Tiber Padalarang Telah Berubah

Tiber Padalarang Telah Berubah

Tiber Padalarang telah berubah. Lokasi yang dulunya jadi spot fotografi favorit karena keindahan alamnya kini telah tak lagi indah. Tak ada lagi hamparan sawah seindah dulu. Karena separuhnya telah hilang berganti beton. Efek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Inilah lokasi yang dulu jadi favorit dan jadi simbol fotografi. Terutama fotografi kereta api. Disini terdapat hamparan sawah dan latar Gunung Burangrang di sebelah utara. Kita bisa menikmati kereta yang sedang berjalan menikung di situ.

Soal perubahan tempat dan keindahan Tiber Padalarang. Sejatinya Tiber Padalarang sebelum Tol Cipularang dibangun tentu lebih bagus daripada setelah ada jalan tol yang membelah kawasan tersebut. Dulu pemandangan langusng ke Gunung Burangrang tanpa terhalang jembatan tol.

Namun keberadaan jembatan tol tak menguruangi eksotisme Tiber Padalarang. Toh masih banyak Railfans yang main ke sana sekedar untuk fotografi kereta api atau membuat video buat konten YouTube dan Instagram.

Sampai awal tahun 2019 Tiber Padalarang masih jadi spot favorit. Sebelum lokasi tersebut mulai terjamah sebuah proyek besar yang akan mempersingkat hubungan dua kota bertetangga, Jakarta dan Bandung.

Tiber Padalarang Telah Berubah, Imbas Proyek Kereta Cepat

Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung telah direncanakan sejak tahun 2014. Tiongkok dipilih sebagai investor atas pertimbangan nilai investasi dan alih teknologi. Proyek besar itu jelas menimbulkan pro dan kontra. Terlebih suhu politik ketika itu boleh dibilang cukup panas.

Terlebih setelah konstelasi politik yakni Pilpres 2014. Ketika wacana proyek tersebut keluar banyak pro dan kontra. Banyak pula yang menjadikannya komoditas politik. Tapi toh lima tahun berselang hingga Pilpres 2019 lewat proyek tetap berjalan.

Secara Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung sudah masuk Proyek Strategis Nasional. Meski kontroversial. Oke buang jauh-jauh segala pro dan kontra sekarang kita ambil satu sisi positif yakni bisa mempersingkat waktu tempuh Jakarta dan Bandung.

Disamping itu Kereta Cepat bisa menumbuh kembangkan kawasan ekonomi baru. Terutama di jalur yang dilintasinya. Seperti Kota Raya Walini di Cikalong Wetan maupun Tegaluar Kabupaten Bandung. Bahkan Kota Raya Walini digadang-gadang sebagai calon ibukota Jawa Barat yang baru.

Jalur kereta cepat sendiri dimulai dari Halim, Jakarta. Melewati Karawang, Cikalong Wetan (Kota Raya Walini) dan berakhir di Tegaluar Kabupaten Bandung. Jalurnya dibikin sejajar jalan tol Cikampek dan Cipularang. Melewati jalur kereta api eksisting di sebagian petak.

Salah satunya menembus Tiber Padalarang. Jadi kereta cepat nantinya berjalan di bawah lokasi yang jadi spot favorit tersebut. Namun sekalipun dibikin terowongan tetap aja harus mengorbankan 1/2 sawah di kawasan tersebut.

Terowongan menembus Tiber Padalarang lalu keluar di daerah Padalarang, melewati Stasiun Padalarang dan Halte Gadobangkong (sejajar jalur eksisting) sebelum tembus Gunung Bohong hingga kembali ketemu jalan tol dan sejajar sampe Tegaluar.

Tak Lagi Seindah Dulu

Apapun kontroversinya yang jelas Tiber Padalarang Telah Berubah total. Tiber Padalarang tak lagi seindah dulu. Hamparan sawah yang dikorbankan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung jelas pernah punya cerita sendiri di kalangan Railfans.

Ada seorang Railfans yang pernah terpeleset jatuh ke dalam sawah. Sampai keluar ultimatum hati-hati buat pembajak foto. Namun itu semua kini telah hilang. Ya, jangan dibandingin sama tahun 1980-1990an.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.