Posted on

Produsen Kereta Api Indonesia dari Tahun 1950.

Setelah 34 tahun atau hampir 3 dekade kita tergantung sama kereta import, kini kita boleh bangga karena udah bisa mandiri dalam hal pengadaan rangkaian kereta api. Mulai 1985, PT.INKA jadi produsen kereta api Indonesia.

Pemerintah Indonesia, lewat Djawatan Kereta Api (DKA), mulai revitalisasi sarana dan prasarana Kereta api Indonesia yang hancur akibat Perang Kemerdekaan selama hampir 5 tahun. DI masa revolusi kemerdekaan kita nggak sendirian mengoperasikan kereta api, waktu itu dibawah DKARI (Djawatan Kereta Api Republik Indonesia). Karena di daerah pendudukan Belanda, dioperasikan SS dan VS, dua perusahaan kereta api Belanda.

Perang berkepanjangan mengakibatkan rusaknya sejumlah fasilitas kereta api Indonesia kaya rel dan jembatan kereta api. Di beberapa tempat misalnya jembatan kereta api udah bukan wujud aslinya lagi, ambil contoh Jembatan Serayu di Rewulu atau Jembatan Citarum (non-aktif) di Dayeuh Kolot.

Mulai tahun 1950 semua sarana dan prasarana Kereta Api dibenahi dan direvitalisasi total. Apalagi tahun-tahun itu kondisi jalan raya yang ada nggak begitu bagus, sehingga kereta api diandalin sebagai moda transportasi utama. Setelah semua diberesin, barulah sejumlah armada kereta api baru didatangin. Satu yang paling fenomenal tentu lokomotif diesel electric CC200. Dinas bersama sejumlah lokomotif uap peninggalan Belanda.

Lokomotif aja tentu nggak cukup, karena itu pemerintah lewat DKA juga datangin sejumlah rangkaian kereta baru dari Eropa, misalnya Austria dan Prancis. Kereta-kereta baru itu dikasih kode ABL (kelas 1-2) dan CL (kelas 3). Khusus untuk kereta CL dibagi lagi jadi 2, ada yang AC dan Non-AC. Sementara ABL semuanya ber-AC.

Seiring berjalan waktu dan perubahan manajemen perusahaan kereta api nasional, kran impor kereta api terus ngucur. Sejumlah kereta terus berdatangan dari pabrikan lainnya, misal Nippon Sharyo Jepang, Gorlitz Waggonbau Jerman Timur, Gyor Hungaria, hingga Arad Rumania.

Sedikit catatan di tahun 1960an, kebanyakan kereta diimpor dari Jepang dan Eropa Timur. Kenapa beda sama tahun 1950-an yang semuanya dari Eropa Barat? Alasannya nggak jauh-jauh dari kondisi politik Indonesia saat itu, dimana pemerintah Indonesia lagi dekat banget sama negara-negara blok Timur. Makanya kenapa sebagian angkatan 1960-an itu dari Eropa Timur yang notabene Blok Timur. Kecuali Jepang (waktu itu netral).

Kereta Tidur SAGW dan SBGW di Kereta Api Bima generasi pertama aja berasal dari Blok Timur, pabrikan Gorlitz Waggonbau Jerman Timur. Terus kereta bagasi, kereta pembangkit dan kereta makan buatan 1968 yang masih dinas sampe sekarang juga Blok Timur punya, yakni Gyor Hungaria.

PT. INKA Hadir, Import Berhenti

Sampe tahun 1985 kita masih import kereta api dari luar negeri. Di tahun itu kita kedatangan rangkaian kereta api dari Arad Rumania. Di antara rangkaian yang didatangin dari Rumania ini dinas Kereta Api Bima sekaligus mulai menggeser kereta tidur SAGW. Sayang ternyata kereta import yang satu ini dianggap paling jelek. Selain kereta eksekutif (K1), kereta ekonomi (K3) juga ada yang diimpor dari Arad Rumania, K3 1985.

PT. INKA secara resmi berdiri 18 Mei 1981. Memang begitu berdiri nggak langsung produksi kereta api, secara kita sendiri masih import sampe tahun 1985. Di tahun 1982, PT.INKA baru bikin prorotype kereta penumpang “si belo kuda troya” bernomor CW9X01. Sekilas exterior prototype mirip sama kereta bisnis (K2) di zamannya, tapi interiornya justru kereta ekonomi (K3) dengan kursi rotan khas jaman old.

Cuma yang bedain Prototype “Si belo kuda troya” sama kereta ekonomi (K3) lainnya di formasinya. Kalo K3 umumnya 2-3 berhadapan, nah CW9X01 justru 2-2 berhadapan. Lebih mirip sama kereta ekonomi (K3) angkatan 2010 ke atas yang ber-AC central.

PT. INKA baru produksi kereta buat angkutan penumpang di tahun 1985, dimulai kereta eksekutif (K1). Jadi kalo kamu masih liat ada kereta eksekutif (K1) kode K1 0 85 atau K1 0 86, inilah angkatan pertama yang diproduksi di PT. INKA. Meski beberapa K1 0 86 dikeluhin gara-gara tembok ratapan. Kaya yang dibawa sama Kereta Api Malabar.

Sepanjang tahun 1990-an, khususnya 1991-1995, PT.INKA lebih banyak rehap kereta-kereta impor lama dan baru produksi lagi bikinan sendiri di tahun 1995 seiring launching Kereta Api Argo Bromo (JS 950) dan Argo Gede (JB 250).

Tahun 1996 juga sempat produksi kereta bisnis (K2) meski sekarang mulai jarang keliatan dan justru kereta bisnis (K2) buatan tahun 1978, 1980 dan 1982 sangat dominan. Bahkan ada yang 1966 pernah dibawa Kereta Api Lodaya.

Untuk kereta ekonomi (K3), PT.INKA mulai produksinya tahun 1993 meski masih sebatas rehab kereta-kereta impor angkatan jadul. Baru di tahun 2007 produksi sendiri. Ciri kereta ekonomi (K3) reguler buatan PT.INKA diliat dari livery-nya yang beda sendiri, yakni hijau muda-orange, atau dikenal livery nutrisari. Kereta ini sempat dibawa Kereta Api Malabar, Kereta Api Brantas, dan Kereta Api Sibinuang di Divre II Sumbar.

Begitu juga kereta ekonomi angkatan 2009, K3 09, yang merupakan produksi terakhir PT.INKA untuk kereta ekonomi (K3) reguler kapasitas 106 penumpang. Mulai 2010 ke atas, kereta ekonomi (K3) buatan PT.INKA kapasitas 80 penumpang dengan AC Sentral.

Nah, tahun 1985 jadi akhir ketergantungan Indonesia sama kereta-kereta import dari berbagai negara. Karena setelahnya kita bisa produksi sendiri di PT.INKA bahkan sampe sekarang. Di saat orang pada heboh produk import membanjiri Indonesia, sampe ke jepit rambut yang katanya berasal dari Negeri Tiongkok, kereta api tetap andalin buatan dalam negeri.

Meski baru sebatas kereta penumpang biasa untuk dinas Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ). Karena untuk KRL masih didominasi produk import bahkan bekas dari Jepang. Tapi untuk ke depannya, kita berharap PT.INKA juga bisa memenuhi kebutuhan KRL karena kereta bekas Jepang, kaya JR 205 maupun TM 6000, ada batas pemakaiannya.

Berikut Produsen Kereta Api Indonesia mulai tahun 1950-an sampe sekarang:

Tahun Produsen Kereta Api Keterangan
1950s SG Pauker, Austria

Beynes, France

1964 Nippon Sharyo, Jepang
1965 Esslingen Sp Ag, Jerman

Gyor, Hungaria

Nippon Sharyo, Jepang

1966 Gorlitz Waggonbau, Jerman

Nippon Sharyo, Jepang

Gyor, Hungaria

1967 Gorlitz Waggonbau, Jerman
1968 Gyor, Hungaria Hanya kereta bagasi, kereta makan, kereta pembangkit
1978 Nippon Sharyo, Jepang

Kinki Sharyo, Jepang

GOSA, Yugoslavia

1980-1982 Nippon Sharyo, Jepang

Kinki Sharyo, Jepang

Tokyu Car Corporation, Jepang

Fuji Heavy Industries, Jepang

1984-1985 Arad, Rumania
1985-1986 PT. INKA, Indonesia
1991 PT. INKA, Indonesia Kereta rehab dari berbagai pabrikan. Kereta Eksekutif tahun 64, 86 (rehab dari K3), 80; Bisnis dari kereta tahun 50an)
1993-2005 PT. INKA, Indonesia Kereta ekonomi (K3), rehab dari kereta tahun 1950-an
1995-2002 PT. INKA, Indonesia Kereta eksekutif (K1).

Kecuali 1996, 1999, dan sebagian tahun 2000an.

1996 PT. INKA, Indonesia Kereta eksekutif (K1), rehab dari kereta tahun 1950-an
1996 PT. INKA, Indonesia Kereta bisnis (K2)
1999 PT. INKA, Indonesia rehab dari kereta tahun 60an untuk K1 99, K1 65, K1 0 64 23 dan K1 60an Divre, dan tahun 50an untuk K1 50an
2007 PT. INKA, Indonesia Kereta Ekonomi (K3) livery “Nutrisari”
2008 PT. INKA, Indonesia rehab dari kereta buatan 64, 66, 80, 86 alokasi KA Bangunkarta. Kecuali K1 08 original buatan PT. INKA.
2009 PT. INKA, Indonesia Kereta eksekutif (K1) angkatan 2009, K1 09 dinas Kereta Api Gajayana dan Kereta Ekonomi (K3).
2010 PT. INKA Indonesia rehab dari kereta buatan 66, 82, 86 alokasi KA BIMA dan KLB RI 1. Produksi pertama Kereta Ekonomi (K3) plus kapasitas 80 penumpang dan ber-AC central. Kereta Eksekutif K1 10 Argo Jati
2011 PT. INKA Indonesia Kereta Ekonomi (K3) plus untuk dinasan Kereta Api Gadjah Wong, Railbus Batara Kresna Solo.
2012 PT. INKA Indonesia Kereta Ekonomi (K3) plus untuk Kereta Api Menoreh, Kereta Api Majapahit, Kereta Api Krakatau. Lokomotif CC300. Railbus Sumbar (Mak Buih) dan KRL i9000
2014 PT. INKA, Indonesia Kereta Ekonomi (K3) plus untuk Kereta Api Menoreh II, Kereta Api Jaka Tingkir, Kereta Api Jayabaya. Gerbong Bagasi “CARGO”
2016 PT. INKA, Indonesia Kereta Ekonomi “New Image” (K3 16) dan Kereta Eksekutif (K1 16) masing-masing sebanyak 7 set. Retrofit Kereta Api Argo Bromo Anggrek.
2017 PT. INKA, Indonesia Kereta Ekonomi Premium (K3 17) sebanyak 5 trainset dan 2 trainset Kereta Eksekutif (K1 17). KRL Bandara Soekarno Hatta (K3 1 17)
2018 PT. INKA, Indonesia Kereta Ekonomi Premium (K3 18) dan Kereta Eksekutif “New Image” (K1 18) berbody stainless steel.

Referensi: 

Industri Kereta Api. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Industri_Kereta_Api_(perusahaan)

Kereta Api Bisnis. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_bisnis

Kereta Api Ekonomi. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_api_ekonomi

Random Facts About Indonesian Railway (5). Roda dan Sayap. https://rodasayap.blogspot.com/2016/02/random-facts-about-indonesian-railway-5.html

Skypercity. https://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1600845&page=277

Tentang INKA. Website Resmi PT. INKA. https://www.inka.co.id/corporation/7

 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.