Stasiun Ciroyom dan Sinyal Mekanik

STASIUN-CIROYOM-DAN-SINYAL-MEKANIK-1

Stasiun Ciroyom (CIR) jadi satu-satunya stasiun di lintas barat yang masih pake sinyal mekanik. Ini terbilang unik karena semua stasiun di sini semuanya udah elektrik. Bahkan sampe ke Jakarta.

Inilah keunikan lain dari stasiun yang dulunya gudang ini. Posisi tanggung jelas karena dekat banget ke Stasiun Bandung (BD). Ada di sinyal masuk malah. Kalo mau dibandingin ya seperti Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan di Jogja. Dekat banget.

Uniknya Stasiun Ciroyom justru dekat sama Pasar Ciroyom dan Jatayu. Belum lagi alun-alun Cicendo yang belum lama diresmikan. Makanya jangan heran kalo stasiun ini nyaris nggak pernah sepi walaupun cuma melayani KA Lokal Bandung Raya.

Posisi nggak kalah strategis dari Stasiun Bandung jadi satu keunikan. Namun ada keunikan lain dari stasiun Ciroyom. Apalagi kalo bukan sinyal mekanik.

Stasiun Ciroyom, The One and Only

Bisa dibilang Stasiun Ciroyom merupakan satu-satunya stasiun di lintas barat yang pake sinyal mekanik. Seperti kita tau, lintas barat dari Bandung ke Padalarang hingga Jakarta semuanya udah elektrik. Nggak ada lagi yang pake mekanik.

STasiun Ciroyom dan Sinyal Mekanik 1
Sinyal keluar Stasiun Ciroyom (CIR) ke arah Andir (AND) yang pake mekanik. Foto: Arifa A.R.

Begitupula di Padalarang-Cikampek yang masih banyak single track-nya. Semua udah elektrik. Bahkan Stasiun Gadobangkong (GK) yang lebih tepat disebut halte pun pake sinyal elektrik. Maka dari itu keberadaan sinyal mekanik bisa dibilang keunikan tersendiri di sini.

Cuma inilah yang bikin kita bertanya-tanya. Kenapa stasiun ini nggak disamain aja sama yang lain dari sisi sistem persinyalannya? Jadi pake sinyal elektrik? Bisa jadi beberapa hal berikut jadi alasan stasiun ini beda sama yang lain:


Punya Jalur Khusus arah Stasiun Bandung (BD) dan Andir (AND)

Ternyata Stasiun Ciroyom punya jalur khusus yang membentang dari Stasiun Bandung (BD) hingga Stasiun Andir (AND). Jalur ini terpisah dari jalur utama menuju Jakarta. Sinyal masuk Stasiun Bandung jelas udah elektrik bahkan sejak tahun 1960-an.

Contoh ilustrasi sinyal mekanik. Foto: M. Akhmal Sabian.

Begitupula Stasiun Andir (AND) yang kini cuma berfungsi sebagai rumah sinyal. Sama pake elektrik juga. Nah khusus yang masuk dan keluar Stasiun Ciroyom lah pake sinyal mekanik. Jalur khusus ini cuma dilewati satu kereta, KA Lokal Bandung Raya.

Karena itu dianggap lebih efisien pake mekanik ketimbang elektrik. Sekali lagi jalurnya khusus mulai dari Bandung hingga Andir. Stasiun ini berada di tengah-tengah petak khusus tersebut.

Cuma Melayani KA Lokal Bandung Raya

Boleh jadi inilah alasan lain dibalik keberadaan sinyal mekanik di stasiun Ciroyom. Apalagi kalo bukan layanan tunggal KA Lokal Bandung Raya. Meski ada juga stasiun lain yang juga cuma melayani komuter urang Bandung ini. Tapi sinyalnya udah elektrik, terutama lintas barat.

Dipotongnya rute KA Cianjuran sejak 2010 akhirnya membuat stasiun ini jadi hanya melayani KA Lokal Bandung Raya. Nah untuk jalurnya sendiri yang di petak khusus itu masih single track.

KA Lokal Bandung Raya satu-satunya layanan di Stasiun Ciroyom (CIR). Foto: Muhammad Ghaniy dan M. Akhmal Sabian. 

Dengan frekuensi belum sebanyak KRL Commuter Line, penggunaan sinyal mekanik dinilai masih cocok. Bahkan bisa membuat stasiun ini unik di saat semua stasiun yang ada di lintas barat pake sinyal elektrik.

Terpisah dari Jalur Utama.

Kalo ditelusuri lebih lanjut, sadar atau nggak stasiun ini ternyata terpisah dari jalur utama Padalarang – Kasugihan. Jalur yang biasa dipake lewat KAJJ atau selain KA Lokal Bandung Raya ternyata nggak lewat stasiun. Melainkan terpisah dari stasiun.

Ditambah lagi sinyal bloknya langusng Bandung-Andir tanpa melewati Ciroyom. Makanya itu penggunaan sinyal mekanik dinilai lebih efisien dibanding elektrik.

3 alasan di atas boleh jadi penyebab keunikan Stasiun Ciroyom yang pake sistem sinyal mekanik. Penyebab pastinya sih belum tau percis ya. Jadi yang disebut di atas itu hanyalah perkiraan atau opini saja.

Kontributor Foto:

Arifa A.R (@arifaar24), Muhammad Ghaniy (@muhamadghaniyfrd2), M. Akmal Sabian (@m.akhmal_s), Dikri Nazaripaldi (@dikrinzrpld0890)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.