Posted on

Tersisa 4 Rangkaian Kereta Api Bisnis, Salah Satunya Kereta Api Lodaya

Wacana penghapusan kereta api bisnis pelan-pelan mulai jadi nyata. Kini tersisa 4 rangkaian Kereta Api Bisnis di Daop 2 Bandung, satu diantaranya Kereta Api Lodaya. 

Kereta Api Bisnis Bandung Jakarta hilang dari peredaran. Diganti sama trainset terbaru K3 18 Premium berbody Stainless Steel buatan PT. INKA Madiun. Terkena dampak pergantian rangkaian kereta api Harina yang semula multikelas eksekutif, bisnis, ekonomi jadi eksekutif (K1 18) dan ekonomi plus (K3 18). Hilang sudah Kereta Api Argo Parahyangan Bisnis.

Di Daop 2 Bandung sendiri memang masih tersisa 4 rangkaian kereta api bisnis. Ini juga nggak tau sampe kapan, secara trainset terbaru berbody stainless steel masih terus produksi di PT. INKA sampe tahun 2019. Rencananya itu semua buat gantiin kereta api yang udah uzur bahkan bulukan.

2 rangkaian kereta api eksekutif di Daop 2 Bandung udah ganti jadi Stainless Steel K1 18, yakni Kereta Api Argo Wilis dan Kereta Api Turangga (operator Daop 8 Surabaya). Memang sih trainset lama di kedua kereta itu boleh dibilang udah nggak layak lagi dinas dan udah pada bulukan. Apalagi untuk jarak sejauh Bandung-Surabaya yang waktu tempuhnya di atas 12 jam.

Demikian halnya Kereta Api Harina, rangkaiannya boleh dibilang uzur dan nyaris bulukan. Terutama kereta api eksekutif. Masa iya bayar mahal-mahal dapat kereta butut dan bulukan. Jadi aja Kereta Api Harina ikut kebagian rangkaian terbaru berbody stainless steel gabungan K1 18 dan K3 18, meski taruhannya Kereta Api Argo Parahyangan Bisnis harus tereliminasi total dari dunia perkeretaapian.

Pasalnya rangkaian kereta api Harina yang idle di siang hari kerap dipake buat Kereta Api Argo Parahyangan, KA 31 Bandung-Gambir dan KA 32 Gambir-Bandung.

Tersisa 4 Kereta Api Bandung

Kini tersisa 4 kereta api jarak jauh yang masih punya layanan kereta api bisnis (K2). Meski boleh dibilang tinggal tunggu waktu buat “diembat” sama Stainless Steel. Usia kereta-kereta ini memang nggak lagi muda, paling muda K1 08 dan K1 09 punya Kereta Api Lodaya. Lainnya ada K1 01, K1 02 bahkan lebih tua dari itu seperti K1 64. Berikut 4 kereta api jarak jauh yang masih ada layanan kereta api bisnis (K2) di Daop 2 Bandung:

[1]. Kereta Api Ciremai Ekspres

Sejatinya kereta api Ciremai Ekspres dioperasikan Daop 4 Semarang, melayani rute Bandung-Semarang PP. Semula rutenya Bandung-Cirebon, dibawah Daop 3 Cirebon, dengan layanan eksekutif dan ekonomi. Cuma belakangan diganti jadi eksekutif-bisnis dan rutenya diperpanjang sampe Stasiun Semarang Tawang (SMT). Perpanjangan rute didasari untuk meningkatkan okupasi.

Pasalnya kalo cuma ngandalin rute Bandung-Cirebon saingannya sama Tol Cipali, khawatir bakal bernasib sama kaya Kereta Api Parahyangan dulu yang kalah saing begitu Tol Cipularang ada sehingga harus merger sama Kereta Api Argo Gede, jadi Kereta Api Argo Parahyangan.

Dalam perjalannya, Kereta Api Ciremai ekspres bawa 4 kereta api eksekutif (K1), 1 kereta makan pembangkit (KMP/MP bisa MP1/MP2), dan 4 kereta api bisnis (K2). Sedikit info, kereta api bisnis disini sempat diganti ekonomi K3 16 meski akhirnya balik lagi jadi K2.

[2]. Kereta Api Lodaya

Kereta Api Lodaya termasuk salah satu yang masih punya layanan Kereta Api Bisnis (K2), sekalipun dapat alokasi kereta api eksekutif K1 09 ex-Gajayana. Awal beroperasi 11 Maret 1992 dengan nama Senja Mataram/Fajar Pajajaran, layanannya Full Kereta Api Bisnis (K2), hingga akhirnya berubah nama jadi Kereta Api Lodaya, rute diperpanjang ke Solo Balapan (SLO) ditambahin kereta api eksekutif (K1).

Kereta favorit ini pake rangkaian punya Dipo Solo Balapan (SLO), kadang juga bawa rangkaian punya Dipo lain, termasuk Dipo Kereta Api Bandung (BD), tergantung mana yang siap operasi (SO). Jadi jangan heran kalo suatu saat ketemu kereta api Lodaya bawa kereta campur-campur Diponya. Meski demikian, lokomotif yang biasa narik sebagian besar masih dari Dipo Induk Bandung (BD), begitupun krunya dari Daop 2 Bandung.

[3]. Kereta Api Malabar

Kereta Api Malabar yang jadi pelopor layanan multikelas hingga kini masih setia mengoperasikan Kereta api Bisnis (K2). Meski campur sama Kereta Api Eksekutif (K1) dan Kereta Api Ekonomi (K3). Cuma masalahnya kereta yang dibawa kebanyakan udah tua, terutama kereta api bisnis angkatan 1980-an.

[4]. Kereta Api Mutiara Selatan

Kereta Api Mutiara Selatan, pernah jadi raja selatan di tahun 1980an, juga masih setia mengoperasikan kereta api bisnis (K2). Padahal di tahun 2016 sempat ganti layanan jadi ekonomi plus pake K3 16 bersamaan perpanjangan rute ke Stasiun Malang (ML). Karena diprotes sama pelanggan, Kereta Api Bisnis balik lagi, bahkan Maret 2017 ditambah Kereta Api Eksekutif (K1).

Itulah 4 kereta api jarak jauh yang masih punya layanan kereta api bisnis (K2) di Daop 2 Bandung. Ya selagi masih ada kereta api bisnis (K2)-nya, kita puas-puasin traveling naik salah satu dari 4 kereta api di atas, meski cuma jarak pendek kaya Bandung-Purwakarta atau Bandung-Tasikmalaya. Jangan lupa diabadikan dalam foto. Sebelum keempatnya diembat Stainless Steel, soon or later.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.