta ekonomi 2014 yang jadi nyata. Maklum nggak ada di Daop 2 Bandung. Kalo mau nyoba mesti ke Jakarta atau Purwokerto dulu. Alhamdulillah kesempatan itu datang di 29 April 2018. Langsung coba pelopornya selendang pecut, KA Jayabaya.

Sedikit info, KA Jayabaya sebenarnya bukan barang baru bahkan termasuk kereta legendaris. Dulu ada dua: Jayabaya Utara dan Jayabaya Selatan. Sempat vakum sebelum akhirnya balik lagi di tahun 2014 dalam wujud Kereta Api Jayabaya kelas ekonomi plus.

Rute KA Jayabaya reborn Pasar Senen (PSE) – Malang (ML) via Surabaya Pasar Turi (SBI). Biasanya kereta jurusan Malang itu lewat jalur selatan. Kalopun ke Pantura, nyampe di Semarang belok ke arah Madiun lewat Kedungjati-Solo Jebres alias jalur tertua di Indonesia peninggalan NIS.

Tapi ini benar-benar lain. Rangkaian kereta jurusan Malang tapi rutenya full Pantura. Cuma perjalanan kali ini nggak sampe ke Malang, melainkan cuma ke Cepu di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Batas paling timur Daop 4 Semarang.

Trip Report KA Jayabaya, KA Jakarta Cepu

Trip Report KA Jayabaya, Berangkat Pasar Senen (PSE) 13.00 WIB Tiba Cepu (CU) 21.50 WIB.

KA Jayabaya jurusan Malang memulai perjalaannya dari Stasiun Pasar Senen (PSE) Jakarta Pusat. Berangkat dari jalur 1 tepat jam 13.00 WIB. Rute yang dilewati sebelum masuk Cikampek (CKP) Nggak jauh beda sama kereta jurusan Bandung.

Nah karena jalannya dari Senen, berarti kereta jurusan Bandung-nya jelas KA Serayu. Melewati jalur Yellow Line sampe Stasiun Jatinegara (JNG). Kemudian di jalur Blue Line hingga Stasiun Cikarang (CKR). Waktu itu Stasiun Buaran (BUA) lama masih beroperasi.

Rupanya KA Jayabaya berhenti di Stasiun Karawang (KRW). Ini nggak disangka-sangka lho. Karena selama yang kita tau, stasiun itu cuma melayani kereta lokal jurusan Cikampek dan Purwakarta. Namun ternyata sang legenda memang ada jadwal reguler di situ.

KA Jayabaya berhenti di Stasiun Karawang (KRW).
KA Jayabaya berhenti di Stasiun Karawang (KRW).
KA Jayabaya berhenti di Stasiun Cikampek (CKP). Batas paling timur Daop 1 Jakarta.
KA Jayabaya berhenti di Stasiun Cikampek (CKP). Batas paling timur Daop 1 Jakarta.

Kereta baru berhenti lagi di Stasiun Cikampek (CKP). Nah di sini juga berhentinya reguler. Tapi emang wajar sih, secara ada 2 kereta dari Bandung juga berhenti reguler di sini. KA Ciremai Ekspres dan KA Harina. Naik turun penumpang dan putar lokomotif.

KA Jayabaya melanjutkan perjalanannya ke arah timur menuju Kabupaten Subang yang masuk wilayah Daop 3 Cirebon. Nggak ada pemberhentian di sini. Kereta baru berhenti lagi di Stasiun Jatibarang (JTB) Kabupaten Indramayu, sebelum tiba di Stasiun Cirebon Prujakan (CNP).

Lama juga sih berhenti di Stasiun Cirebon Prujakan (CNP). Di sini aktivitas naik turun penumpang seperti biasa. Karena lama itu nggak jarang ada penumpang yang turun buat sekedar jajan di Alfamart atau foto-foto. Stasiun ini jadi pemberhentian terakhir di Daop 3 Cirebon.


Trip Report KA Jayabaya, tanpa terasa masuk Stasiun Cirebon Prujakan (CNP)
Trip Report KA Jayabaya, tanpa terasa masuk Stasiun Cirebon Prujakan (CNP)

Tanpa terasa hari sudah beranjak sore. Kereta pun tiba di Stasiun Tegal (TG). Inilah permulaan Daop 4 Semarang sekaligus jalurnya KA Kaligung. Berturut-turut KA Jayabaya berhenti di Stasiun Pemalang (PML), Pekalongan (PK) dan Weleri (WLR).


Stasiun Tegal (TG), mulai masuk Daop 4 Semarang
Stasiun Tegal (TG), mulai masuk Daop 4 Semarang
Senja di Stasiun Pemalang (PML)
Senja di Stasiun Pemalang (PML)
Trip Report KA Jayabaya masuk fase malam hari ketika masuk Stasiun Pekalongan (PK)
Trip Report KA Jayabaya masuk fase malam hari ketika masuk Stasiun Pekalongan (PK)
Stasiun Weleri (WLR) Kabupaten Kendal. Sebelum masuk stasiun ini harusnya bisa menikmati spot Plabuan atau tepi pantai. Sayang hari sudah gelap. Jadi aja terlewatkan.
Stasiun Weleri (WLR) Kabupaten Kendal. Sebelum masuk stasiun ini harusnya bisa menikmati spot Plabuan atau tepi pantai. Sayang hari sudah gelap. Jadi aja terlewatkan.

Jam 19.27 WIB KA Jayabaya tiba di Stasiun Semarang Poncol (SMC). Inilah stasiun yang khusus melayani perjalanan KA Lokal dan KA Ekonomi Jarak Jauh di Daop 4 Semarang. Kecuali KA Brantas dan Matarmaja dari Semarang Tawang (SMT). Berhenti sekitar 15 menit.


Stasiun Semarang Tawang (SMT). Trip Report KA Jayabaya ke Cepu tinggal menyisakan 2 jam 23 menit lagi sebelum sampai tujuan akhir.
Stasiun Semarang Tawang (SMT). Trip Report KA Jayabaya ke Cepu tinggal menyisakan 2 jam 23 menit lagi sebelum sampai tujuan akhir.
Stasiun Randublatung (RBG) Kabupaten Blora. Tinggal satu stasiun lagi sebelum nyampe Cepu.
Stasiun Randublatung (RBG) Kabupaten Blora. Tinggal satu stasiun lagi sebelum nyampe Cepu.

Masih tersisa sekitar 2 jam 23 menit lagi sebelum sampe di tujuan akhir. KA Jayabaya melintas langsung Stasiun Semarang Tawang (SMT). Baru berhenti lagi di Stasiun Ngrombo (NBO) dan Stasiun Randublatung (RBG).

Akhirnya tepat jam 21.50 WIB, KA Jayabaya tiba di Stasiun Cepu (CU). Disambut iringan musik instrumental Suwe Ora Jamu. Trip Report KA Jayabaya kali ini berakhir di stasiun paling timur Daop 4 Semarang. Keretanya sendiri masih lanjut ke Stasiun Malang (ML).


Akhirnya nyampe juga di Stasiun Cepu (CU). Disambut iringan instrumen Suwe Ora Jamu. Trip Report KA Jayabaya 29 April 2018 berakhir di sini.
Akhirnya nyampe juga di Stasiun Cepu (CU). Disambut iringan instrumen Suwe Ora Jamu. Trip Report KA Jayabaya 29 April 2018 berakhir di sini.

Tumpukan Kereta Afkir, Gunung Ciremai Tertutup Awan, hingga Gunung Slamet di Kejauhan.

Kayanya nggak asyik ya kalo trip report tapi nggak ada momen sepanjang perjalanan. Sekecil apapun itu momen tetaplah momen. Nah Trip Report KA Jayabaya tanggal 29 April 2018 dari Pasar Senen (PSE) ke Cepu (CU) ada sejumlah momen. Meskipun itu biasa-biasa aja.

Momen pertama ketika kereta melewati Kabupaten Subang. Nyaris nggak ada yang istimewa sama sekali di sini. Karena pemandangannya aja datar. Beda sama jalur Daop 2 yang banyak didominasi lansekap pegunungan.

Tapi ada satu suguhan ketika KA Jayabaya melintas langsung Stasiun Cikaum (CKM). Apalagi kalo bukan kuburan kereta-kereta afkir termasuk ex-KRL Jabodetabek. Inilah kuburan kereta afkir kedua setelah Purwakarta (PWK).


Momen Trip Report KA Jayabaya 1 - Kuburan Kereta Afkir di Stasiun Cikaum (CKM). Sayang terhalang Kereta Barang yang berhenti.
Momen Trip Report KA Jayabaya 1 – Kuburan Kereta Afkir di Stasiun Cikaum (CKM). Sayang terhalang Kereta Barang yang berhenti.

Namun sayang sekali cuma bisa liat tumpukan kereta afkir, Di saat yang sama ada kereta barang yang berhenti di situ. Tunggu disusul KA Jayabaya. Meski full double track, namanya momen persusulan tetap ada di jalur Pantura.

Momen berikutnya ketika kereta BLB di Stasiun Cirebon (CN). Menunggu antrian masuk Stasiun Cirebon Prujakan (CNP). Selepas Prujakan kita disuguhi pemandangan Gunung Ciremai. Sayang di sore nan terang itu Gunung Ciremai ditutup awan. Jadi kita cuma bisa liat pucuknya aja.


Momen Trip Report KA Jayabaya 2 - BLB Stasiun Cirebon (CN)
Momen Trip Report KA Jayabaya 2 – BLB Stasiun Cirebon (CN)
Momen Trip Report KA Jayabaya 3 - Gunung Ciremai diselimuti awan. Gunung yang kental aroma mistis dan sudah sering ada kejadian pendaki tersesat, salah satunya Kang Utis.
Momen Trip Report KA Jayabaya 3 – Gunung Ciremai diselimuti awan. Gunung yang kental aroma mistis dan sudah sering ada kejadian pendaki tersesat, salah satunya Kang Utis.

Ngomong-ngomong soal Gunung Ciremai ada banyak cerita lho. Termasuk pendaki yang tersesat. Salah satunya adalah Kang Utis, sebagaimana diceritain di blog-nya Buku Harian Utis. Judul artikelnya “Mengalami Misteri di Gunung Ciremai, Tersesat Selama Tiga Hari.”

Momen terakhir di petak antara Stasiun Tegal (TG) dan Stasiun Pemalang (PML). Disini hari mulai senja. Jadi cuma kebagian pemandangan Gunung Slamet di kejauhan.

Gunung tertinggi di Provinsi Jawa Tengah yang sempat ditaklukkan oleh Soe Hok Gie dkk. Pendakian terakhir sebelum beliau wafat di Gunung Semeru (bersama Idhan Chalid)


Momen Trip Report KA Jayabaya 4 - Gunung Slamet di kejauhan, di petak Tegal - Pemalang. Gunung tertinggi di Jawa Tengah yang sempat ditaklukkan Soe Hok Gie dkk sebelum tragedi Gunung Semeru 1969.
Momen Trip Report KA Jayabaya 4 – Gunung Slamet di kejauhan, di petak Tegal – Pemalang. Gunung tertinggi di Jawa Tengah yang sempat ditaklukkan Soe Hok Gie dkk sebelum tragedi Gunung Semeru 1969.

Plabuan yang Terlewatkan

Sebenarnya jalur Pantura punya ciri khas. Apalagi kalo bukan jalur pinggir pantai di daerah Plabuan, Kabupaten Pekalongan. Sayang sekali Trip report KA Jayabaya 29 April 2018 nggak kebagian momen ini. Karena pas lewat Plabuan hari udah gelap.

Maka jadilah Plabuan terlewatkan. Padahal inilah incaran para traveler kereta api yang traveling via jalur utara. Jalur pinggir pantai memang cuma bisa dinikmati pada saat hari masih terang.

KA Ciremai Ekspres masih kebagian view ini. Cuma untuk kereta-kereta yang berangkat dari Jakarta setelah jam 12.00 nggak akan kebagian. Termasuk KA Jayabaya.

Oke demikian trip report kali ini bersama momen-momennya. Sampai jumpa lagi di lain kesempatan.

Catatan:
Ini sebenarnya tulisan lama. Udah pernah dimuat di situs waktu masih jadi situs pribadi yang bahas seputar kereta api. Cuma sayang tulisan yang dibagi 3 itu dinilai kurang efektif dan cenderung hambur. Maka jadilah dibikin yang lebih ringkas. Jadi tulisan berjudul “Trip Report KA Jayabaya, KA Jakarta Cepu” adalah ringkasan dari 3 tulisan terdahulu. Bisa juga disebut daur ulang (recycle) atau repackage.

Advertisements

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: