Railfans dan Transportasi Umum

Selain punya hobby foto kereta api, Railfans punya satu misi yakni pengen masyarakat pindah dr kendaraan pribadi ke transportasi umum. 

Boleh jadi inilah ujian lain dari seorang Railfan. Nggak cukup dibilang kurang kerjaan atau ada kelainan seksual karena hobby foto kereta api, misi railfans yang satu ini mungkin aja bakal jadi cibiran atau bahan ejekan juga. 

Kesadaran menggunakan transportasi umum di masyarakat kita memang masih rendah banget. Terlepas dari kondis sebagian moda transportasi yang jauh dr kata layak. Alasan lebih fleksibel mereka lebih memilih kendaraan pribadi, mobil atau motor. 

Inilah yang pada akhirnya bikin jalan-jalan protokol di kota besar kaya Bandung jadi macet hampir setiap hari. Apalagi kalo udah ketemu weekend atau musim liburan. Macet bisa naik 3x lipat. Didominasi kendaraan asal ibukota Jakarta. 

Sebagian orang sih udah sadar, nggak bawa kendaraan pribadi dan pilih manfaatin Kereta Api Argo Parahyangan atau Kereta Api Serayu. Memang sin itu juga dipengaruhi sama Tol Cikampek yang lagi ada proyek LRT sama Fly Over. 

Akibatnya dua kereta api itu nyaris selalu penuh saban weekend atau liburan tiba. Bandung rupanya masih jadi magnet para pelancong dari ibukota dan kota lainnya di Indonesia. Sekilas misi kita sebagai Railfans berhasil di sini. Pindahin warga ke transportasi umum. 

Kereta Api Lokal Bandung Raya

Cuma satu yang jadi masalah, bisakah kita pindahin mereka yang tinggal di sekitar Padalarang atau Cicalengka untuk memarkir mobil atau motornya di rumah terus pindah ke Kereta Api Lokal Bandung Raya? 

Kalo dilihat sekilas, rata-rata pengguna Kereta Api Lokal Bandung Raya itu masih didominasi kelas menengah cenderung ke bawah. Misalnya yang tinggal di sekitar Stasiun Cimekar atau Rancaekek. Iya disitu banyak cluster dan perumahan kelas menengah. 

Tapi gimana sama mereka yang tinggalnya di daerah elite kaya Summarecon Bandung atau Kota Baru Parahyangan? Secara kedua cluster elite itu nggak begitu jauh ke Stasiun Kereta Api? Summarecon Bandung bisa ke Stasiun Cimekar sementara Kota Baru Parahyangan nggak jauh dari Stasiun Padalarang. 

Mau nggak mereka parkir mobil atau motornya di rumah untuk naik Kereta Api Lokal Bandung Raya? Boleh jadi kebanyakan masih nggak mau. Alasan nggak akan jauh-jauh dari fleksibilitas waktu dan nggak mau terlalu terikat sama jadwal kereta api. Meski yang mau tetap ada. 

Padahal secara umum Kereta Api Lokal Bandung Raya sekarang udah lebih. Rangkaian semuanya pake AC dan ada stop kontak, memang sih kadang ada keterlambatan tapi nggak sampe parah lah. Masih dalam batas toleransi. 

Jadi disinilah letak ujian para Railfans, gimana caranya supaya mereka para penghuni cluster elite itu pindah ke transportasi umum, salah satunya Kereta Api Lokal Bandung Raya. 

Leave a Reply

%d bloggers like this: