Posted on

Tips Memilih Kursi Kereta Api Ekonomi Reguler

Nggak wajib tapi penting banget, apalagi kalo kamu nggak jalan sendirian, salah posisi bisa berakibat nggak nyaman sepanjang perjalanan apalagi kalo jaraknya jauh dan naik kereta api ekonomi reguler yang biasanya lebih lama. Yuk, ikutin tips memilih kursi kereta api ekonomi reguler.

Jalan-jalan naik kereta api ekonomi reguler sekarang udah jadi semacam gaya hidup. Dengan harga tiket dibawah Rp 100.000,00 aja kita udah bisa bablas sampai ke Blitar, meski umumnya Jogja sama Solo tetap jadi favorit buat liburan. Kondisi gerbong yang udah lebih nyaman karena pake AC dan nggak ada lagi penumpang berdiri, segala asongan dan sejenisnya.

Cuma prinsip nobody is perfect tetap harus kita perhitungkan. Overall kereta api ekonomi reguler memang jauh lebih baik daripada di zaman kegelapan dulu. Tapi yang namanya kekurangan itu masih tetap aja ada. Udah normal dalam kehidupan pasti ada namanya plus dan minus.

Di antara yang masih sering ada minus tentu di kursi kereta api. Udah jarang memang kursi kereta api ekonomi yang model rotan alias “kursi perjuangan”, tapi sekali lagi yang udah nggak rotan juga masih ada kekurangan, salah satunya jarak antar kursi.

Gerbong ekonomi reguler kapasitas 106 penumpang memang bervariasi, ada yang keluaran lama tahun 1960-an dan 1970-an yang rangkaiannya masih diimport dari luar negeri misalnya Eropa Timur. Tahun 1980-an dan 1990-an dimana sebagian besar udah buatan dalam negeri, PT. INKA Madiun.

Nah meski udah jarang bahkan nggak ada lagi kursi perjuangan, tetap aja kursi sekarang ada kekurangan. Tapi kekurangannya lebih ke jarak antar kursi. Terutama di rangkaian gerbong buatan tahun 1966 punya Dipo Purwokerto yang biasa dipake Kereta Api Serayu dimana seat 23DE-24DE sempit banget.

Pilih Kursi Kereta Api Ekonomi Reguler

Masalah bakalan timbul kalo kita pas kebetulan booking tiket kereta api di channel external yang otomatis langsung dapat kursi alias nggak bisa pilih kursi. Booking atau beli langsung di stasiun juga sama, selama nggak minta tolong petugasnya nyariin kursi. Kemungkinan dapat posisi kursi nggak nyaman seperti itu sangat besar.

Selain masalah kursi sempit, ada traveler yang ngerasa nggak nyaman juga kalo dapet di deretan B di bangku ABC. Zamannya kursi perjuangan dapat di situ bisa jadi bencana karena bisa bikin sakit leher. Sekarang juga masih begitu. Dapat posisi disitu bakal kesulitan buat istirahat karena kepala bakal nyender di pundak orang lain, entah di kanan atau kiri.

Maka dari itu buat ngindarin dapat posisi kurang nyaman di kereta api ekonomi reguler atau yang masih gerbong 106 penumpang, ikutin tips berikut:

  1. Booking via Channel External yang bisa pilih kursi sendiri. Rata-rata sekarang semua udah bisa pilih kursi sendiri meski nggak sedikit juga yang belum.
  2. Kalopun kepaksa booking atau beli langsung (Go show) di stasiun, rajin-rajinlah ngasih tau petugas loketnya supaya dicariin posisi yang enak. Jadi jangan kita pasif cuma bilang naik kereta ini, dari mana mau ke mana, udah gitu langsung bayar dan dapat tiket. Karena nyadar atau nggak kamu bisa kebagian bangku yang kurang sreg di kamu.
  3. Buat kamu yang sendirian, bagusnya pilih bangku DE dan cari yang agak ke tengah, hindari posisi paling ujung di samping toilet. Disitulah biasanya jarak antar kursi sempit banget dan pasti bakal bikin kamu nggak nyaman sepanjang perjalanan. Kita nggak tau apakah gerbongnya buatan 90-an atau tahun 1965.
  4. Nggak ada pilihan lain kecuali bangku deretan B ? Jangal lupa siapin travel pillow karena itu akan sangat bermanfaat sekali. Travel pillow bisa ngindarin kamu dari nggak sengaja nyenderin kepalamu di pundak orang.

Oke itu sedikit tips dari admin buat kamu yang biasa jalan-jalan hemat dan murah meriah naik kereta api ekonomi reguler dimana gerbongnya masih kapasitas 106 penumpang. Wong admin sendiri juga sering naik kok.

 

 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.