Stasiun Plered, Akses ke Gunung Parang

Di Gapeka 2017, Stasiun Plered jadi pemberhentian kereta api Serayu 215 dan 216. Meski dianggap nggak efisien. Padahal inilah akses paling dekat menuju Gunung Parang. Objek wisata Purwakarta yang lagi nge-hits.

Physically, orang nganggap Kereta Api Serayu 215 dan 216 di Gapeka 2017 terlalu banyak berhenti. Salah satu pemberhentiannya ialah Stasiun Plered, sebuah stasiun kecil di Kabupaten Purwakarta. Selama ini kita kenal Plered sebagai tempatnya kerajinan keramik.

stasiun-plered-akses-ke-gunung-parang

Misalnya baru-baru ini di Instagram ada penumpang Kereta Api Serayu yang komen ngapain juga harus berhenti di Stasiun Plered, karena nyaris nggak ada penumpang yang naik dari sini. Kalo di Stasiun Purwakarta, karena berhenti disitu lumayan lama, banyak penumpang Kereta Api Serayu yang naik turun di sini.

Gunung Parang

Saat ini Kabupaten Purwakarta memang lagi berkembang pesat. Banyak tempat-tempat wisata baru di sana yang selama ini kita nggak begitu kenal. Kalo Waduk Jatiluhur itu sih dari dulu juga udah terkenal dan udah lama jadi destinasi wisata andalan Purwakarta. Orang lebih mengenal Purwakarta sebagai kota transit.

Salah satu tempat wisata yang baru itu dan lagi nge-hits sekarang ialah Gunung Parang. Gunung Parang terletak di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.

Gunung ini punya ketinggian 934 meter, nggak tinggi-tinggi amat sih, sama Gunung Manglayang aja masih kalah. Tapi jalur pendakiannya nggak bisa dianggap enteng. Meski dibawah 1000 meter, jalur ke puncak gunung Parang ekstrem banget. Track-nya didominasi jalur bebatuan, licin dan vertikal. Belum lagi jurang menganga.

Memang ada alternatif lain buat ke puncak Gunung Parang, yakni via Ferrata atau lewat tangga besi kaya rock climbing. Jadi selain dipasangin tali pengaman, kita bisa manjat tangga besi itu sampe ke puncak. Ini juga sama ekstremnya sama jalur pertama. Jadi cuma yang nggak phobia sama ketinggian yang bisa muncak di sini.

Meski jalurnya ekstrem, Gunung Parang kini jadi objek wisata nge-hits di Kabupaten Purwakarta. Ya, mungkin karena ada sensasi rock climbing itu, secara Gunung Parang itu sendiri gunung batu andesit tertinggi di Indonesia, nomor 2 di Asia dan masuk 10 besar tebing alam tertinggi di dunia. Jadi ketenarannya udah mendunia.

Sebelum naik ke Gunung Parang, mau pendakian biasa atau rock climbing via Ferrata, kita bakal singgah di Saung Badega Parang, disinilah pintu masuk Gunung Parang dan memang disiapin khusus buat para pengunjung gunung andesit tersebut.

Tempat ini biasanya rame setiap weekend jadi bagusnya sih booking aja dulu. Untuk sensasi rock climbing via Ferrata-nya sendiri dikasih kuota 3 kloter dimana masing-masing kloter maksimal 20 orang dengan biaya Rp 100.000,00. Kalo mau climbing perorangan kena tarif Rp 150.000,00.

Naik Kereta Api Serayu, Lokal Cibatuan atau Lokal Purwakarta-Cicalengka?

Balik ke Stasiun Plered, kereta api Serayu jadi satu-satunya Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) yang singgah disini. Selebihnya stasiun yang masuk Daop 2 Bandung ini cuma melayani lokalan kaya Kereta Api Lokal Cibatuan dan KA Lokal Purwakarta Cicalengka.

Kira-kira mana yang recommended, semua tergantung rencana keberangkatan kamu ke Gunung Parang atau sekedar jalan-jalan di Plered lihat-lihat kerajinan keramik. Kalo mau ke Gunung Parang sih misalnya kamu dari Bandung, bagusnya naik Lokal Cibatuan aja dan baliknya naik KA Lokal Purwakarta Cicalengka.

Dari segi ongkos, lokalan jelas jauh lebih murah, adapun kereta api Serayu tarifnya dipatok flat Rp 67.000,00 belum termasuk biaya admin. Boleh aja sih kalo kamu pengen naik Kereta Api Serayu, mungkin pengen lebih cepat sampe. Tapi buat ke Gunung Parang paling kamu bisa ngelakuin pendakian sore atau sekedar bersunset ria.

Cuma masalahnya nggak ada kereta lagi yang singgah di Stasiun Plered setelah maghrib, jadi mau nggak mau kamu harus naik dari Stasiun Purwakarta, masih bisa nguber Kereta Api Argo Parahyangan keberangkatan jam 21.39 WIB. Kalo yang dari Stasiun Plered paling arah Purwakarta naik KA Lokal Purwakarta-Cicalengka itu ada malam.


REFERENCES

Badega Gunung Parang Purwakarta, Rock Climbing Tertinggi ke-2 di Asia. ZonaLibur.Com. http://zonalibur.com/badega-gunung-parang-purwakarta-rock-climbing/

Inilah Gunung Parang. Gunung Dengan Jalur Via Ferrata Pertama di Indonesia. YukPiknik.Com. http://www.yukpiknik.com/destinasi/gunung-parang/

Rock Climbing Via Ferrata di Badega Parang, Gunung Parang – Purwakarta, Jawa Barat. Wisata Keindahan Alam Indonesia. http://www.yudilestari31.com/2016/02/rock-climbing-via-ferrata-di-badega.html


 

Leave a Reply

%d bloggers like this: