Naik di Lokomotif Aktif itu Nggak Boleh!

Naik Lokomotif itu Nggak Boleh

Naik di lokomotif aktif itu jelas nggak boleh karena berbahaya. Itu hanya boleh dinaiki dan dibawa oleh orang yang benar-benar ahli, yaitu masinis dan/atau asisten masinis. Bukan apa-apa kalo sampe terjadi risiko bisa sangat membahayakan diri dan orang lain.

Akhir-akhir ini ada aja kekonyolan segelintir orang yang mengaku Pecinta Kereta Api atau Railfans. Hobby ya boleh aja tapi mbok ya jangan kelewatan gitu lho. Apalagi sampe membahayakan diri dan orang lain. Biasanya rambu yang sering dilanggar itu soal safety hunting.

Kita harus berjarak agak jauh dari rel dan jangan terlalu dekat. Itu kalo mau ambil foto atau video. Apalagi kalo kereta dalam keadaan ngebut di kecepatan diatas 50 km/jam. Bisa bahaya banget. Contoh aja Kereta Api Argo Parahyangan 24 ngebutnya kaya apaan itu.

Apakah kesalahan yang sering dibuat oleh mereka sebatas nggak safety saat hunting? Ternyata masih ada yang lain. Contoh yang viral akhir-akhir ini adalah kekonyolan naik di atas lokomotif malah sampe bikin video tutorial mengidupkan lokomotif. Benar-benar kekonyolan yang hakiki.

Naik di Lokomotif Hanya Untuk Masinis / Asisten Masinis

Area tempat lokomotif berada itu harusnya steril. Calon penumpang kereta api hanya boleh bergerak di area yang sudah ditentukan oleh pihak PT. KAI dan stasiun. Selebihnya dilarang masuk kecuali petugas. Termasuk tempat lokomotif tentunya.

Namun entah kenapa ada aksi konyol oknum yang mengaku Railfans berhasil menerobos area steril. Terus tengok ada lokomotif idle di sepur badug lantas menaikinya. Udah naik bergaya di situ dan bikin tulisan semoga cita-citaku tercapai dan semisalnya.

Naik Lokomotif itu Nggak Boleh, Lokomotif CC206 Puongs Favorit Railfans
Naik Lokomotif itu Nggak Boleh, Lokomotif CC 203

Konyolnya lagi sang pelaku malah nge-tag akun Instagram resmi PT. KAI dan kasih hastag yang berhubungan sama PT.KAI. Udah konyol naik-naik di lokomotif pake nge-tag PT.KAI. Jelas banget blunder fatal. Aksi ini terjadi di awal bulan Agustus 2019 di akhir pekan.

Parahnya lagi aksi tersebut baru diketahui sekitar 10 hari kemudian. Bahkan memakan korban Railfans lain yang nggak tau apa-apa. Ceritanya gini ada yang didatangi Polsuska saat dalam perjalanan menuju Stasiun Cibatu (CB) naik Elok Cibatu.

Ditanya-tanyain sama Polsuska tentang Ketua Railfans Bandung. Karena ada oknum konyol naik-naik di lokomotif dan di share di sosial media. Siapa yang nggak panik ya, lagi enak-enak ngetrip terus didatangi Polsuska tanpa tahu salahnya apa.

Si Railfans itu nggak sendiri, tapi sama 4 orang lagi trip ke Cibatu Garut. Satu di antara 4 orang itu kebetulan anggota Komunitas Lodaya Bandung. Karena itu secara nggak langsung turut menyeret Lodaya Bandung ke dalam masalah ini.

Memang diomelin tapi nggak separah yang kena introgasi. Tapi apapun itu jelas bikin nggak nyaman. Kita nggak tau apa-apa tapi harus menanggung kesalahan orang lain. Makanya atas nama komunitas kami pun ikut menyayangkan aksi konyol tersebut.

Udah jelas lokomotif nggak bisa dinaikin sembarangan. Harus orang yang benar-benar ahli dan paham gimana cara menjalankannya. Dalam hal ini adalah masinis dan asisten masinis. Apalagi lokomotif dalam keadaan aktif. Sekalipun dalam kondisi TSO (Tidak Siap Operasi).

Lain cerita kalo lokomotifnya udah nggak aktif. Dengan kata lain jadi pajangan museum. Kaya loko CC 200 atau BB 201 yang sekarang jadi penghuni tetap museum kereta api Ambarawa.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.