Sang Pelopor Kereta KRL Jalita a.k.a Tokyu 8613F

Kereta KRL Jalita alias KRL Tokyo 8613F jadi yang pertama dibeli sama PT. KAI Commuter Jabodetabek sekaligus pake logo “Commuter Line”. Sayang karena ulah manusia juga Sang Pelopor kini harus istirahat selamanya di Stasiun Cikaum.

Buat mimin Kereta KRL Jalita jadi yang kedua punya banyak memory setelah KRL Ekonomi Jabodetabek. KRL Jalita jadi teman setia mimin wara wiri ke Bogor buat ketemuan sama dosen pembimbing waktu bikin skripsi dulu, di tahun 2008-2009. Terutama setelah nggak ada lagi bus dari Cawang UKI ke Baranangsiang Bogor.

Karena naik bus makin ribet, harus ke Kampung Rambutan atau Pulo Gadung (dulu terminal Pulo Gebang belum ada), KRL jadi pilihan paling bijak buat ke kampus IPB Baranangsiang, dari Stasiun Bogor tinggal naik angkot 03 yang udah stand by ngetem di Jalan Nyi Raja Permas. Sekarang pintu masuk dan keluar disitu udah ditutup, pindah ke Gedung Baru di Mayor Oking.

Keluarga Tokyu 8500 Series

Nama “Jalita” memang baru dikenal saat Kereta KRL Jalita ini dinas di Indonesia. Sejatinya KRL ini udah dinas lama di Jepang sebelum pindah ke sini, termasuk armada KRL bekas Jepang yang udah didatengin dari awal millenium baru. KRL Jalita aslinya punya nama dan tipe KRL Tokyu 8613F termasuk keluaga Tokyu 8500 series.

Sebelum KRL Jalita datang, KRL Tokyu 8500 (bersama Tokyu 8000) udah dinas di Indonesia, dibeli sama PT. KAI Divisi Jabotabek. Kebanyakan KRL Tokyo 8000 dan KRL Tokyu 8500 dinas sebagai KRL Ekspres dan KRL Ekonomi AC di jalur Jakarta Kota / Tanah Abang-Bogor sama Jakarta Kota/Tanah Abang-Bekasi.

Khusus di jalur Jakarta Kota-Bogor KRL jenis ini ada juga yang dinas sebagai KRL Semi Ekspres. Dari tampilannya, KRL Tokyu 8000 sama KRL Tokyu 8500 nggak ada bedanya, cuma di tahun pembuatannya aja.

KRL Tokyo 8000 buatan Tokyu Car 1970, selama di negeri Sakura dinas di Tokyu Omaichi Line dan Toyoko Line dibawah operator Tokyu Corporation. Masa dinas KRL Tokyu 8000 di negara asalnya berakhir tahun 2005 dan setelahnya mulai dinas di Jabodetabek.

KRL Tokyu 8500 ini bisa dibilang “adeknya” Tokyu 8000. Mulai produksi tahun 1975 di pabrik yang sama, Tokyu Car, selama di Jepang dinas di Tokyu Denentoshi Line. Jadi jalur Tokyu 8000 sama 8500 ini dibawah Tokyu Corporation yang berbasis di Shibuya.

KRL Tokyu 8500 secara bertahap mulai datang ke Indonesia tahun 2006 sebanyak 3 rangkaian (8604F, 8608F, 8611F), 2 rangkaian tahun 2007 (8607F, 8610F) dan rangkaian terakhir tahun 2009 yakni 8613F. Inilah trainset yang kita kenal KRL Jalita, sang pelopor rangkaian KRL yang dibeli sama PT. KRL Commuter Jabodetabek.

Sebagain “sang pelopor” KRL Jalita juga jadi yang pertama pake logo “Commuter” dan livery khas KRL Commuter Jabodetabek (KCJ) warna merah kuning. Awalnya bagian muka kabin masinis diwarnain ungu terus diganti sesuai warna khas KCJ, merah kuning.

Jalita: Jalur Lintas Jakarta

Nah sekarang pertanyaannya “apa itu jalita?” Hmm, mimin waktu pertama liat juga nggak tau, tapi belakangan baru tau kalo Jalita itu singkatan dari Jalur Lintas Jakarta. Berarti KRL ini sama kaya Ciliwung Blue Line dong yang waktu itu dinasnya khusus di wilayah DKI Jakarta doang? Nge-loop dari Jatinegara ke Manggarai?

Ternyata nggak, KRL Ciliwung Blue Line tetap setia pake armada KRLI Prajayana, adapun KRL Jalita lebih banyak dinas di jalur Jakarta Kota (JAKK)-Bogor (BOO) atau sekarang red line. Waktu KRL Jalita pertama kali dinas, rute KRL belum disederhanain kaya sekarang, secara KRL Ekonomi Jabodetabek sendiri masih dinas.

KRL Jalita banyak didinasin sebagai KRL Ekonomi AC, kadang-kadang juga jadi Pakuan Ekspres, tergantung kebutuhan sih. Tapi setelah PT.KAI mulai terapin sistem “single class” dan meniadakan KRL Ekspres di 2011, KRL Jalita ikut masuk jadi bagian dari armada KRL Commuter Line menemani KRL Ekonomi Jabodetabek yang masih tetap setia.

Berakhir di Stasiun Cikaum

Sayang masa dinas “Sang Pelopor” akhirnya harus selesai tahun 2014 atau cuma 6 tahun setia wara-wiri di lintasan Jabodetabek. Padahal sejatinya jenis KRL Tokyu 8500 ini, termasuk kereta KRL Jalita, termasuk salah satu seri KRL terbaik di Jepang. Kenapa bisa berhenti dinas di Indonesia?

Alasannya lagi-lagi ketiadaan suku cadang. Ya maklum karena trainset ini termasuk uzur juga, buatan tahun 1975. Kalo dihitung sebetulnya lebih tua setahun daripada KRL Rheostatik batch-1 bikinan 1976 dan mulai dinas di tahun yang sama. Tapi si Rheos batch-1 malah dinasnya 37 tahun. Baru di 2013 pensiun dan dirucat di Stasiun Purwakarta.

Selain suku cadang langka, kelakuan penumpang juga yang bikin KRL Jalita harus pensiun. Karena selama KRL Jalita dinas, stasiun masih belum sepenuhnya steril. Atapers masih ada aja secara KRL Ekonomi Jabodetabek baru pensiun semua tahun 2013. Karena KRL Jalita sering dinas sebagai ekonomi AC, nggak heran kalo sering juga dijejalin penumpang.

Mereka yang jejalin KRL Jalita melebihi kapasitas angkut maksimal sampe berani ngeganjel pintu dan naik ke atap juga. Karena keseringan diganjel itulah pintu kereta jadi nggak awet dan cepat rusak. Susah dibetulin sementara suku cadangnya langka akhirnya nggak ada pilihan lain selain harus dirucat.

Stasiun Cikaum dipilih jadi tempat peristirahatan terakhir Sang Pelopor. KRL Jalita memang udah nggak dinas lagi, tapi kita masih sering lihat “kembaran Jalita” wara-wiri di Jabodetabek saat ini. Ya, karena KRL Tokyu 8500 livery-nya udah diganti semua jadi merah kuning khas KRL Commuter Indonesia (KCI).

Buat mimin pribadi, nggak ada kalimat yang pas selain ucapan Terima Kasih banyak udah nemenin masa-masa perjuangan ngadepin dosen pembimbing lagi ngerjain skripsi dulu. Hmm, harusnya masuk ya ke ucapan terima kasih di skripsi tambahin satu lagi “KRL Jalita a.k.a. Tokyu 8613F”. Okay, “Arigatou Gozaimas, selamat beristirahat dengan damai, kawan.”

Video 1: KRL Jalita (Tokyu 8613F) di Stasiun Depok Baru, dinas sebagai KRL Ekonomi AC jurusan Jakarta Kota (JAKK)

Video 2: KRL Jalita (Tokyu 8613F) dirucat di Stasiun Cikaum


REFERENCES

Akan Ku Kejar Jalita Sampai Cikaum… Naik Apa Yak?? Railway Enthusiast Digest. http://www.re-digest.web.id/2015/12/akan-ku-kejar-jalita-sampai-cikaum-naik.html

Alviansyah. 2016. KRL Jalita “Kembali” Lagi? Alviansyah’s Blog. https://alviansyahkuswidyatama.wordpress.com/2016/04/01/krl-jalita-kembali-lagi/

KRL Jepang (Masih) Merajai Jabodetabek. Majalah KA edisi 95, Juni 2014

KRL Tokyu Seri 8000 dan 8500 di Indonesia. Majalah KA edisi 34, Mei 2009

KRL Wednesday: Tokyu seri 8500 – 8613F (JALITA). KAORI Nusantara. https://www.kaorinusantara.or.id/newsline/52420/krl-wednesday-tokyu-8513f-jalita

Loh, Jalita Bangkit dari Kubur? Railway Enthusiast Digest. http://www.re-digest.web.id/2016/02/loh-jalita-bangkit-dari-kubur.html

Tokyu Corporation. Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Tokyu_Corporation

Leave a Reply

%d bloggers like this: