Mengenal Tokyu Corporation, “Pemilik Awal” KRL Jalita

KRL Jalita memang udah 7 tahun menghilang dari lintas Jabodetabek dan kini udah istirahat dengan tenang di Stasiun Cikaum. Meski sodaranya satu famili Tokyu 8500 masih ada yang dinas. Sebelumnya KRL jenis ini dimiliki Tokyu Corporation.

Terlanjur bahas Kereta KRL Jalita a.k.a. Tokyu 8613F berikut kenangan manis di dalamnya terutama saat mimin lagi ngerjain skripsi di tahun 2009-2010. KRL Jalita kaya jadi teman setia di saat lagi galau gara-gara “dibantai” sama dosen pembimbing. Abis panas langsung ngadem di dalam KRL Jalita.

Sayang sekarang KRL Jalita udah nggak dinas lagi. Masa tugasnya terbilang pendek cuma 7 tahun doang. Dari segi usia boleh 1 tahun lebih tua dari KRL Rheostatik Batch-1 tapi soal masa dinas justru yang ekonomi bisa sampe 37 tahun melintas wara-wiri di belantara Jabodetabek.

Karena terlanjur ngepost tentang KRL Jalita, kayanya kurang lengkap kalo nggak sekalian ngebahas asal usul rangkaian Tokyu 8613F bagian dari keluarga Tokyu 8500 series. Sebelum jadi “Sang Pelopor” di Indonesia.

Punya Tokyu Corporation

KRL Jalita dibuat di Tokyu Car tahun 1975 dan mulai dinas di tahun itu juga dibawah Tokyu Corporation, perusahaan kereta komuter swasta yang berbasis di Shibuya Jepang. Perusahaan ini mulai dirintis 2 September 1922 dengan nama Meguro-Kamata Electric Railway. Di tahun 1943 ganti nama jadi Tokyo-Yokohama Electric Railway (Tokyo-Yokohama Dentetsu).

Periode 1944 sampe 1948 perusahaan ini 3 kali ganti nama mulai Keikyu, Keio Corporation, dan Odakyu Electric Railway. Nah belakangan baru dikenal nama Dai-Tokyu (The Great Tokyu), lanjut jadi Tokyu Corporation (Tokyu Dentetsu).

Selain jadi operator KRL, Tokyu Corporation punya bisnis lain kaya kontraktor, hotel sampe ke ritel yang semuanya beroperasi di Greater Tokyo Area. Selain di Jepang, khususnya Tokyo, Tokyu Corporation melebarkan sayapnya ke luar negeri.

Kalo kamu pernah jalan-jalan ke Bangkok dan main ke Mall MBK, nah mall MBK itu punya Tokyu Corporation. Saat ini Tokyu Corporation jadi pemegang saham mayoritas maskapai penerbangan Japan Air Lines (JAL). Seperti udah disebut di awal, Tokyu Corporation kantor pusatnya di Shibuya.

Oke, kita nggak akan bahas panjang lebar soal Tokyu Corporation dan bisnis-bisnisnya, kita akan fokusin ke kereta api-nya aja, dalam hal ini KRL yang pernah dioperasiin Tokyu Corporation dan sekarang lagi atau pernah dinas di Indonesia.

KRL bekas Tokyu Corporation yang dinas di Indonesia ada 2 jenis yakni KRL Tokyu 8000 series sama KRL Tokyu 8500 series. Kedua jenis KRL ini didatangin sama Divisi Jabodetabek dan dinas sebagai KRL Ekspres, KRL Semi Ekspres dan KRL Ekonomi AC.

Khusus Tokyu 8613F alias KRL Jalita itu dibeli sama PT. KRL Commuter Jabodetabek tahun 2009 sekaligus “Sang Pelopor”. Kenapa Sang Pelopor?

  1. KRL Jalita jadi trainset pertama yang dibeli PT. KRL Commuter Jabodetabek selaku anak perusahaan PT.KAI di tahun 2009. Sebelumnya KRL banyak dibeli sama Dirjen Perkeretaaapian Kemenhub dan Divisi Jabodetabek.
  2. Trainset pertama pake logo Commuter disaat yang lain masih pake logo lama PT.KAI.
  3. Trainset pertama pake striping merah-kuning khas PT. KRL Commuter Indonesia (KCI) –dulu KCJ. Untuk bagian depannya di 2009 masih warna merah marun tapi belakangan diganti merah-kuning ikut skema KCJ.

KRL Tokyu 8500 termasuk KRL Jalita semasa di Jepang beroperasi di Denentoshi Line antara Shibuya dan Chuo-Rinkan sejauh 31,5 km sebanyak 10 rangkaian gerbong. Jalur ini punya 27 stasiun, terbanyak di Tokyu Lines. Jumlah segitu nyaris setara Red Line antara Stasiun Jakarta Kota (JAKK) dan Stasiun Bogor (BOO) yang terdiri dari 25 stasiun, termasuk 2 terminus.

KRL Tokyu di Indonesia

KRL-Tokyu-8000Semua KRL Tokyu 8000 dan Tokyu 8500 didatangin ke Indonesia mulai 2005 dimana trainset pertama 8007F sebanyak 8 rangkaian jadi Tokyu 8000 series pertama yang dinas di Indonesia per 9 September 2005. Menyusul trainset 8003F setelahnya. (Gambar 1. KRL Tokyu 8000 di Indonesia. Sumber: Majalah KA)

Di 2006 mulailah KRL Tokyu 8500 series ex-Denentoshi Line datang ke Indonesia. Nggak tanggung-tanggung sebanyak 3 rangkaian datang yakni 8508F, 8504F dan 8511F. Terus di 2007 lagi 2 rangkaian 8507F sama 8510F. Tahun 2008 giliran 8512F sama 8518F datang ke Indonesia dalam waktu 3 pekan.

Baru di bulan Februari 2009, trainset 8613F alias KRL Jalita datang ke Indonesia sekaligus jadi sang pelopor rangkaian KRL yang dibeli sama PT. KRL Commuter Jabodetabek (sekarang PT. KRL Commuter Indonesia).

Sayang masa tugas KRL Jalita di Indonesia cuma 7 tahun dan harus berhenti pada 2014 gara-gara suku cadang langka dan rusak berat akibat ulah penumpang yang sering ngeganjel pintu dan menuhin atap KRL. Kini sang pelopor telah beristirahat dengan tenang di Stasiun Cikaum.

Dibanding sama KRL Tokyu 8000 atau 8500 series lainnya, KRL Jalita semasa dinasnya lebih banyak di jalur Jakarta Kota (JAKK)-Bogor (BOO) sebagai KRL Ekonomi AC, kadang Pakuan Ekspres, sampe di era single operation sebagai KRL Commuter Line. KRL ini belum pernah dinas di jalur lain, termasuk Bekasi.

Di era PT. KRL Commuter Indonesia sekarang memang masih ada Tokyu 8000 dan 8500 series yang dinas, meski cuma tersisa 6 rangkian. Beberapa rangkaian ada yang cuma gerbongnya aja didonorin ke rangkaian lainnya, misalnya 8611F didonorin ke 8618F dan 8007F (Tokyu 8000 series).

KRL-Tokyu-8000-ori

Gambar 2. KRL Tokyu 8000 di Jepang
(sumber: wikipedia by Hori Commonswiki)

krl-tokyu-8500

Gambar 3. KRL Tokyu 8500 mulai dinas di Indonesia
(sumber: Majalah KA)

krl-tokyu-8500-ori

Gambar 4. KRL Tokyu 8500 semasa dinas di Danentoshi Line
(sumber: Wikipedia by Tennen Gas)

Leave a Reply

%d bloggers like this: