Cilame dan Tagog Apu, Beda Nasib Stasiun Sejajar

Cilame dan Tagog Apu, dua stasiun ini sebenarnya sejajar. Posisi satunya lebih tinggi dan harus setengah mendaki gunung. Nasib pulalah yang membedakan keduanya. Bahkan yang lebih tua malah terancam non-aktif selamanya.

Begitulah nasib dua stasiun yang telah eksis dari zaman kolonial tersebut. Stasiun Cilame (CLE) meski lebih banyak jadi tempat persilangan dan susuk jauh lebih ramai. Wajar aja karena berada di jalur utama Cikampek-Padalarang.

Sekarang aja ada 5 kereta melintas reguler disitu, yakni KA Argo Parahyangan, KA Elok Cibatu, KA Lokal Bandung Raya (359/360), KA Pangandaran, dan KA Serayu. Belum lagi kereta barang kontainer rute TPK-GDB.

Continue reading “Cilame dan Tagog Apu, Beda Nasib Stasiun Sejajar”
Advertisements

Argo Peuyeum Terakhir di Stasiun Tagog Apu

Argo Peuyeum adalah nama tak resmi dari KA Lokal Cianjuran. Satu-satunya kereta api yang melintas di Stasiun Tagog Apu sampai sebelum Lebaran 2012. Sayang karena lokomotif terkendala suku cadang lokalan unik ini harus pensiun.

Asa nggak afdhol kalo ngebahas Stasiun Tagog Apu (TAU) panjang lebar tapi yang satu ini dilewatin. Padahal ini satu-satunya kereta reguler yang dinas di jalur legendaris di masanya. Stamformasinya pun terbilang unik.

Hanya terdiri dari dua kereta ditarik lokomotif tua BB 301/304. Biasanya loko tersebut dipake sebatas langsir. Tapi di sini benar-benar diandalin buat dinas reguler. Memang dulu sempat langganan dibawa kereta unggulan sebelum tergantikan CC 201 hingga CC 203.

Continue reading “Argo Peuyeum Terakhir di Stasiun Tagog Apu”

Tagog Apu, Kisah Miris Stasiun Kecil di Jalur Legendaris

Tagog Apu adalah sebuah desa di Kecamatan Padalarang. Kita akan tertuju ke sebuah stasiun kecil yang udah ada sejak 1884. Bagian dari jalur legendaris yang dibangun di era kolonial. Sayang kondisinya boleh disebut miris.

Walaupun kecil tapi punya nilai sejarah. Gimana nggak? Stasiun ini dibangun pada masa pemerintahan Kolonial Belanda. Jadi bagian dari jalur kereta api Batavia-Priangan di lintas Batavia-Buitenzorg-Bandung yang dibangun 1881-1884.

Inilah jalur kereta api pertama yang menghubungkan Jakarta dan Bandung, juga kota-kota lainnya di Timur Pulau Jawa. Bahkan dulu mau ke Surabaya sekalipun lewatnya sini. Karena jalur utara via Cirebon belum dibangun. Jalur yang lantas tersambung dengan Solo-Semarang-Surabaya.

Continue reading “Tagog Apu, Kisah Miris Stasiun Kecil di Jalur Legendaris”