Misteri Stasiun Cipeundeuy Garut

Misteri Stasiun Cipeundeuy di Kabupaten Garut. Stasiun ini memang cuma stasiun kecil kelas III. Tapi siapa sangka sekarang malah jadi tempat pemberhentian semua kereta, termasuk eksekutif. Rupanya kewajiban itu buat periksa rem. Namun tetap aja ada aura misteri di sini.

Ada aja kisah mistis menyertai sebuah stasiun kereta api. Tak terkecuali stasiun kecil yang satu ini. Harusnya cuma kereta ekonomi aja yang berhenti di sini. Tapi nyatanya semua kereta berhenti di sini. Termasuk kereta komersial (eksekutif-bisnis/premium).

Stasiun Cipeundeuy (CPD) kini jadi pintu masuk Kabupaten Garut. Padahal waktu tempuh dari sini ke Kota Garut masih sekitar 1 jam lagi. Stasiun terdekat ke Kota Garut sejatinya adalah Cibatu (CB). Tapi justru cuma kereta ekonomi yang berhenti di sana.

Posisi stasiun Cipeundeuy (CPD) sendiri lumayan strategis. Nggak jauh dari Jalan Utama dari Bandung ke Tasikmalaya (Jalan Nasional). Disinggahi semua kereta membuat stasiun kecil ini ramai.

Misteri Stasiun Cipeundeuy 1
Sebuah rangkaian kereta api berhenti di Stasiun Cipeundeuy (CPD). Foto: Muhammad Ghaniy.

Misteri Stasiun Cipeundeuy dan Wajib Periksa Rem.

Apa gerangan yang bikin semua kereta singgah di sini? Rupanya ada semacam kewajiban untuk periksa kondisi rem. Cukup beralasan memang. Pasalnya selepas Stasiun Cicalengka (CCL) kereta akan menghadapi jalur ekstrem nanjak dan turunan.

Mulai di petak Cicalengka-Nagreg, kereta akan menanjak. Abis itu jalur turunan akan dilewati terutama setelah Jembatan Citiis yang masih berada di kawasan Nagreg. Jalur turun itu sampe Stasiun Cibatu (CB).

Lepas dari Cibatu (CB) kembali menanjak sampe ke Cipeundeuy (CPD). Nah 2x naik dan 1x turun gimana nggak bikin rem harus bekerja terus-terusan? Belum lagi abis Cipeundeuy (CPD) jalurnya berupa turunan extreme.

Disinilah alasan kenapa semua kereta wajib berhenti di Stasiun Cipeundeuy (CPD). Ketentuan ini bahkan udah berlaku sejak zaman kolonial Belanda. Karena nggak jarang ada kejadian seperti rem blong, kereta tiba-tiba mundur, dan sebagainya.

KA Pangandaran di Stasiun Cipeundeuy (CPD). Foto: Muhammad Erlangga.

Ditiadakan Hingga PLH Trowek.

Di zaman Perumka sekitar tahun 1990-an, ketentuan berhenti di Stasiun Cipeundeuy (CPD) sempat ditiadakan. Waktu itu Perumkan beralasan kurang efisien berhenti di stasiun sekelas Cipeundeuy hanya buat periksa rem.

Namun di tahun 1995 terjadi PLH Trowek dipetak Cipeundeuy-Cirahayu yang notabene turunan extreme. Rangkaian kereta gabungan Galuh dan Kahuripan mengalami gagal fungsi rem. Kereta anjlok, lokomotif rusak parah setelah menabrak tebing, 3 kereta tercebur ke sungai.

PLH Trowek akhirnya membuka mata Perumka untuk menghidupkan lagi ketentuan periksa rem di Stasiun Cipeundeuy (CPD). Memang PLH Trowek juga sering dikaitkan sama Misteri Stasiun Cipeundeuy (CPD). Terlepas dari itu periksa rem merupakan satu keharusan di jalur ekstreme.

Makanya nggak heran semua kereta berhenti di sini, termasuk sekelas KA Argo Wilis. Jadilah Stasiun Cipeundeuy (CPD) juga melayani naik turun penumpang.

Sekelas Argo Wilis pun wajib berhenti di Stasiun Cipeundeuy (CPD). Foto: Muhammad Akhmal Sabian.

Kontributor Foto

Muhammad Ghaniy (@muhamadghaniyfd2), Muhammad Erlangga (@erlanggasulistyono), Muhammad Akhmal Sabian (@m.akhmal_s)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.