Posted on

Stasiun Semarang Tawang, Mahakarya Mr.Sloth Blowboer, Pintu Masuk Semarang

Dirancang arsitek Belanda, Mr. Sloth Blowboer, Stasiun Semarang Tawang (SMT) dibangun buat gantiin Stasiun Samarang NIS yang sering kerendem air rob. Kini jadi pintu masuk utama Kota Semarang via jalur kereta api. Semua kereta api jarak jauh berhenti di sini, kecuali Kereta Api Jayabaya. 

Masalah banjir air rob dari Laut Jawa di Kota Semarang ternyata bukan sekarang-sekarang ini aja. Persoalan ini ternyata udah dari zaman pemerintahan Kolonial Belanda. Salah satu yang sering jadi korban banjir air rob ialah Stasiun Samarang NIS, stasiun kereta api pertama di Indonesia yang dibangun 18 Juni 1864, menghubungkan Semarang sama Tanggung via Halte Alastua dan Brumbung.

Dinilai nggak lagi memadai, pemerintah Kolonial Belanda lewat perusahaan swasta NIS/NISM (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij) mulai jajakin pembangunan stasiun baru. Kampung Tawang dipilih buat lokasi. Stasiun baru tersebut dirancang sama arsitek Belanda, Mr. Sloth Blowboer dan dikasih nama Stasiun Semarang Tawang, mengacu ke kampung Tawang tempat didirikannya stasiun tersebut pada 29 April 1911.

Stasiun Semarang Tawang mulai beroperasi tanggal 1 Juli 1914 menggantikan stasiun Samarang NIS. Meski demikian stasiun lama waktu itu masih tetap beroperasi sebatas buat bongkar muat barang. Stasiun ini melayani perjalanan kereta api jurusan Solo dan Jogja dengan lebar spoor 1.433 mm. Seiring pembangunan jalur kereta api Semarang-Surabaya via Cepu, Stasiun Semarang Tawang juga melayani perjalanan kereta api untuk lebar spoor 1.067 mm.

Stasiun Semarang Tawang, Mahakarya Mr. Sloth Blowboer, Pintu Masuk Semarang

Awalnya Stasiun Terminus.

Sama kaya Stasiun Samarang NIS, Stasiun Semarang Tawang (SMT) dioperasikan perusahaan kereta api swasta, NIS/NISM (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij). Stasiun ini merupakan stasiun tujuan akhir alias stasiun terminus untuk rangkaian kereta api dibawah operator NIS jurusan Solo, Jogja, Surabaya, hingga Malang.

Dulu kota Semarang memang punya keunikan, yakni punya 3 stasiun terminus. Selain Stasiun Semarang Tawang (NIS), masih ada Stasiun Semarang Poncol punya SCS/SCSM (Samarang Cheribond Stroomtram Maatschappij) dan Stasiun Semarang Jurnatan dibawah operator SJS/SJSM (Samarang Joana Stroomtram Maatshappij) untuk lintasan trem jurusan Demak, Kudus sampe Rembang, lebar spoor 1.000 mm.

Itulah kenapa dulu antara Stasiun Semarang Tawang (SMT) sama Stasiun Semarang Poncol (SMC) itu relnya nggak nyambung. Ternyata keduanya sama-sama terminus dan beda operator. Stasiun Semarang Poncol (SMC) operatornya SCM melayani perjalanan kereta api dari Semarang ke Tegal, Cirebon, sampe Kadipaten.

Baru di masa penjajahan Jepang (1942-1945) Stasiun Semarang Tawang (SMT) dan Stasiun Semarang Poncol (SMC) tersambung rel kereta api. Malah itu satu-satunya jalur kereta api peninggalan Jepang yang sampe sekarang masih aktif dan jadi jalur utama

Peran Stasiun Semarang Tawang di Masa Kemerdekaan Indonesia.

Stasiun Semarag Tawang (SMT) punya peran penting dan strategis di masa kemerdekaan Indonesia. Tercatat 2 rangkaian KLB berangkat dan datang di stasiun ini.

Pertama KLB  jurusan Bandung yang ngangkut para pemuda dengan tujuan lapor ke kantor pusat kereta api di Bandung bahwa semua asset perkeretaapian yang ada di Semarang dan Jawa Tengah udah diambil alih sama pemuda, khususnya Angkatan Muda Kereta Api, 10 September 1945).

Akhir Oktober 1945 Presiden Sukarno dan Setneg Gafar Pringgodigdo naik KLB nyampe Stasiun Semarang Tawang (SMT) buat perundingan gencatan senjata pasca pertempuran 5 hari di Semarang. Sebelumnya kru Stasiun Semarang Tawang gerak cepat pindahin 15 unit lokomotif dari Stasiun Semarang Poncol ke Kedungjati.

Pintu Masuk Utama Kota Semarang

Kini, Stasiun Semarang Tawang (SMT) jadi pintu masuk utama Kota Semarang via jalur kereta api. Semua kereta api jarak jauh dari Jakarta dan Bandung jurusan Surabaya dan Malang berhenti di sini. Begitu juga kereta api jurusan Stasiun Solo Balapan (SLO) dan sejumlah rangkaian kereta api lokal kaya Kereta Api Blora Jaya, Kereta Api Ambarawa Ekspres, Kereta Api Maharani, sampe Kereta Api Kedungsepur.

Cuma Kereta Api Jayabaya yang nggak berhenti di sini. Kereta Api Jayabaya melayani rute Jakarta Pasar Senen-Malang via Surabaya Pasar Turi berhentinya di Stasiun Semarang Poncol (SMC).

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.