Rel Mati Stasiun Padalarang (PDL)

Rel Mati Stasiun Padalarang ternyata banyak ditemui. Namun sayang jejak sejarah ini jarang diketahui orang. Padahal dulunya stasiun ini tak kalah besar dari Stasiun Bandung (BD). Bicara jalur non-aktif perhatian bakal lebih tertuju ke Ciwidey maupun Cibatu-Garut.

Ternyata Padalarang banyak menyimpan misteri. Terutama terkait dengan sejarah Perkeretaapian Indonesia, khususnya di tanah Priangan. Selama yang kita tahu, Padalarang pastilah tak bisa lepas dari Stasiun Padalarang (PDL) dan Tiber Padalarang.

Stasiun Padalarang (PDL) merupakan stasiun terbesar di Kabupaten Bandung Barat. Disini titik pertemuan dua jalur Bandung Jakarta. Jalur pertama lewat Cianjur-Sukabumi atau resminya Manggarai-Padalarang. Jalur kedua lewat Cikampek atau Cikampek-Padalarang.

Namun sayang sekarang cuma jalur kedualah yang aktif dan padat lalu lintas kereta api. Terutama penghubung Ibukota dan Kota Kembang yang dilayani KA Argo Parahyangan dan KA Serayu. Belum lagi lokalan seperti KA Lokal Cibatuan dan kereta barang Tanjung Priok-Gedebage.

Adapun jalur pertama masih dalam proses revitalisasi setelah sempat ditutup karena longsor dan rel yang uzur. Jalur tersebut memang sudah aktif. Termasuk lewat Terowongan Lampegan. Tapi baru sampai Ciranjang yang siap beroperasi.

Rel Mati Stasiun Padalarang ternyata banyak ditemui. Namun sayang jejak sejarah ini jarang diketahui orang

Rel Mati Stasiun Padalarang Sejajar Jalur Utama

Namun siapa sangka, Stasiun Padalarang (PDL) kini menyimpan misteri lain. Apalagi kalo bukan Rel Mati. Dulu stasiun ini memang stasiun besar karena pertemuan dua jalur tadi. Nggak cuma itu, semua jalur yang ada pun aktif. Meski sebagiannya dipake angkutan barang.

Nah sebagian jalur tersebut kini non aktif. Bahkan di stasiunnya sendiri cuma 4 jalur yang aktif. Satu jalur lagi dipake untuk menyimpan rangkaian gerbong ballast dan Kereta Plessure. Adapun jalur lainnya sudah mati alias non aktif.

Bekas rel sejajar jalur utama arah spot timur (jembatan tol)
Sisa rel mati yang sejajar jalur utama arah ke spot Timur

Diantara jalur non aktif Padalarang adalah yang sejajar dengan jalur utama. Rel mati ini membentang mulai dari area stasiun hingga mendekati spot Timur dekat jembatan Tol. Kini setelah tak lagi digunakan, rel tersebut beralih fungsi jadi jalan biasa.

Bekas-bekasnya timbul tenggelam. Sisa-sisa peninggalannya banyak ditemukan. Ada bekas tiang, hingga toa masjid yang menggunakan bekas tiang sinyal mekanik.

jejak-jejak sejarah kereta api Indonesia di sekitar Stasiun Padalarang (PDL) hingga menjelang jembatan tol. Mulai bekas rel timbul tenggelam hingga tiang sinyal digunakan toa masjid.

Bekas Sepur Badug dan Pabrik Kertas

Selain di timur yang sejajar jalur utama, rel mati juga banyak ditemukan di sebelah barat Stasiun Padalarang (PDL). Memang masih sejajar dengan jalur utama juga. Salah satunya adalah sepur badug yang jejaknya bisa ditemukan di sekitar bekas JPL.

Adapun rel mati Stasiun Padalarang lainnya ialah yang mengarah ke Pabrik Kertas Padalarang. Dulu pernah ada rel menuju Pabrik Kertas. Namun bekas-bekasnya cenderung tak bisa ditemukan.

Bekas sepur badug bagian dari rel mati stasiun Padalarang. Kali ini di barat.
Bekas sepur badug bagian dari rel mati stasiun Padalarang. Kali ini di barat.
rel mati stasiun padalarang arah ke pabrik kertas
rel mati stasiun padalarang arah ke pabrik kertas

Apakah cukup hanya itu saja? Ternyata belum. Sisa-sisa peninggalan kereta api di masa lalu masih banyak bertebaran di sini. Satu yang bikin sedikit penasaran adalah bekas jembatan kereta api ukuran kecil yang jaraknya sekitar 750 meter dari jalur eksisting.

Rel Mati Stasiun Padalarang. Konstruksi mirip bekas jembatan kereta api.
Rel Mati Stasiun Padalarang. Konstruksi mirip bekas jembatan kereta api.
jika ditelusur jembatan ini searah sisa-sisa rel yang mengarah ke spot timur
jika ditelusur jembatan ini searah sisa-sisa rel yang mengarah ke spot timur
apakah ini juga bekas jembatan kereta api?
apakah ini juga bekas jembatan kereta api?

Apakah itu dulunya memang rel kereta atau gimana? Bisa jadi iya. Karena kalo diukur itu bisa sejajar sama “jalur 3” yang sekarang jadi jalan biasa. Jadi kesimpulannya Padalarang memang nggak cuma Stasiun dan Tiber. Jejak-jejak perkeretaapian pun banyak ditemukan di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.