Posted on

Kereta Bisnis Bandung: KRD Patas Bandung Raya Pensiun Duluan

Cerita berkurangnya Kereta Bisnis Bandung dimulai tahun 2014, ketika KRD Patas Bandung Raya berhenti dinas. Kini meski udah dinas lagi tapi pake kereta lain. Armada KRD Shinko/MCW 302-nya dimodif jadi Rail Clinik dan cuma sisa 2 kereta aja di Dipo Induk Bandung (BD)

Padahal KRD Patas Bandung Raya yang kelasnya setara kereta bisnis atau kelas 2 udah dinas lama sebagai alternatif KRD Lokal Bandung Raya kelas ekonomi. Beda antara Patas sama Ekonomi dari jumlah stasiun pemberhentian. Kereta patas biasanya cuma berhenti di stasiun tertentu aja adapun Lokal di semua stasiun, termasuk stasiun kelas 3 macam Stasiun Gadobangkong, Ciroyom dan Haurpugur.

Continue reading Kereta Bisnis Bandung: KRD Patas Bandung Raya Pensiun Duluan

Advertisements
Posted on

KRD Shinko MCW 302: KRD Patas Bandung Raya Termasuk Legendaris

Bukan tanpa alasan admin ngeganti logo Lodaya Bandung jadi KRD Shinko MCW 302. Armada tersebut termasuk jajaran kereta legendaris di Daop 2 Bandung di katagori lokalan. Termasuk satu yang pernah dinas sebagai KRD Patas Bandung Raya (Non-AC). 

Jadi nggak semata-mata pengen beda sama yang lain. Atau lebih dari itu sok ikut-ikutan “anti puongs-puongs club”. Ya memang nggak sedikit yang kurang begitu suka sama lokomotif CC 206 alias si Puongs yang kini jadi penarik kebanyakan kereta unggulan. Bahkan di Daop 2 Bandung, semua kereta unggulan ditarik CC 206, termasuk Kereta Api Argo Wilis dan Kereta Api Mutiara Selatan yang sebelumnya pake CC 203.

Di antara alasan nggak terlalu suka si Puongs gara-gara nggak bisa ngeluarin “wedhus gembel” alias “kobong”. Karena itu cuma bisa dilakuin CC 203. Padahal untuk jalur pegunungan atau narik rangkaian panjang, lebih-lebih kereta barang, si Puongs lebih cocok untuk tugas ini. Makanya sekarang di Daop 2 Bandung CC 203 lebih banyak dinas kereta api lokalan dan kereta api ekonomi.

Continue reading KRD Shinko MCW 302: KRD Patas Bandung Raya Termasuk Legendaris

Posted on

Logo Baru Inspirasi KRD Patas Bandung Raya dan KA Kedungsepur Semarang

Dibanding logo terhadulu, logo baru Lodaya Bandung punya nilai lebih karena betul-betul kreasi sendiri. Karena si badut “Puongs” dkk udah terlalu mainstream, akhirnya dipilihlah “Samurai Jepang” KRD Shinko/MCW 302. Armada yang cukup legendaris di Bandung karena pernah dinas sebagai KRD Bandung Raya. Selain itu pemilihan juga didasari inspirasi sama KRD Patas Bandung Raya dan KA Kedungsepur Semarang. 

Logo baru semangat baru. Ya itulah alasan kenapa Lodaya Bandung udah lama banget kepengen punya logo baru menggantikan yang lama. Emang ada apa sama logo lama? Bukannya itu justru yang jadi latar belakang Lodaya Bandung? Memang betul, logo lama itu Kereta Api Lodaya lagi ditarik lokomotif CC 2016. Foto tahun 2017 diambil di JPL 162 Braga.

Asalnya logo lama dari foto terus diedit hingga jadilah logo resmi Lodaya Bandung sepanjang tahun 2017 sampe masuk awal-awal 2018. Cuma karena sekarang Kereta Api Lodaya udah ada perubahan. Meski masih dioperasiin Daop 2 Bandung, keretanya sekarang punya Dipo Solo Balapan (SLO), termasuk rangkaian kereta api eksekutif-nya bekas Kereta Api Gajayana yang jadi terbaik ke-2 setelah Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

Perubahan ini bikin admin mulai kepikiran sama logo baru, mengingat logo lama udah nggak representatif lagi. Iyalah itukan rangkaian lama. Kereta Api Eksekutifnya aja angkatan 60-an. Jadul banget.

Continue reading Logo Baru Inspirasi KRD Patas Bandung Raya dan KA Kedungsepur Semarang