Penomoran Gerbong KA di Indonesia (2): Kereta Api Eksekutif Tanpa Penggerak

Di antara rangkaian gerbong KA di Indonesia yang tanpa penggerak ialah Kereta Api Eksekutif dan variasinya banyak, mulai bikinan tahun 1960-an sampe yang terkini K1 0 16 XX. Tapi yang dibahas disini cuma penghuni Dipo Kereta Api Bandung.

Kereta Api eksekutif tentu udah nggak asing lagi buat kita. Populasinya lumayan banyak lho dan bervariasi juga, mulai rangkaian-rangkaian jadul sampe yang paling baru. Tapi untuk Daop 2 Bandung kebetulan memang belum kebagian rangkaian K1 yang terbaru, meski nantinya juga bakal kebagian.

Saat ini rangkaian gerbong kereta api eksekutif terbaik masih punya Kereta Api Argo Wilis, dan boleh dibilang inilah “the real eksekutif argo” yang masih tersisa sekarang. Jarang banget bawa gerbong bekas eksekutif satwa.

Di saat rangkaian yang lain gerbongnya udah campur aduk, jadi susah bedain mana argo dan mana satwa. Nggak jarang kereta api eksekutif yang sejatinya satwa malah pake rangkaian argo, sebut aja Kereta Api Turangga. Rangkaian campuran pun setali tiga uang.

Biasanya rangkaian gerbong kereta api argo itu buatan tahun 1995 ke atas, itu merujuk ke dua rangkaian eksekutif argo pertama, Kereta Api Argo Bromo dan Kereta Api Argo Gede, yang dilaunching tahun 1995 sebagai hadiah HUT Kemerdekaan Indonesia ke-50. Nah itu artinya dibawah itu boleh jadi satwa.

Untuk penomorannya sendiri, dari sekian banyak rangkaian dan variasinya, kita ambil 3 gerbong aja sebagai sample. Kenapa cuma 3? Ya karena keterbatasan foto juga sih (budget seadanya hehehe……). Tapi ini juga udah cukup ngewakilin kok, mana argo dan mana satwa. Kuy disimak:

A. K1 0 66 12 BD Kereta Api Lodaya

Dari penomorannya udah jelas nggak mungkin lah ini kepunyaan eksekutif argo, secara kereta api Lodaya sendiri statusnya campuran dan kereta api lodaya eksekutif terhitung satwa. Makanya jangan heran kalo sering narik gerbong-gerbong jadul, meski nggak jarang suka bawa gerbong eksekutif mirip argo punya.

penomoran-gerbong-ka-k1-0-66-12-bd

Untuk nomor gerbong yang ada di foto, ini rinciannya:

  • K1 = kelas 1 (eksekutif)
  • 0 = tanpa penggerak (harus ditarik lokomotif)
  • 66 = buatan tahun 1966
  • 12 = nomor urut rangkaian 12
  • BD = punya Dipo Kereta Api Bandung

Rata-rata gerbong kereta api keluaran tahun 1966 kaya yang dipake sama Kereta Api Lodaya eksekutif ini buatan Eropa Timur. Termasuk yang paling elite di zamannya, punya Kereta Api Bima jaman old, itu juga buatan Gorlitz Jerman Timur. So, apakah yang ini bekasnya Bima? Kayanya sih nggak, karena punyanya Bima itu tahun produksinya 1964.

B. K1 0 86 02 BD Kereta Api Argo Parahyangan

Lho kereta api argo kok pake gerbong jadul? Iya memang ini gerbong jadul yang udah diretrofit. Aslinya sih nggak kaya gini, cuma jendelanya aja dibikin kaya pesawat. Nah kebetulan Kereta Api Argo Parahyangan sendiri suka narik gerbong satwa punya, itu kalo gerbong argo-nya lagi dibetulin atau perawatan (PA).

penomoran-gerbong-ka-k1-0-86-02-bd

Terus untuk penomoran gerbong K1 0 86 02 BD ini penjelasannya:

  • K1 = Kelas 1
  • 0 = tanpa penggerak, supaya bisa jalan harus ditarik lokomotif
  • 86 = buatan tahun 1986
  • 02 = nomor urut rangkaian 2
  • BD = punya Dipo Kereta Api Bandung

Sebetulnya sih kalo buatan tahun 1980-an udah mulai diproduksi di dalam negeri, PT.INKA Madiun. Tapi yang import juga masih ada, kaya buatan Arad Rumania, yang disebut-sebut rangkaian paling jelek dalam sejarah kereta api Indonesia. Sedikit info gerbong ini di nomor 1C-nya nggak kebagian jendela alias “tembok ratapan”.

C. K1 0 02 15 Kereta Api Argo Parahyangan. 

Nah kalo yang ini memang asli punya Kereta Api Argo Parahyangan, sebelumnya dipake di Kereta Api Argo Gede. Rangkaian gerbong ini 100% buatan dalam negeri. Waktu masih baru malah punya pintu otomatis. Sayang saat ini pintu otomatis udah banyak yang nggak berfungsi lagi bahkan diganti manual.

penomoran-gerbong-ka-k1-0-02-15-bd

Penomoran K1 0 02 15 rinciannya sebagai berikut:

  • K1 = kelas 1
  • 0 = tanpa penggerak, nggak bisa jalan kalo nggak ada lokomotif
  • 02 = buatan tahun 2002
  • 15 = nomor urut rangkaian 15
  • BD = punya Dipo Kereta Api Bandung

Sebenarnya dulu rangkaian ini termasuk yang terbaik. Sayang mungkin karena masalah teknis atau gimana kebanyakan gerbongnya udah mulai kurang bagus. Kaca-kacanya banyak yang buram jadi agak susah buat liat pemandangan dan mengabadikannya.

Sedikit catatan, kenapa yang belum pake pecut dibelakangin? Gini, urutan dimulai dari tahun produksinya, bukan kapan mulai pake livery selendang pecut.

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: