Advertisements
Home > Blog > Railfans Update > Save Railfans Indonesia (SRI) dan Pembajakan Foto

Save Railfans Indonesia (SRI) dan Pembajakan Foto

Save Railfans Indonesia (SRI) pertama kali dibentuk karena ada kasus pembajakan foto. Namun siapa sangka justru sekarang tengah dikembangkan jadi sebuah komunitas. Terutama untuk mengakomodasi railfans diluar Daop 2 Bandung.

Save Railfans Indonesia (SRI) mulai dibentuk September 2018. Dilatarbelakangi keberadaan sebuah akun IG bernama @railfans_sejati_ . Akun itu diketahui telah membajak sejumlah foto. Bukan cuma dibajak, tapi juga dikasih caption ngasal. Jelas membuat sebagian besar Railfans geram akan tingkah lakunya.

Karena itulah 6 orang yang terdiri dari 5 Railfans dan 1 Bismania mengkampanyekan Stop Bajak Foto (SBF). Diawali dari Instagram grup kemudian berlanjut ke WhatsApp Group. Di WA beberapa railfans dari sejumlah grup dan komunitas pun diundang. Dari sini juga kemudian ide UPMO (Ulangan Para Master Online) muncul.

Munculnya UPMO sebetulnya hanya untuk menindak si pemilik akun @railfans_sejati_. Gara-gara bajak foto, caption ngawur, si pemilik akun juga mengaku dirinya sebagai seorang Master Railfans dari Sumberlawang (Daop 6 Yogyakarta). Namun dalam perjalanannya banyak yang ikut menjawab. Hingga terjadi kontroversi sampai akhirnya dihentikan.

Itu juga nggak lepas dari admin @railfans_sejati_ sebagai target utama udah jawab soal. Hasilnya ketahuan dan belum bisa diakui sebagai master apalagi mahamaster.

Dari SBF ke Save Railfans Indonesia (SRI)

Apakah SBF cuma gerakan anti pembajakan foto kereta api dan bis? Nyatanya nggak, justru seiring berjalan waktu sejumlah pengacau pun ikut ditangani. Tentunya di kalangan Railfans sudah sangat familiar dengan sosok Dara Ayu yang suka maksa jadi admin. Begitu dikasih jabatan itu langsung grup “dibubarkan sepihak”.

save railfans indonesia

Kasus itupun masuk dalam penanganan SBF. Begitu juga kasus-kasus serupa. Hingga para pendiri pun menilai nama SBF sudah kurang relevan dengan realita yang ada. Wong nggak cuma tangangi pembajakan foto. Akhirnya SBF pun dirubah jadi Save Railfans Indonesia (SRI).

Pendirian Save Railfans Indonesia (SRI) diprakarsai oleh sejumlah WhatsApp Group. Termasuk didalamnya Lodaya Bandung yang waktu itu mewakili Grup Para Pecandu Kereta (PPK). Disinilah awal terjadinya ikatan antara Lodaya Bandung, PPK dan SRI.

Ketika transisi dari SBF ke SRI, UPMO masih berjalan. Bahkan yang ikut ngerjain soal malah makin banyak. Sementara target utama belum kena. Meski pada akhirnya dapat juga dan UPMO pun dihentikan. Itu juga gara-gara terjadi kontroversi di kalangan railfans lain. Mereka merasa keberadaannya meresahkan. Misal lewat ungkapan “Railfans kok pake ujian”.

Alhamdulillah lepas dari kontroversi UPMO, SRI tetap berjalan. Sampai akhirnya para pendiri mulai berpikir untuk menjadikannya sebuah komunitas Railfans.

Save Railfans Indonesia (SRI) Akomodasi Luar Daop 2

Kini Save Railfans Indonesia (SRI) tengah gencar melaksanakan rekrutmen anggota baru. Tak hanya itu, sejumlah WhatsApp Group pun masuk dalam binaannya seperti Komunitas Sepur Indonesia (KSI), Railfans Enthusiast, Sepur Fans Indonesia (SFI), hingga Salam Satu Sepur Indonesia (SSS.ID).

Lantas dimana posisi Lodaya Bandung dan Para Pecandu Kereta (PPK)? Dalam lingkup SRI, Lodaya Bandung masuk Korwil Daop 2 (SRI Daop 2). Meski turut mendirikan SRI, namun fokus Lodaya Bandung hanya di Daop 2. Cakupan wilayahnya mulai dari Cibungur dan Gandasoli, hingga berakhir di Banjar. Penentuan anggota dari posisi stasiun terdekat.

Nah karena keterbatasan itulah tugas SRI untuk mengakomodasi railfans di luar Daop 2 Bandung. Adapun Para Pecandu Kereta (PPK) dipromosikan menjadi sub-komunitas Lodaya Bandung (SRI Daop 2). Dengan posisi itu jelas bukan lagi sekedar “warga binaan” tapi juga jadi bagian.

Sebenarnya masih ada satu lagi yakni Kedung Sepur Railfans Edu (KSR EDU) di Daop 4 Semarang. Itu juga bagian dari SRI. Sama halnya dengan Lodaya Bandung, KSR EDU fokus di Daop 4 Semarang. Makanya jadi SRI Daop 4.

Save Railfans Indonesia (@save_railfans_indo)

Advertisements

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: