Posted on Leave a comment

Si Puongs Buruan Railfans

si-puongs-buruan-railfans-1

Lokomotif CC 206 alias si Puongs kini jadi fenomena tersendiri. Disebut gitu karena suara S.35-nya. Jadi buruan Railfans bahkan sampai muncul istilah Antec Puong

Lokomotif CC 206 mengawali debutnya di Perkeretaapian Indonesia tahun 2013. Di tahun yang sama hampir 99% rangkaian kereta api udah dipasangin AC. Khususnya kereta-kereta lawas seperti kereta bisnis (K2) dan kereta ekonomi (K3) yang dipasang AC Split sebagai ganti kipas.

Di tahun itu pula mulai berlaku ketentuan 100% sesuai kapasitas. Kecuali di beberapa rangkaian kereta api lokal yang masih membolehkan 150% dari kapasitas, termasuk Kereta Api Lokal Bandung Raya.

Semula lokomotif CC 206 alias si Puongs diproyeksikan untuk menarik kereta barang dan kontainer. Karena loko jenis ini punya kemampuan buat narik kereta barang bahkan dengan rangkaian panjang tanpa harus double traksi.

Rata-rata si Puongs dialokasikan di Pulau Jawa. Di Sumatera masih ada lokomotif CC 205 yang sama-sama bertenaga besar karena biasa dinas babaranjang.

Si Puongs Dinas Kereta Penumpang Jarak Jauh

Namun dalam perjalanannya si Puongs justru lebih sering menarik kereta penumpang, terutama kereta eksekutif (K1) argo. Salah satu yang sering dibawa CC 206 ialah Kereta Api Argo Parahyangan. Tahun 2013 sebagian KA Gopar masih ditarik lokomotif CC 201 dan CC 203. Tenaganya yang besar membuat CC 206 bisa dinas di jalur ekstrem dan pegunungan seperti Daop 2 punya.

Di Daop 2 Bandung sendiri Dinas Kereta Api Argo Parahyangan (Bandung-Gambir PP). CC 206 biasa bawa rangkaian kereta api ini: Kereta Api Argo Wilis, Lodaya, Malabar, Mutiara Selatan, dan Turangga.

Ada yang unik di Daop 2 Bandung. Sampai dengan tahun 2015 Kereta Api Argo Wilis masih setia ditarik sprinter CC 203. Baru setahun kemudian Raja Selatan ini mulai sering dibawa si Puongs. Padahal kelasnya masih diatas Kereta Api Malabar, Kereta Api Lodaya dan Kereta Api Turangga. Ketganya duluan ditarik lokomotif CC 206.

Kereta Api Mutiara Selatan malah di pertengahan tahun 2016 baru mulai rutin dibawa CC 206. Itu setelah perpanjangan rute ke Stasiun Malang (ML). Mantan raja selatan ini juga sempat jadi kereta api ekonomi plus. Sayang nggak berlangsung lama karena K3 16 keburu diprotes. Sejak itu Kereta Api Mutiara Selatan selalu dibawa CC 206.

Dinas Kereta Api Lokal Bandung Raya

Nah ada lagi kejadian paling unik bahkan boleh dibilang nyeleneh. Ini terjadi di bulan Desember 2018 kemarin menjelang Nataru. Tepatnya di tanggal 23 Desember 2018. Saat itu ada Kereta Api Lodaya Tambahan yang memang biasa dinas di musim-musim padat seperti Lebaran dan Nataru. Rangkaiannya masih mild steel dan pastinya ada kereta bisnis (K2).

Entah bagaimana ceritanya, Kereta Api Lodaya baik reguler atau tambahan kan biasa ditarik si Puongs. Tapi di musim Nataru kemarin Kereta Api Lodaya Tambahan malah ditarik sprinter CC 203. Memang bukan cerita baru sih. Dulu saat masih dibawah Daop 2 Bandung, Kereta Api Lodaya rutin ditarik CC 203 (kadang CC 201). Sebelum kebagian CC 206.

Setelah kebagian CC 206, Kereta Api Lodaya nyaris selalu ditarik CC 206. Kalopun nggak dan balik lagi ke CC 203 itu lebih karena kehabisan CC 206. Kadang CC 203 BD diasistensi ke Dipo lain misalnya buat kebutuhan dinas kereta barang dan lainnya. Cuma di 23 Desember 2018 kemarin situasinya benar-benar unik.

Kereta Api Lodaya Tambahan ditarik CC 203 95 06 BD. Si Puongs malah narik Kereta Api Lokal Bandung Raya yakni CC 206 13 60 BD. Aneh memang karena seharusnya si Puongs tarik Kereta Api Lodaya Tambahan. CC 203 95 06 BD (sprinter)-nya di Kereta Api Lokal Bandung Raya seperti hari-hari biasa.

