Ketika Nama Lodaya Bandung Dipersoalkan

Lodaya Bandung sudah eksis sejak Juni 2017 dan sudah dikenal di kalangan Railfans sebagai referensi kereta api Indoensia. Namun sayang ketika hendak merangkul salah satu WhatsApp Grup untuk maju bersama sebagai suatu komunitas nama tersebut malah dipersoalkan, dianggap cuma nama kereta, padahal sejatinya merupakan identitas Sunda dan Priangan.

Inilah yang terjadi di akhir tahun 2018. Sebuah WhatsApp Grup yang coba dirangkul untuk diajak maju bersama lantas menolak mentah-mentah gagasan tersebut. Bukan cuma itu salah satu anggota pun sampai mempersoalkan nama Lodaya Bandung yang hendak digunakan. Menurutnya nama tersebut terlalu spesifik hanya mengacu ke Kereta Api Lodaya (Solo Bandung Raya).

Setelah melalui keriuhan di dalam grup akhirnya dukungan dari Lodaya Bandung pun ditarik. Dalam rangka memenuhi kemauan mereka. Kalo kata orang jawa “Sing Waras Yo Ngalah”. Hingga akhirnya mereka pun berjalan sesuai keinginan mereka sendiri. Sebenarnya apa alasannya mempersoalkan nama Lodaya? apakah nama tersebut benar cuma nama kereta?

Continue reading “Ketika Nama Lodaya Bandung Dipersoalkan”
Advertisements

Sayonara Kereta Api Patas Bandung Raya

Karena okupasinya minim, cuma 400-an penumpang per hari, PT.KAI Daop 2 Bandung akhirnya membatalkan semua perjalanan Kereta Api Patas Bandung Raya mulai 1 November 2018. Sebagai gantinya, penumpang Patas bakal diakomodasi sama Kereta Api LODAYA (Lokal Bandung Raya). 

Kereta Api Patas Bandung Raya sejatinya bukan barang baru. Di tahun 1990-an pernah ada menggunakan rangkaian KRD Shinko/MCW 302 buatan Nippon Sharyo Jepang. KRD ini tetap didinasin sebagai Patas meski Kereta Api Lokal Bandung Raya ganti rangkaian jadi kereta biasa, sebagia keretanya juga modifikasi dari KRD, yakni KRD Shinko/MCW 301 tahun 1976.

Masa dinas KRD Patas Bandung Raya lama berlangsung sampai pertengahan tahun 2014 dan mulai berhenti dinas waktu PT.KAI Daop 2 Bandung memberlakukan single operation Kereta Api Lokal Bandung Raya yang meniadakan perjalanan Kereta Api Patas Bandung Raya (AC) dan KRD Patas Bandung Raya (Non-AC). Rangkaian Patas AC langsung dialokasi ke Lokal adapun KRD langsung dikandangin di DIpo Lokomotif Bandung.

 

Continue reading “Sayonara Kereta Api Patas Bandung Raya”

Kereta Bisnis Bandung Dalam Data

Secara kuantitas Daop 2 Bandung jadi pemilik armada kereta bisnis (K2) terbanyak di Pulau Jawa, 25 kereta. Dibagi ke dalam 3 rangkaian KAJJ: Kereta Api Lodaya, Kereta Api Malabar dan Kereta Api Mutiara Selatan. 

Jumlah 25 kereta bisnis Bandung sebetulnya penurunan karena sebelumnya ada 29 kereta ditambah 4 kereta bisnis (K2) punya Kereta Api Harina. Tapi karena Kereta Api Harina kebagian 2 trainset stainless steel campuran, jadi aja kereta bisnis (K2) hilang dari sana dan otomatis mengurangi populasi kereta bisnis Bandung dari 30 jadi 26 kereta. Sebelumnya kereta bisnis (K2) udah lebih dulu hilang dari Kereta Api Argo Parahyangan.

Continue reading “Kereta Bisnis Bandung Dalam Data”

Sungai Cimanuk Garut: Arus Deras, Banjir dan Cerita Mistis

Sungai Cimanuk Garut adalah salah satu spot yang bakal dilewatin Kereta Api Bandung Garut, termasuk Kereta Api Lodaya. Sungai Cimanuk Garut banjir nyaris selalu menghiasi berita tiap musim hujan tiba. Tak hanya itu banyak pula cerita mistis Sungai Cimanuk Garut yang bermuara di Laut Jawa. 

SUNGAI CIMANUK GARUT ARUS DERAS BANJIR DAN CERITA MISTIS.

Selain di jalur utara, Sungai Cimanuk juga bakal dilewatin kereta api via jalur selatan Jawa Barat alias Priangan Timur sebelum masuk Stasiun Cibatu (CB). Tak terkecuali Kereta Api Bandung Garut yang berhenti di Stasiun Cipeundeuy (CPD), diantaranya Kereta Api Lodaya.

Di satu sisi, Sungai Cimanuk mungkin nggak setenar Sungai Citarum yang notabene terpanjang di Jawa Barat dan udah dinobatkan sebagai sungai terkotor di Dunia oleh World Bank. Meski keduanya sama-sama bermuara di Laut Jawa, keduanya beda hulu. Hulu Sungai Cimanuk ada di Pegunungan Mandalagiri Kabupaten Garut, sementara sungai Citarum hulunya di Gunung Wayang Pangalengan, Kabupaten Bandung, yang juga punya Situ Cisanti.

Continue reading “Sungai Cimanuk Garut: Arus Deras, Banjir dan Cerita Mistis”

Kereta Api Ekonomi Bandung Jogja (5): Barisan Para Mantan

Terima kasih kalian barisan para mantan. Sekurang-kurangnya ada 3 (tiga) “mantan” Kereta Api Ekonomi Bandung Jogja: Kereta Api Cisadane, Kereta Api Mutiara Selatan K3 16, dan Kereta Api Lodaya Tambahan K3 18. 

Terima kasih kalian barisan para mantan, potongan lagu The Rain (ft. Endank Soekamti) –band asal Jogja, memang cocok dijadiin ungkapan buat 3 (tiga) kereta api ekonomi Bandung Jogja yang dulu pernah ada dan dinas menghubungkan Bandung dan Bumi Mataram. Di antara 3 itu ada yang udah pensiun, ada yang masih dinas tapi balik lagi ke khitahnya, dan ada yang cuma satu kali sekalian kirim rangkaian.

3 (tiga) barisan para mantan ini pernah menemani duo Kereta Api Pasundan dan Kereta Api Kahuripan yang hingga kini tetap melayani kamu para budget traveler yang liburan ke Jogja. Ditambah lagi Kereta Api Kutojaya Selatan yang transit di Stasiun Kutoarjo (KTA).

Siapa gerangan barisan para mantan tersebut? Yuk disimak:

Kereta Api Bandung Jogja (5): Barisan Para Mantan 1/3

Continue reading “Kereta Api Ekonomi Bandung Jogja (5): Barisan Para Mantan”