Posted on

Sejarah Kota Bandung dan Kereta Api Indonesia

sejarah-kota-bandung-dan-kereta-api-indonesia

Kota Bandung kini berusia 208 tahun, begitu juga Kereta Api Indonesia menginjak 73 tahun. Hari ulang tahun keduanya cuma selang 2 hari. Kereta Api sendiri punya peran penting buat Bandung dan sekitarnya. 

Jangan bayangin Bandung sekarang sama dulu, jauh banget. Sebelum rame dan jadi tempat tujuan wisata kaya sekarang Bandung nggak lebih dari desa kecil di wilayah Priangan. Meski begitu punya potensi ekonomi tinggi karena daerah ini penghasil teh dan kina. Pembangunan jalan raya pos oleh Daendles tahun 1808 disusul jaringan kereta api tahun 1884 punya pengaruh buat perkembangan Bandung hingga jadi kaya sekarang.

Sejarah Kota Bandung (Singkat).

Dikutip dari Portal Kota Bandung (portal.bandung.go.id), Kota Badung tidak berdiri bersamaan dengan pembentukan Kabupaten Bandung. Kota itu dibangun dengan tenggang waktu sangat jauh setelah Kabupaten Bandung berdiri. Kabupaten Bandung dibentuk pada sekitar pertengahan abad ke-17 Masehi, dengan Bupati pertama tumenggung Wiraangunangun. Beliau memerintah Kabupaten bandung hingga tahun 1681.

Semula Kabupaten Bandung beribukota di Krapyak (sekarang Dayeuhkolot) kira-kira 11 kilometer ke arah Selatan dari pusat kota Bandung sekarang. Ketika kabupaten Bandung dipimpin oleh bupati ke-6, yakni R.A Wiranatakusumah II (1794-1829) yang dijuluki “Dalem Kaum I”, kekuasaan di Nusantara beralih dari Kompeni ke Pemerintahan Hindia Belanda, dengan gubernur jenderal pertama Herman Willem Daendels (1808-1811).

Untuk kelancaran menjalankan tugasnya di Pulau Jawa, Daendels membangun Jalan Raya Pos (Groote Postweg) dari Anyer di ujung barat Jawa Barat ke Panarukan di ujung timur Jawa timur (kira-kira 1000 km). Pembangunan jalan raya itu dilakukan oleh rakyat pribumi di bawah pimpinan bupati daerah masing-masing.

Di daerah Bandung khususnya dan daerah Priangan umumnya, Jalan Raya pos mulai dibangun pertengahan tahun 1808, dengan memperbaiki dan memperlebar jalan yang telah ada. Di daerah Bandung sekarang, jalan raya itu adalah Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Asia Afrika – Jalan A. Yani, berlanjut ke Sumedang dan seterusnya.

Untuk kelancaran pembangunan jalan raya, dan agar pejabat pemerintah kolonial mudah mendatangi kantor bupati, Daendels melalui surat tanggal 25 Mei 1810 meminta Bupati Bandung dan Bupati Parakanmuncang untuk memindahkan ibukota kabupaten, masing-masing ke daerah Cikapundung dan Andawadak (Tanjungsari), mendekati Jalan Raya Pos.

Rupanya Daendels tidak mengetahui, bahwa jauh sebelum surat itu keluar, bupati Bandung sudah merencanakan untuk memindahkan ibukota Kabupaten Bandung, bahkan telah menemukan tempat yang cukup baik dan strategis bagi pusat pemerintahan. Tempat yang dipilih adalah lahan kosong berupa hutan, terletak di tepi barat Sungai Cikapundung, tepi selatan Jalan Raya Pos yang sedang dibangun (pusat kota Bandung sekarang).

Alasan pemindahan ibukota itu antara lain, Krapyak tidak strategis sebagai ibukota pemerintahan, karena terletak di sisi selatan daerah Bandung dan sering dilanda banjir bila musim hujan.

Sekitar akhir tahun 1808/awal tahun 1809, bupati beserta sejumlah rakyatnya pindah dari Krapyak mendekali lahan bakal ibukota baru. Mula-mula bupati tinggal di Cikalintu (daerah Cipaganti), kemudian pindah ke Balubur Hilir, selanjutnya pindah lagi ke Kampur Bogor (Kebon Kawung, pada lahan Gedung Pakuan sekarang).

Tidak diketahui secara pasti, berapa lama Kota Bandung dibangun. Akan tetapi, kota itu dibangun bukan atas prakarsa Daendels, melainkan atas prakarsa Bupati Bandung, bahkan pembangunan kota itu langsung dipimpin oleh bupati.

Dengan kata lain, Bupati R. A. Wiranatakusumah II adalah pendiri (the founding father) kota Bandung. Kota Bandung diresmikan sebagai ibukota baru Kabupaten Bandung dengan surat keputusan tanggal 25 September 1810.

Kereta Api Bandung Pertama

Setelah Kota Bandung berdiri satu-satunya akses cuma Jalan Pos Daendles, dengan moda transportasi yang ada saat itu tentu makan waktu yang lumayan lama. Bahkan bisa sampe 1-2 hari. Jalan Pos Daendles dari Batavia ke Bandung lewat Buitenzorg (Bogor), kawasan Puncak, Cianjur, melewati Jembatan Rajamandala di atas Sungai Citarum hingga masuk ke wilayah Bandung Raya.

Kereta Api sendiri baru ada di Indonesia tahun 1863 dan justru dimulai dari Semarang ke arah Solo hingga Jogjakarta. Untuk priangan sendiri baru mulai ada di tahun 1881, itu juga jalurnya cuma Buitenzorg ke Batavia. Jadi jarak antara berdirinya Bandung sama kereta api pertama di Indonesia itu 53 tahun. Adapun yang jadi operator kereta api pertama ialah NIS (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij), perusahaan swasta Belanda.

Pembangunan jalur kereta api dari Buitenzorg ke Bandung baru dikerjakan tahun 1871 dan selesai tahun 1884, dimana jalur kereta api pertama dari Batavia ke Bandung (jalur kereta api Batavia Bandung) lewat Sukabumi-Cianjur, dimana jalur ini juga melewati Terowongan Lampegan, terowongan kereta api pertama di Indonesia.

Pembangunan jalur kereta api Bandung selesai tanggal 17 Mei 1884 dan dibuka untuk umum. Nggak hanya itu, jaluurnya juga sambung sampe ke Stasiun Cicalengka bulan Juni 1884. Jalur kereta api Bandung-Cicalengka mulai operasional 10 September 1884.

Jadi kesimpulannya Kereta Api Bandung pertama hadir di 17 Mei 1884, dimana pada tanggal itu jalur udah mulai dibuka untuk umum. Meski jaluurnya terbilang jauh dibanding sama jalur Purwakarta yang baru dibangun awal abad ke-20.

Dengan demikian, keberadaan Kereta Api sangat membantu pembangunan dan perkembangan Kota Bandung. Bukan lagi desa terpencil, bahkan tanggal 1 April 1906, Bandung mulai diakui sebagai gemeente (kota) oleh Gubernur Jenderal J.B. Van Heuzt, 22 tahun setelah si ular besi pertama kali menapakkan rodanya di kota dengan julukan Paris Van Java ini.

Hari ulang tahun Kota Bandung dan Kereta Api Indonesia yang jaraknya cuma 2 hari bukan sekedar kebetulan semata. Karena sejatinya keduanya saling melengkapi. Nggak bisa dipungkiri lagi, Kereta Api punya peran penting dalam perkembangan kota Bandung hingga kini. Bahkan sekarang dengan semakin macetnya jalan raya, kereta api kembali dilirik sebagai moda transportasi ke Bandung.

 photo sejarah kota bandung dan kereta api indonesia_zpswiea5wey.jpg

Daftar Pustaka

Bandung Aktual. 2015. Sejarah Kota Bandung: Asal Usul Nama “Bandung”https://www.bandungaktual.com/2015/03/sejarah-kota-bandung-asal-usul-nama.html

BandungTimur.Net –Lestarikan Budaya dan Bahasa Sunda. 2015. Asal Muasal dan Sejarah Berdirinya Kota Bandunghttps://www.bandungtimur.net/2015/05/asal-mula-dan-sejarah-berdirinya-kota-bandung.html

Mulyana, Agus. 2017. Sejarah Kereta Api Priangan. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Portal Resmi Kota Bandung. 2015. Sekilas Sejarah Kota Bandunghttps://portal.bandung.go.id/sekilas-sejarah-kota-bandung

 

Catatan:

Tulisan ini harusnya di post tanggal 25 September 2018 kemarin, pas di Hari Ulang Tahun Kota Bandung ke 208. Cuma karena kita semua masih dalam suasana duka akibat Tragedi GBLA yang menewaskan Haringga Sirla, Supporter Persija Jakarta, akibat dikeroyok sejumlah Oknum Bobotoh Persib. Semoga ke depan nggak ada lagi korban akibat sepakbola. Yuk kita hentikan segala rivalitas tidak sehat dan kelewat batas. 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.