Advertisements

Sayonara KA Pangandaran 1000

Sayonara KA Pangandaran 1000 karena mulai Senin 1 Juli 2019 berlaku tarif normal. Kereta eksekutif dibanderol Rp 100.000,00 adapun Premium Rp 50.000,00

Berakhir sudah masa-masa naik kereta komersial cuma seharga masuk Toilet Mall BIP. Selama 6 bulan lamanya Sang Raja Priangan mematok harga promo sangat murah tersebut. Terutama untuk koridor Bandung-Banjar PP. Berlaku di semua kelas.

Sementara untuk Gambir-Banjar PP tiketnya Rp 150.000,00 kereta eksekutif dan Rp 110.000,00 premium. Harga yang sama dengan KA Argo Parahyangan Bandung-Gambir. Murahnya harga tiket menjadikannya banyak dibanjiri peminat.

Awal dinas KA Pangandaran 2 Januari 2019. Sejatinya kereta ini merupakan pengembangan dari KA Argo Parahyangan. Khususnya KA Argo Parahyangan Premium dan KA Argo Parahyangan Tambahan. Karena peminat tinggi akhirnya coba diperpanjang sampe ke Banjar.

Terlebih udah banyak permintaan supaya ada kereta dari Jakarta yang langsung ke Banjar. Selama ini wargi Priangan Timur cuma ada satu pilihan ke ibukota, KA Serayu.

Sayonara KA Pangandaran 1000 Dimulai Penumpang Ghaib

Masa dinas perdana di bulan Januari 2019 tenyata nggak mulus-mulus amat. Tiket Rp 1000 ditambah kemudahan booking online via KAI Access ternyata melahirkan penumpang Ghaib. Tiket KA Pangandaran ludes sampe akhir bulan. Apakah benar-benar ludes?

Sayonara KA Pangandaran 1000
KA Pangandaran di Stasiun Cibatu (CB). Mulai Senin 1 Juni 2019 berlaku tarif Normal Rp 100.000 (eksekutif) dan Rp 50.000 (premium).

Secara fisik memang ludes, tapi bertolak belakang sama kenyataan di lapangan. Gerbong kereta terlihat kosong melompong. Bahkan cuma diisi dua orang. Itu artinya banyak yang asal booking tapi nggak mau naik. Jadilah penumpang yang butuh nggak bisa naik sama sekali.

PT. KAI Daop 2 Bandung akhirnya rubah kebijakan nggak lagi melayani booking online. Tiket KA Pangandaran hanya bisa dibeli langsung (Go Show) di Loket Stasiun 3 jam sebelum keberangkatan. Ketentuan ini mulai berlaku di awal Februari 2019.

Perubahan pola pemesanan tiket memang sedikit menyelesaikan masalah. Penumpang yang butuh banget akhirnya bisa naik KA Pangandaran. Tapi apakah masalah selesai sampai di sini?

Sayonara Fasilitas Rusak dan “The Power of Emak-Emak”

Ternyata nggak juga. Antrian pemesan tiket KA Pangandaran seringkali mengular sampe keluar stasiun. Seolah mengingatkan kita pada zaman Jahiliyyah ketika belum ada sistem booking online. Lebih-lebih di weekend. Dapat aja udah alhamdulillah. Oke satu masalah antrain panjang.

Kedua murahnya harga tiket ternyata nggak dibarengi sama kepedulian menjaga fasilitas kereta. Terutama kereta eksekutif. Memang sih nggak salah mau menikmati kereta eksekutif seharga permen. Tapi kalo nggak bisa jaga fasilitas sama aja bohong atuh.

Banyak sekali terjadi fasilitas kereta yang rusak. Sekali waktu pernah ada yang menduduki meja. Entah meja lipat atau meja buat minuman. Terus ada lagi yang bikin footrest rusak. Belum lagi yang muntah sembarangan dan buang air kecil di janitor.

Ketiga emak-emak. Lho kok emak-emak jadi sebab? Kenyataannya memang begitu. Bukan menghina lho ya, tapi selama harga tiket KA Pangandaran 1000 kita seringkali berhadapan dengan The Power of Emak-Emak.

Contoh aja si emak menduduki kursi yang sudah sah jadi milik kita. Giliran diminta pindah malah melawan dengan 1000 alasan. Udah mah naik kereta 1000an pake 1000 alasan pula buat ngelawan kita yang lebih berhak atas kursi itu.

Nggak jarang emak-emak itu juga naiknya rombongan. Sampe serombongan bisa ngomelin kita. Padahal udah jelas si emak itu yang salah. Nah kalo udah kasus kaya gini nggak ada cara lain selain mengadu ke petugas CS On Train.

Biasanya petugas akan membantu kita walaupun dianya juga nggak bisa menghadapi The Power Of Emak-Emak. Pastinya kita akan ikuti arahan si petugas. Ini sama halnya dengan “sing waras ngalah”.

Nah sekarang kita udah ucapkan Sayonara KA Pangandaran 1000. Ini sekaligus Sayonara Fasilitas Rusak dan The Power of Emak-Emak.

Harga Tiket KA Pangandaran Normal dan Bisa di Booking Online

Harga Tiket KA Pangandaran mulai 1 Juli 2019 berlaku tarif normal. Berikut rinciannya (berlaku untuk sebaliknya):

  • Bandung – Banjar = Rp 100.000,00 (Eksekutif) dan Rp 50.000,00 (Premium)
  • Bandung – Gambir = Rp 150.000,00 (Eksekutif) dan Rp 110.000,00 (Premium)
  • Banjar – Gambir = Rp 250.000,00 (Eksekutif) dan Rp 160.000,00 (Premium)

Harganya boleh melonjak tapi ada sisi positifnya. Selain fasilitas dan ketertiban penumpang bisa lebih terjaga. Tiket KA Pangandaran juga bisa dibooking online via KAI Access maupun aplikasi booking online lainnya. Sebelumnya kan cuma yang Banjar-Bandung-Gambir PP aja yang bisa.

Nah sekarang di semua rute udah bisa booking online. Promo? Biasanya provider Booking Online suka sediain Promo. Walaupun nggak akan semurah di Semester 1, kita tetap bisa nikmati promo. 10% juga lumayan kok.

Advertisements

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: