The Journey

The Journey

The Journey, perjalanan Lodaya Bandung dari mulai sekedar blog pribadi biasa sampe jadi komunitas. Dalam perjalanan tersebut tentu banyak sekali kesan baik dan buruk.

Tulisan ini mungin menggambarkan sesuatu yang nggak terbayang sebelumnya. Apalagi kalo bukan jadi komunitas railfans seperti sekarang. Awalnya Lodaya Bandung memang cuma sekedar komoditas milik pribadi. Lebih tepat blog pribadi. Cuma bahasannya tentang kereta api.

Seiring berjalannya waktu mulailah kepikir buat merubah Lodaya Bandung nggak lagi jadi komoditas pribadi. Minimalnya jadi semacam bisnis jualan pernak pernik Railfans dan Kereta Api. Ini mulai dirintis pada awal tahun 2018. Adapun untuk komunitas coba merangkul Para Pecandu Kereta.

Awalnya skenario rintisan Railshop dan Para Pecandu Kereta (PPK) berjalan mulus. Bahkan formula ini sukses mendirikan Save Railfans Indo (SRI) sebagai aliansi berbagai grup dan komunitas Railfans. Hingga akhirnya bertemu dengan satu rombongan di KA Patas Bandung Raya.

Saat itu KA Patas Bandung Raya mulai saat-saat akhir perjalanannya. Okupasi yang minim membuat PT. KAI Daop 2 Bandung menghapusnya dari Gapeka. Kelak KA Patas Bandung Raya ini berubah jadi KA Galunggung dan melayani rute Kiaracondong-Tasikmalaya PP.

Singkat cerita pertemuan terjadi saat perjalanan kembali dari Padalarang menuju Bandung. Dari situ mulailah hubungan baru dengan grup yang menamakan dirinya Railfans Daop 2 Bandung (RFD2 BD) yang saat ini disebut oleh pengurus sebagai “Squad Lama”.

Namun kebersamaan dengan Squad Lama hanya berlangsung singkat di Periode Oktober hingga Desember 2018. Atau hanya kurang dari 3 bulan saja. Mengapa demikian?

Singkatnya kebersamaan itu lebih karena banyak dari Squad Lama yang mementingkan ego. Dalam arti tidak mau memahami kondisi anggota yang lain. Saling pengertian pun tak ada. Alih-alih ingin maju bersama. Padahal waktu itu nama Lodaya Bandung sudah disepakati jadi komunitas.

Maka buyarlah rencana tersebut. Dari Squad Lama itu tinggal sisakan satu orang saja (sekarang jadi Wakil Ketua). Meski dalam perjalanan sebagian dari mereka yang mulai sadar akhirnya bersedia gabung kembali.

The Journey – 6 Januari 2019 Awal Lodaya Bandung sebagai Komunitas

Setelah melewati masa transisi selama setahun Lodaya Bandung akhirnya benar-benar jadi komunitas pada tanggal 6 Januari 2019. Waktu itu anggotanya cuma 7 orang saja. Itu pun 5 diantaranya hasil seleksi Save Railfans Indo (SRI) angkatan ke-1.

Karena dinilai terlalu sedikit akhirnya diadakan seleksi lagi. Tapi kali ini pake cara berbeda yaitu kontes Foto Para Pecandu Kereta (PPK). Metode seleksi pun ditambah lagi lewat jalur Recruitment on The Spot (ROTS).

Hingga anggota pun bertambah hingga 20 orang lebih. Bersama dengan itu visi Inspiration of Railfans mulai ditetapkan. Meski misi-nya masih disusun. Namun dari situ mulai ada semacam “seleksi alam” dimana mereka yang tak satu visi akan mental dengan sendirinya.

Tak terasa perjalanan (The Journey) sudah 6 bulan sejak pertama kali jadi komunitas di awal tahun. Menjelang akhir semester pertama ada usulan dari seorang anggota angkatan pertama untuk mengadakan Posko Lebaran 2019. Padahal kondisi komunitas belum siap 100%.

Namun karena anggota itu sudah membawa-bawa “orang dalam” mau nggak mau usulan harus disetujui. Nah disinilah mulai lagi proses seleksi alam yang akan memilih mana yang masih layak untuk bertahan dan mana yang harus mengakhiri perjalananya sampai di sini.

Pasca Lebaran 2019

Inilah periode kebangkitan Lodaya Bandung sebagai komunitas. Seperti udah dijelasin sebelumnya, ada yang perjalanannya harus berakhir hingga Lebaran 2019. Siapakah mereka? Nggak usah sebut nama, tapi mereka-mereka yang sibuk minta-minta Posko Lenaran 2019.

Posko itu sendiri akhirnya batal karena Humas KAI Daop 2 Tidak Mengikut sertakan Lodaya Bandung. Alasannya kepentok umur. Wajar lah mayoritas anggota masih dibawah 19 tahun. Batas minimum usia ideal untuk bisa terlibat di Posko Lebaran dan Nataru.

Berpisah dengan mereka yang menamakan dirinya Squad Bakwan. Squad-nya pun dibubarkan karena banyak menyusahkan. Lodaya Bandung kembali menyusun kekuatan baru menyambut semester 2 tahun 2019. Sejumlah program disusun kembali.

Dengan kekuatan baru ini akhirnya Lodaya Bandung bisa menetapkan Keanggotaan Resmi atau dengan kata lain KTA (Kartu Tanda Anggota). KTA dinamakan Lodaya Pass. Jelas ada keuntungan punya Lodaya Pass yang didapat secara gratis.

Hingga tulisan ini direlease sudah 45 anggota yang telah memiliki Lodaya Pass dan akan terus bertambah. 3 kegiatan telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Walaupun tentunya masih ada hambatan. Terutama di tanggal 27 Juli 2019 dan 18 Agustus 2019 kemarin.

27 Juli 2019 Komunitas Lodaya Bandung mengadakan Station Calling di Halte Gadobangkong (GK). Sampai dengan Dhuhur kegiatan berlangsung lancar bahkan mencatat rekor berhasil mengurai kepadatan 1 menit. Sayang setelah Dhuhur datang seorang yang udah di blacklist terus mengacau.

Begitu pun 18 Agustus 2019 kemarin di Stasiun Cimekar (CMK). Bedanya kegiatan ini cuma Gathering. Awalnya lancar tapi menjelang siang datang seorang mantan anggota sekaligus ex-anggota Squad Bakwan yang telah dibubarkan.

Memang nggak sampai mengacau sebagaimana di Gadobangkong. Cuma kelakuannya tetap membuat anggota dan pengurus tak nyaman. Kedatangannya pun hanya membikin ribet (ngaririweuh kalo kata orang Sunda).

Entah ingin menunjukkan bahwa dia masih layak jadi anggota atau gimana. Padahal selama dia menjadi anggota nggak ada satupun prestasi membanggakan. Yang ada malah sering ngaririweuh. Termasuk salah satunya soal Posko Lebaran itu tadi.

Intinya para mantan dan si pengacau di Gadobangkong itu jadi perhatian khusus Komunitas. Karena itu untuk ke depan apalagi kegiatan yang khusus hanya Komunitas Lodaya Bandung saja tidak akan dipublikasi di situs maupun media sosial.

The Journey

The Journey – Kesimpulan

Sampailah kita pada kesimpulan akhir dari rangkaian perjalanan (The Journey) Komunitas Lodaya Bandung.

  1. The Journey (perjalanan) Komunitas Lodaya Bandung dimulai dari blog pribadi membahas kereta api. Awalnya sama sekali nggak kepikir untuk jadi komunitas.
  2. Di tahap selanjutnya, awal 2018, mulai coba merintis usaha Railshop atau toko Railfans. Sementara untuk komunitasnya merangkul Para Pecandu Kereta (PPK).
  3. Pertengahan 2018 ikut mendirikan Save Railfans Indo (SRI). Bertemu dengan Squad Lama namun sayang kebersamaan cuma kurang dari 3 bulan karena tak satu tujuan. Dan dari Squad Lama itu cuma satu orang yang bertahan. Meski pada akhirnya sebagian dari mereka yang sadar memilih untuk bergabung lagi.
  4. Tanggal 6 Januari 2019 Lodaya Bandung mulai jadi komunitas dan terus menambah anggota. Sayang 2 orang dari angkatan pertama akhirnya harus mengakhiri kebersamaan karena nggak bisa satu visi. Di fase ini visi Inspiration of Railfans ditetapkan. Akhir dari kebersamaan dengan 2 orang tadi karena memaksa Posko Lebaran 2019. Meski pada akhirnya batal karena putusan Humas KAI Daop 2.
  5. Pasca-Lebaran 2019 Lodaya Bandung memulai era baru dengan anggota baru yang jauh lebih fresh dan lebih baik. Sudah mengadakan 3 kegiatan meski kadang menemui hambatan. Mulai dari pengacau hingga mantan anggota.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.