Kejadian di tanggal 23 Desember 2018 memang benar-benar luar biasa dan nyeleneh. Entah gimana kok bisa ketuker begitu. Si Puongs harusnya dinas Kereta Api Lodaya sementara si Sprinter dinas Kereta Api Lokal Bandung Raya seperti biasa. Lebih jelas tentang si Puongs Tarik Kereta Api Lokal Bandung Raya bisa dibaca di sini

Antec Puong

Di kalangan Railfans Indonesia, nggak sedikit yang menjadikan si Puongs sebagai idola. Ini bisa diliat dari CC 206 yang selalu jadi buruan saat hunting foto, video hingga cinematic. Entah sendirian ataupun dinas lagi bawa kereta api penumoang atau kereta api barang. Intinya loko bertenaga besar ini wajib ada di gallery.

Nah fenomena seperti ini memunculkan satu istilah yang disebut Antec Puong. Antec disini maksudnya pecinta dan masih dalam konotasi yang positif, bukan negatif. Karena menyukai sesuatu termasuk si Puongs selama masih dalam batas wajar. Antec Puongs juga bisa dikasih ke mereka yang di gallery-nya ada sekitar 90% atau bahkan 100% si Puongs. Baik lagi dinas hingga langsiran.

Terus gimana ya respon mereka yang dapat sebutan Antec Puong? Kebanyakan dari mereka sih biasa-biasa aja. Karena itu tadi wajar aja menyukai sesuatu. Termasuk lokomotif si Puongs yang mulai dinas di Indonesia pada tahun 2013. Saat ini CC 206 berjumlah 100 unit tersebar di Daop (Jawa) dan Divre (Sumatera).

Tapi ada aja sih yang menjuluki seseorang Antec Puongs dengan tujuan untuk bercanda dan sejenisnya. Boleh jadi yang nyebut itu nggak mengutamakan si Puongs setiap hunting tapi liat temannya yang galery di dominasi si Puongs jadilah dia sebut temannta Antec Puong.

Gimanapun itu si Puongs kini jadi bagian dari armada lokomotif Kereta Api Indonesia. Terutama untuk KAJJ kelas komersial (kecuali Kereta Api Kertajaya dan Tawang Jaya) dan kereta barang.


Kontributor Foto:

Muhammad Erlangga Sulistyono (@erlanggasulistyono)

View this post on Instagram

Lokomotif CC 206 adalah lokomotif diesel elektrik terbaru milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) buatan General Electric Transportation, Amerika Serikat. Lokomotif ini memiliki 2 bogie dengan konfigurasi C-C (Co'Co'), yaitu 3 buah roda penggerak di setiap bogie-nya. Perbedaan dengan lokomotif diesel elektrik GE lainnya dengan jenis yang sama adalah lokomotif ini memiliki 2 kabin masinis di ujung muka dan belakang seperti halnya lokomotif di Eropa pada umumnya. Lokomotif CC 206 diperuntukkan untuk angkutan barang dan penumpang di Pulau Jawa, sedangkan di Sumatera Selatan lokomotif ini diperuntukkan khusus untuk angkutan barang. Lokomotif CC 206 lebih canggih dibandingkan lokomotif GE sebelumnya, dengan tenaga lebih besar dan tingkat emisi gas buang lebih rendah. Mengingat berat lokomotif ini 90 ton dengan beban gandar sebesar 15 ton, maka jalur rel di Jawa juga disesuaikan untuk mengakomodir lokomotif ini. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 🚩 JPo sta Bandung 📆 29 Desember 2018 📷 Canon Powershoot A810 ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ #keretaapikita #kai121_ #keretaapi #CC206 #GE #keretaapiindonesia #rfkac681 #huntingkereta #railfansindonesia #indonesianrailwayphotography #fotokeretakita #fotosepurdaop2 #railfansdaop2indonesia #galerirailfans #indonesianrailfans #railfansenthusias #galerirailfans #galerisepurindonesia #camerarailfans #daop2 #lensarailfans #sukafotokereta #hobifotokereta #potretsepurindonesia #manganturunyepur

A post shared by Muhammad Erlangga Sulistyono (@erlanggasulistyono) on

Setiap foto yang berhasil di repost di Instagram @pecandukereta berkesempatan untuk ditampilkan di situs resmi Lodaya Bandung. Pastinya supaya bisa di post di sini haruslah karya sendiri dan bukan foto bajakan.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.