Posted on

Tampilan Baru Kereta Api Lodaya

Masih pake formasi yang sama, cuma sekarang Kereta Api Lodaya dari Bandung ke Solo Lokomotif + 4 K2+1MP2+4 K1. Sebaliknya Lokomotif + 4 K1+1MP2+4 K2. Sekilas mirim sama Kereta Api Senja Utama Solo sebelum pake rangkaian stainless steel. 

Perubahan formasi ini memang udah lumayan lama, ya kira-kira sejak beberapa bulan yang lalu, bahkan sebulan sebelum Ramadhan 1439H. Selama ini yang kita kenal, Kereta Api Lodaya biasanya bawa 4 kereta api eksekutif, 1 kereta makan dan pembangkit kelas 2, 4 kereta api bisnis. Kadang nyelip 1 kereta bagasi atau 1 kereta pembangkit tergantung kereta mana yang SO (Siap Operasi).

TAMPILAN BARU KERETA API LODAYA

Continue reading Tampilan Baru Kereta Api Lodaya

Advertisements
Posted on

Kereta Api Ekonomi Bandung Jogja (5): Barisan Para Mantan

Terima kasih kalian barisan para mantan. Sekurang-kurangnya ada 3 (tiga) “mantan” Kereta Api Ekonomi Bandung Jogja: Kereta Api Cisadane, Kereta Api Mutiara Selatan K3 16, dan Kereta Api Lodaya Tambahan K3 18. 

Terima kasih kalian barisan para mantan, potongan lagu The Rain (ft. Endank Soekamti) –band asal Jogja, memang cocok dijadiin ungkapan buat 3 (tiga) kereta api ekonomi Bandung Jogja yang dulu pernah ada dan dinas menghubungkan Bandung dan Bumi Mataram. Di antara 3 itu ada yang udah pensiun, ada yang masih dinas tapi balik lagi ke khitahnya, dan ada yang cuma satu kali sekalian kirim rangkaian.

3 (tiga) barisan para mantan ini pernah menemani duo Kereta Api Pasundan dan Kereta Api Kahuripan yang hingga kini tetap melayani kamu para budget traveler yang liburan ke Jogja. Ditambah lagi Kereta Api Kutojaya Selatan yang transit di Stasiun Kutoarjo (KTA).

Siapa gerangan barisan para mantan tersebut? Yuk disimak:

Kereta Api Bandung Jogja (5): Barisan Para Mantan 1/3

Continue reading Kereta Api Ekonomi Bandung Jogja (5): Barisan Para Mantan

Posted on

Trip Report Kereta Api Lodaya 80, Kereta Api Bandung Tasik Rp 70 Ribu

Antara kepengen banyakin ngetrip naik kereta api bisnis (K2) yang populasinya kian menurun dan nyoba tarif parsial. Trip Report Kereta Api Lodaya 80 (Lodaya Pagi), Kereta Api Bandung Tasik Rp 70.000,00. 

Berangkat dari rasa penasaran sama tarif khusus kereta api komersial di koridor Bandung-Banjar, waktu itu masih harus go show di stasiun minimal 2 jam sebelum berangkat. Biasanya sih harga tiket kereta api komersial di jalur itu hampir sama kaya ke Jawa Tengah atau Jogja. Kereta Api Lodaya sendiri hitungannya tetap sama kaya ke Jogja/Solo. Eksekutif Rp 230.000 – 320.000,00 dan Bisnis Rp 145.000,00 – Rp 215.000,00.

Tarif khusus (parsial) tujuannya buat maksimalkan kapasitas kereta yang kadang nggak full, terutama di waktu off season. Di Kereta Api Lodaya, tarif parsial kelas bisnis Rp 70.000,00 dan eksekutif Rp 80.000,00.

Continue reading Trip Report Kereta Api Lodaya 80, Kereta Api Bandung Tasik Rp 70 Ribu

Posted on

Logo Baru Inspirasi KRD Patas Bandung Raya dan KA Kedungsepur Semarang

Dibanding logo terhadulu, logo baru Lodaya Bandung punya nilai lebih karena betul-betul kreasi sendiri. Karena si badut “Puongs” dkk udah terlalu mainstream, akhirnya dipilihlah “Samurai Jepang” KRD Shinko/MCW 302. Armada yang cukup legendaris di Bandung karena pernah dinas sebagai KRD Bandung Raya. Selain itu pemilihan juga didasari inspirasi sama KRD Patas Bandung Raya dan KA Kedungsepur Semarang. 

Logo baru semangat baru. Ya itulah alasan kenapa Lodaya Bandung udah lama banget kepengen punya logo baru menggantikan yang lama. Emang ada apa sama logo lama? Bukannya itu justru yang jadi latar belakang Lodaya Bandung? Memang betul, logo lama itu Kereta Api Lodaya lagi ditarik lokomotif CC 2016. Foto tahun 2017 diambil di JPL 162 Braga.

Asalnya logo lama dari foto terus diedit hingga jadilah logo resmi Lodaya Bandung sepanjang tahun 2017 sampe masuk awal-awal 2018. Cuma karena sekarang Kereta Api Lodaya udah ada perubahan. Meski masih dioperasiin Daop 2 Bandung, keretanya sekarang punya Dipo Solo Balapan (SLO), termasuk rangkaian kereta api eksekutif-nya bekas Kereta Api Gajayana yang jadi terbaik ke-2 setelah Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

Perubahan ini bikin admin mulai kepikiran sama logo baru, mengingat logo lama udah nggak representatif lagi. Iyalah itukan rangkaian lama. Kereta Api Eksekutifnya aja angkatan 60-an. Jadul banget.

Continue reading Logo Baru Inspirasi KRD Patas Bandung Raya dan KA Kedungsepur Semarang

Posted on

My First Trip with Kereta Api Lodaya

Trip perdana saya bersama Kereta Api Lodaya di tahun 2015. Berangkat ke Jogja sebetulnya nggak ada yang istimewa karena perjalanan di malam hari dan pastinya nggak bisa lihat pemandangan. Cuma keramaian di Stasiun Cipeundeuy aja. 

Inilah pertama kalinya saya ngetrip jauh naik kereta api, karena biasanya cuma sebatas Bandung-Jakarta doang atau paling-paling nggak jauh dari lokalan, commuter line dan sejenisnya. Trip ini juga jadi satu yang istimewa buat saya pribadi, kenapa? Inilah pertama kalinya saya ngetrip jauh nggak sama keluarga, udah itu naik kereta api pula. Ajibnya lagi sekaligus jadi yang pertama sejak 1999 saya kembali menginjakan kaki di Jogja.

Continue reading My First Trip with Kereta Api Lodaya