Posted on

Stasiun Maswati dan Kota Raya Walini

Stasiun Maswati di kompleks PT. Perkebunan Nusantara VIII Kebon Panglejar saat ini jadi salah satu akses menuju bakal Kota Raya Walini, yang juga bakal jadi TOD Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Kalo dari arah Jakarta, posisi Stasiun Maswati itu ada sebelum kita masuk Terowongan Sasaksaat, terowongan kereta api aktif terpanjang di Indonesia saat ini, adapun kalo dari Bandung setelah lewat terowongan baru ketemu sama stasiun kecil yang satu ini.

Stasiun Maswati sekarang memang cuma melayani perjalanan Kereta Api Lokal Cibatuan sama KA Lokal Purwakarta-Cicalengka aja, selebihnya paling untuk persilangan sama persusulan Kereta Api Argo Parahyangan dan Kereta Api Serayu.

Rencananya, seiring pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung dan Kota Raya Walini, stasiun Maswati bakal dikembangin. Pastinya nanti ukurannya nggak lagi kaya sekarang yang cuma stasiun kecil kelas 3. Ya, bisa jadi stasiun besar, secara Kota Raya Walini rencananya dijadiin pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat yang baru.

Di Tengah Kebon Panglejar.

Posisi Stasiun Maswati boleh dibilang agak lumayan terpencil karena ada di tengah-tengah Kebon Panglejar, salah satu perkebunan teh punya PT. Perkebunan Nusantara VIII yang salah satu produk unggulannya Teh Walini.

Jadi kalo kamu mau main ke sini kebetulan lagi nggak naik kereta api, mau nggak mau harus masuk komplek Kebon Panglejar di Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat. Lebih enak memang naik kereta api karena stasiun ini sekarang melayani perjalanan Kereta Api Lokal Cibatuan sama KA Lokal Purwakarta-Cicalengka.

Stasiun Maswati terletak di ketinggian 499 mdpl, di Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Stasiun ini punya 3 jalur, satu jalur lacu (Spoor-2) dan dua jalur simpan atau spoor badug (Spoor-1 dan Spoor-3). Sebelah utara stasiun ini ngarah ke Stasiun Rendeh, Purwakarta sampe Jakarta.

Kalo ke arah selatan pastinya kita akan masuk Terowongan Sasaksaat, terus Stasiun Sasaksaat, Cilame, Padalarang, Cimahi hingga Stasiun Bandung, dan seterusnya.

Rencana Pengembangan Stasiun Maswati dan Kota Raya Walini

Saat ini di areha Kebon Panglejar lagi dibangun Kota Raya Walini, kaya kota mandiri baru, bersamaan sama proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. Sebenarnya sih rencana pembangunan Kota Raya Walini itu udah lama, jauh sebelum ada proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung yang menimbulkan pro kontra.

Rencananya Kota Raya Walini bakal jadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat yang baru. Jadi nantinya ibukota provinsi Jawa Barat bukan lagi Bandung tapi bakal pindah ke sini. Selain itu di Kota Raya Walini bakal dibangun taman hiburan, kompleks pemukiman mulai apartemen sampe pemukiman khusus para pekerja.

Nah kebetulan ada proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung yang dibangun sejajar sama Tol Cipularang saat ini dan Kota Raya Walini jadi salah satu stasiun pemberhentian atau yang disebut Transit Oriented Development (TOD) Walini. Nantinya di TOD bakal ada transportasi lanjutan berupa Bus Rapid Transit (BRT).

Pembangunan Kota Raya Walini tentu bakal ngasih dampak positif buat Stasiun Maswati, secara posisinya ada di Kebon Panglejar. Stasiun ini jadi salah satu akses menuju Kota Raya Walini, selain Kereta Cepat Jakarta Bandung tentunya, sama Jalan Tol Cipularang yang sekarang lagi dibikin exit gate buat ke situ.

Bisa jadi bangunan Stasiun Maswati kelak nggak akan sama kaya bangunan sekarang. Pastinya bakal dibikin lebih modern dan kebagian layanan Bus Rapid Transit (BRT) Kota Raya Walini juga.

Sama rangkaian kereta api jarak jauh kaya Kereta Api Argo Parahyangan, Kereta Api Serayu, Kereta Api Ciremai Ekspres dan Kereta Api Harina yang sekarang bablas langsung (kecuali disilang) bakal berhenti di Stasiun Maswati baru sebagai bagian dari Kota Raya Walini.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.