Menikmati Heningnya Malam di Stasiun Buaran (BUA) Lama

Di keheningan malam, Stasiun Buaran (BUA) lama seolah menikmati saat-saat terakhirnya selagi masih aktif, seiring dengan kondisi stasiun yang nggak terlalu ramai.

Dibanding sama Stasiun Klender Baru (KLDB) atau Stasiun Pondok Kopi, Stasiun Buaran (BUA) lama memang lebih sepi. Penumpang yang naik dan turun nggak sebanyak di sana. Secara posisi Stasiun Klender Baru (KLDB) jauh lebih strategis karena di stasiun inilah akses paling mudah menuju area pemukiman di Kelurahan Bintara Jaya. Di sekitaran banyak titik-titik strategis lain, kaya Rumah Sakit Islam Jakarta Timur.

Mau ke kantor walikota Jakarta Timur juga lebih gampang dari Stasiun Klender Baru (KLDB), makanya jangan heran di jam-jam sibuk stasiun ini sangat dipadati penumpang. Dulu di zamannya KRL Ekspres masih dinas, stasiun ini jadi salah satu titik naik turun penumpang selain Stasiun Kranji dan Stasiun Bekasi.

Makanya kalo udah masuk rush hour, sekitar Stasiun Klender Baru (KLDB) bakalan crowded banget. Mulai angkot, ojek pengkolan hingga ojek online menanti penumpang turun dari Stasiun.

Menikmati Keheningan Malam di Stasiun Buaran (BUA) Lama 1/3 photo 06 MENIKMATI KEHENINGAN MALAM DI STASIUN BUARAN LAMA 1-3_zpszshpaqgt.jpg

Stasiun Buaran (BUA) lama Serba Tanggung

Kontras sama kondisi Stasiun Buaran (BUA), sekalipun tetap rame di jam sibuk tapi penumpang naik dan turun nggak sebanyak di Stasiun Klender Baru (KLDB). Posisinya serba tanggung terutama buat moda transportasi lanjutan. Disini angkot nggak sebanyak di Pondok Kopi. Begitu juga Halte Transjakart, stasiun ini ada di antara 2 halte Transjakarta: Halte Buaran dan Halte Perumnas Klender.

Mau ke Terminal Klender masih lumayan jauh. Makanya penumpang kalo turun disini lebih banyak ngandalin ojek online. Pintu masuk stasiun sendiri cuma ada satu, yakni di sebelah timur. Dulu sih ada pintu barat, tapi setelah PT.KAI bersama KCJ melakukan penertiban dan steriliasi stasiun, pintu barat ini ditutup jadi penumpang naik dan turun semuanya dari pintu timur. Meski disitu juga ada jalan setapak buat warga kampung seberang.

Dari segi fasilitas Stasiun Buaran (BUA) lama boleh dibilang standard banget. Cuma ada 4 toilet masing-masing 2 di peron 1 dan 2 di peron 2 yang dibagi jadi toilet pria dan wanita. Loket dan Tap Gate cuma di Pintu Timur yang jadi pintu masuk utama. Repotnya lagi kalo ada penumpang THB jurusan Stasiun Buaran (BUA) bablas, harus turun di Stasiun Klender Baru terus naik lagi ke Stasiun Klender, baru bisa balik ke Stasiun Buaran.

Bukan apa-apa, karena tap gate di sini masih ngikutin jalurnya. Peron 1 jalur ke Bekasi dan Peron 2 ke Jatinegara, Manggarai dan Jakarta Kota. Jadi kalo dari barat ke timur yang harus turun di Peron 1. Meski hal ini bukan masalah buat pengguna Kartu Multi Trip (KMT) atau kartu bank.

Udah Benar Pindah Lokasi Baru

Stasiun Buaran (BUA) baru dibangun 200 meter sebelah barat stasiun sekarang. Posisinya tepat di perempatan Buaran, dekat sama Halte Transjakarta Buaran dan Buaran Plaza. Selain itu juga lebih dekat ke Kawasan Industri Pulogadung. Stasiunnya jelas lebih representatif dibanding bangunan lama. Buat yang bablas juga bukan masalah karena stasiun baru bakal pake sistem tap gate central kaya stasiun lainnya. Bukan berdasarkan jalur.

Pindahnya Stasiun Buaran (BUA) ke lokasi baru udah benar banget. Selain sangat strategis juga nggak bikin repot. Bangunan baru bisa menampung lebih banyak penumpang daripada stasiun yang sekarang. Meski demikian yang namanya kenang-kenangan di stasiun Buaran (BUA) saat ini pasti sulit untuk dilupakan. Maka itu sekaranglah waktu yang tepat untuk mengabadikan semuanya sebelum hilang.

Menikmati Keheningan Malam di Stasiun Buaran (BUA) Lama 2/3 photo 07 MENIKMATI KEHENINGAN MALAM DI STASIUN BUARAN LAMA 2-3_zpsvq2w2ket.jpg

Menikmati Keheningan Malam di Stasiun Buaran (BUA) Lama 3/3 photo 08 MENIKMATI KEHENINGAN MALAM DI STASIUN BUARAN LAMA 3-3_zpskomynmna.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.