Stasiun Cisomang Riwayatmu Kini

Dulu jadi salah satu tempat persinggahan Kereta Api Lokal Cibatuan, tapi sejak double track antara Stasiun Plered dan Stasiun Cikadondong beroperasi, nggak ada lagi aktivitas naik turun penumpang ataupun persilangan di sini. Statusnya pun downgrade dari Stasiun jadi Halte.

Stasiun Cisomang, atau sekarang namanya berubah jadi Halte Cisomang sejak Desember 2014, adalah bangunan stasiun yang terletak di Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Masuk dalam pengelolaan PT. KAI Daop 2 Bandung.

Waktu double track belum dibangun, Stasiun Cisomang punya 2 jalur, satu jalur lacu dan satunya lagi jalur simpan buat persilangan atau susulan. Memang nggak ada kereta api jarak jauh (KAJJ) yang berhenti di sini dan waktu itu Kereta Api Lokal Cibatuan jadi satu-satunya yang punya jadwal keberangkatan dan kedatangan dari sini.

Tapi sayang, sejak PT. KAI Daop 2 Bandung operasikan double track Plered-Cikadondong bulan Desember 2014 nggak ada lagi aktivitas naik turun penumpang di Stasiun Cisomang. Kereta Api Lokal Cibatuan juga nggak lagi berhenti di sini. Statusnya sendiri turun kelas atau downgrade jadi Halte Cisomang.

Fungsi Halte di jalur kereta api sejatinya bisa buat naik turun penumpang, tapi nggak ada otoritas buat naik turun penumpang (kecuali Halte Paledang Bogor yang jadi titik keberangkatan Kereta Api Pangrango ke Sukabumi karena difungsiin buat bantu Stasiun Bogor yang udah nggak nampung lagi karena padat aktivitas KRL Commuter Line).

Selain itu ada juga halte yang fungsinya cuma buat pos pengawasan perjalanan kereta api, kaya Stasiun Andir di Bandung. Stasiun ini memang belum kena downgrade jadi halte tapi udah nggak ada lagi layanan turun naik penumpang yang dipindah ke Stasiun Ciroyom. Nah mungki Halte Cisomang fungsinya sekedar buat pengawasan aja.

Bagus Tapi Merana

Bangunan Halte Cisomang (dulu Stasiun Cisomang) masih terbilang bagus meski udah nggak ada lagi aktivitas naik turun penumpang, tapi merana karena nggak ada satu pun rangkaian kereta api yang singgah di sini. Baik itu Kereta Api Lokal Cibatuan atau Kereta Api Lokal Purwakarta-Cicalengka. Semuanya dibablasin.

Kondisi kamar kecil (toilet) di Halte Cisomang boleh dibilang sangat memprihatinkan. Kabar terakhir udah dipenuhi lumut. Nggak ada aktivitas penumpang disitu bikin toilet jadi nggak terawat maka jangan heran kalo pada akhirnya lumut pada tumbuh di situ. Sementara lantai stasiun dipenuhi debu dan peron mulai tumbuh rumput.

Kalopun ada peralatan yang masih berfungsi di Halte Cisomang (Stasiun Cisomang) itu persinyalan elektrik sistem blok. Maka dari itu karena masih ada instrumen sinyal yang berfungsi baik, Halte Cisomang sekarang lebih buat pengawasan aja, bukan penumpang. Ya semoga buat seterusnya ya, nggak terlantar kaya Stasiun Sadang (nanti dibahas sendiri InSyaaAlloh).

Akses ke Jembatan Cisomang

Halte Cisomang (Jembatan Cisomang) jadi akses paling dekat ke Jembatan Cisomang yang posisinya ada di sebelah selatan. Jembatan ini adalah jembatan kereta api tertinggi di Asia Tenggara, ukuran 100 meter diukur dari bagian atas jembatan sampe ke dasar sungai Cisomang.

Kalo kita naik kereta api Argo Parahyangan atau Kereta Api Serayu pasti bakal lewat jembatan ini dan di sebelah kiri dari Jakarta (atau kanan dari Bandung) ada bangunan jembatan lagi yang udah nggak berfungsi. Nah, itulah bangunan Jembatan Cisomang lama peninggalan Belanda, sementara yang dipake sekarang itu Jembatan Cisomang baru.

Jembatan ini jadi spot hunting favorite buat fotografi Kereta Api (Railway Photograph). Selain itu juga sering dipake klub pecinta alam buat kegiatan panjat tebing. Cuma kalo sekarang mau ke sana karena nggak ada lagi Kereta Api berhenti di Stasiun Cisomang, kita bisa turun di Stasiun Plered  atau Stasiun Cikadondong, lanjut naik moda transportasi lain ke Stasiun Cisomang.

Leave a Reply

%d bloggers like this: