Stasiun Tanjung Priok, Pelopor Layanan KRL

Stasiun Tanjung Priok selain punya design unik juga jadi stasiun pertama di Indonesia yang melayani perjalanan KRL. Berbagai kontroversi pernah mewarnai perjalanan hidup bangunan megah ini.

Ngomongin soal KRL Tanjung Priok Kota kayanya kurang lengkap kalo nggak sekalian dibahas seputar Stasiun Tanjung Priok yang posisinya pas banget di depan Terminal Bus Tanjung Priok dan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara. Stasiun ini punya design bangunan yang benar-benar beda sama stasiun peninggalan Belanda lainnya. Terutama dari segi atap.

Kalo kita perhatiin bagian atap stasiun hampir rata-rata sama, tapi nggak di Stasiun Tanjung Priok, dimana atap yang menutupi peron dan 8 jalur kereta api benar-benar lain daripada yang lain. Sekilas mirip sama King Cross Station di London Inggris.

Meski sekarang udah banyak bangunan stasiun KRL Commuter Line yang pake design atap lengkung, terutama stasiun-stasiun baru atau hasil revitalisasi, punya Stasiun Tanjung Priok benar-benar asli dari awal dibangun.

Sejarah Stasiun Tanjung Priok

Stasiun Tanjung Priok asalnya dibangun tahun 1883 persis di atas dermaga Pelabuhan Tanjung Priok. Diresmikan tahun 1885 barengan sama pelabuhan. Stasiun ini dikelola perusahaan negara Staatspoorwegen (SS). Seiring meningkatnya aktivitas maritim, pelabuhan diperluas yang mau nggak mau harus ngorbanin bangunan stasiun Tanjung Priok.

plakatTahun 1914, didepan Halte Sungai Lagoa (sekarang buat aktivitas bongkar muat barang container), dibangun stasiun baru yang lebih megah, arsiteknya Ir. C.W. Koch, dan inilah bangunan Stasiun Tanjung Priok yang sekarang. Mulai dibuka 6 April 1925 barengan sama operasional KRL Tanjung Priok-Mestercornelis (Jatinegara).

Nah, jadi sejarah panjang KRL di Indonesia itu mulainya dari sini, Stasiun Tanjung Priok, dan jalur kereta api pertama yang dielektrifikasi ialah Tanjung Priok-Jatinegara. Sayangnya jalur ini belum lagi dilewatin KRL sejak mulai beroperasi KRL Commuter Line dan malah dilewatin kereta api biasa baik Lokalan (Walahar dan Jatiluhur) sama Kereta Api Barang.

Jalur elektrifikasi pertama itu yang dari Stasiun Ancol belok ke arah Stasiun Rajawali terus sampe ke Jatinegara. KRL terakhir yang lewat situ rute Tanjung Priok-Bekasi biasa pake armada Djoko Lelono 2, kadang KRLI Prajayana.

Belum jelas tipe KRL pertama yang beroperasi dari Tanjung Priok ke Jatinegara itu, tapi menurut sumber yang ada, pemerintah Kolonial Belanda memang pernah datangin 2 rangkaian KRL yakni KRL Westinghouse dan General Electric. Yang jelas Stasiun Tanjung Priok inilah stasiun pertama yang melayani perjalanan kereta listrik (KRL)

Pemborosan dan Stasiun Romusha

Stasiun Tanjung Priok yang sekarang dibangun tahun 1914 zaman Gubernur Jenderal A.W.F. Idenburg (1909-1916), menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok sama Batavia bagian selatan. Asalan pembangunan karena waktu itu daerah Tanjung Priok masih berupa hutan dan rawa-rawa berbahaya sehingga perlu moda transportasi aman, apalagi kalo bukan kereta api.

Begitu bangunan Stasiun Tanjung Priok kelar berbagai kontroversi pun muncul, salah satunya dianggap pemborosan karena jumlah 8 peron nyaris nyamain Stasiun Batavia Centrum (sekarang Jakarta Kota). Sementara rangkaian kereta api kapal kaya jurusan Bandung itu langsung ke dermaga dan nggak manfaatin stasiun baru yang memang jauh dari pelabuhan.

Praktis Stasiun Tanjung Priok cuma melayani perjalanan KRL aja (hampir sama kaya sekarang). Meski punya fasilitas penginapan dan bus feeder ke pelabuhan, masa jaya Stasiun Tanjung Priok di era kolonial ternyata cuma 16 tahun dan mulai pudar saat Bandara Kemayoran mulai dibuka buat penerbangan umum di tahun 1940.

Waktu meletus Perang Dunia ke-2, Stasiun Tanjung Priok mulai terabaikan, malah di era penjajahan Jepang, stasiun ini cuma dipake buat kepentingan perang dan kirim romusha ke luar Jawa. Karena itu boleh dibilang Stasiun Tanjung Priok pernah jadi Stasiun Romusha saat Jepang berkuasa di Indonesia.

Nasib Tragis di Era Millenium.

Memasuki millenium baru lagi-lagi Stasiun Tanjung Priok harus terima kenyataan pahit. Bangunan megah ini mengalami nasib tragis, kondisinya nggak terawat. Atap bangunan banyak yang lepas, kaca dan rangka makin uzur termakan usia karena kurang perawatan. Ditambah lagi peron yang jadi tempat tinggal gelandangan.

Makanya dulu waktu bangunan stasiun dalam kondisi memprihatinkan nggak ada orang yang berani mendekat apalagi masuk ke dalam area stasiun. Jadi tempat tinggal gelandangan jelas image seramlah yang tertanam di benak kita kalo nyebut nama Stasiun Tanjung Priok waktu itu. Belum lagi di sekitarannya juga sangat semrawut.

Kondisi tragis bermula di bulan Januari 2000 waktu stasiun Tanjung Priok nggak lagi melayani naik turun penumpang. Praktis pemasukan dari tiket berkurang dan lama-lama habis bikin PT. Kereta Api waktu itu sewain beberapa area stasiun, misalnya bagian luar buat ekspedisi, agen penjualan tiket Kapal Laut, sampe Money Changer.

Revitalisasi Stasiun Tanjung Priok tahun 2009

9 tahun merana, Stasiun Tanjung Priok mulai direvitalisasi tahun 2009 dan dibenahin. Bangunan fisik stasiun direnovasi besar-besaran, rel dan sinyal elektrik dibetulin sampe akhirnya tanggal 28 Maret 2009 Stasiun Tanjung Priok dibuka lagi dan diresmiin sama Presiden waktu itu, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

bagian-dalam-stasiun-tjp

Stasiun Tanjung Priok mulai melayani penumpang lagi, Kereta Api Lokal Purwakarta rutenya dipindah ke sini begitu juga layanan KRL dibuka lagi untuk rute Bekasi-Tanjung Priok via Rajawali-Pasar Senen pake armada KRL Toei 6000 Palkon a.k.a. Djoko Lelono 2 dan KRLI Prajayana a.k.a. Djoko Lelono 3 melayani kelas ekonomi AC.

Beberapa rangkaian kereta api jarak jauh (KAJJ) kaya Kereta Api Kertajaya sama kereta api Brantas mulai jalan dari Stasiun Tanjung Priok. Per 1 November 2014, stasiun keberangkatan awal KAJJ tersebut dipindah lagi ke Stasiun Pasar Senen karena Stasiun Tanjung Priok rencananya dipake buat stasiun barang.

Begitu juga layanan KRL Ekonomi AC Bekasi-Tanjung Priok dihapus barengan sama dimulainya era KRL Commuter Line Jabodetabek tahun 2011. Rencananya KRL jurusan Tanjung Priok diberangkatin dari Stasiun Jakarta Kota tapi karena jalurnya belum siap jadi cuma sampe Stasiun Kampung Bandan aja.

Stasiun Tanjung Priok baru ngelayanin keberangkatan KRL Commuter Line 21 Desember 2015 pake armada KRL Kfw buatan PT.INKA Madiun, penerusnya KRLI Prajayana a.k.a. Djoko Lelono 3 yang sebelumnya sempet mampir di sini waktu masih dinas sebagai KRL Ekonomi AC Bekasi-Tanjung Priok, gantian sama Toei 6000 Palkon a.k.a. Djoko Lelono 2.

Tanggal 9 Februari 2016, rute Kereta Api Lokal Purwakarta dan Kereta Api Lokal Cikampek dipindah ke Stasiun Tanjung Priok. Kereta Api Lokal Purwakarta ini cikal bakalnya Kereta Api Walahar Ekspres, sementara Lokal Cikampeknya jadi Kereta Api Jatiluhur Ekspres.

Saat ini Stasiun Tanjung Priok udah rame lagi sama aktivitas naik turun penumpang. Meski cuma melayani perjalanan KRL Commuter Line, Kereta Api Walahar Ekspres dan Kereta Api Jatiluhur Ekspres. Belum jelas sampe kapan Kereta Api Walahar Ekspres dan Kereta Api Jatiluhur bablas ke sini.

Mengingat pernah ada wacana dua kereta api lokalan itu bakal dipotong rutenya jadi cuma sampe Stasiun Cikarang aja karena KRL Commuter Line udah beroperasi sampe Stasiun Cikarang.

Objek Wisata Sejarah

Nah buat kamu yang pengen berwisata, Stasiun Tanjung Priok bisa kamu jadiin salah satu tujuan wisata. Stasiun yang dibangun tahun 1914 ini bisa jadi objek wisata sejarah. Selain punya bangunan yang unik, di masa lalu keberadaannya jadi bukti kalo sistem transportasi umum di era kolonial itu benar-benar terintegrasi.

Stasiun ini dulunya pernah punya fasilitas penginapan, ya hampir mirip sama Hotel Transit di Stasiun Gambir atau Anggrek Lounge di Stasiun Jogjakarta Tugu sekarang. Posisinya yang nggak jauh dari pelabukan jadi sambil nunggu keberangkatan kapal laut penumpang bisa istirahat dulu di penginapan tersebut.

Nggak hanya itu, di Stasiun Tanjung Priok juga ada bunker atau ruang bawah tanah. ini sempat jadi kontroversi waktu stasiun direvitalisasi dan mulai dioperasikan lagi tahun 2009. Bunker ini memang jadi bagian dari bangunan stasiun dimana tujuan dibangunnya bunker nggak lain buat memperlancar pengiriman hasil bumi.

Karena kondisinya terendam air dan udah lama nggak dipake, meski nggak begitu susah buat akses, bunker ini sekarang ditutup demi keamanan dan keselamatan. Ke mana arah bunker di Stasiun Tanjung Priok memang masih ditelusuri, tapi kalo refer ke tujuan dibikinnya buat apa, bunker ini mengarah ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Cuma kelihatannya itu nggak berlangsung lama, toh masa kejayaan stasiun ini juga cuma 19 tahun dan mulai redup waktu Bandara Kemayoran mulai dibuka, karena setelah itu Stasiun Tanjung Priok lebih banyak melayani perjalanan KRL secara stasiun ini jadi pelopor layanan KRL.

Di moment-moment tertentu juga sering dijalanin Kereta Wisata Djokotop, dua gerbong tua Djoko Kendil ditarik Lokomotif Listrik ESS 3200 a.k.a, sang legenda si Bon-Bon. Meski udah modifikasi pake suku cadang KRL Rheostatik. KRL Wisata ini ngambil rute dari Stasiun Jakarta Kota (JAKK) ke Stasiun Tanjung Priok (TJP), ngikutin pink line.

Bedanya si Bon Bon lebih buat wisata sejarah (murni kereta wisata) dan nggak rutin dinas layaknya KRL Commuter Line (termasuk KRL Tanjung Priok Kota). Secara Stasiun Jakarta Kota termasuk bagian dari Kawasan Kota Tua dan bangunan cagar budaya yang punya sejarah panjang. Sama kaya Stasiun Tanjung Priok.


REFERENCES

Hikayat Jalur Kereta Api Listrik di Indonesia. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150928130906-269-81365/hikayat-jalur-kereta-api-listrik-di-indonesia/

Kisah Bunker Stasiun Tanjung Priok yang Tembus hingga Pelabuhan. Kompas.Com. http://megapolitan.kompas.com/read/2015/11/25/06332681/Kisah.Bunker.Stasiun.Tanjung.Priok.yang.Tembus.hingga.Pelabuhan

KRL Commuter Line. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/KRL_Commuter_Line

Menguak Bunker Peninggalan Belanda di Stasiun Tanjung Priok. Detik.Com. https://news.detik.com/berita/3284860/menguak-bunker-peninggalan-belanda-di-stasiun-tanjung-priok

Stasiun Jakarta Kota. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Jakarta_Kota

Stasiun Tanjung Priok. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Tanjung_Priok

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: