Mati Lampu Cimahi 4 Agustus 2019

Mati Lampu Cimahi 4 Agustus 2019

Mati Lampu Cimahi tanggal 4 Agustus 2019 ternyata bawa dampak buat perjalanan kereta api di Stasiun Cimahi (CMI). Salah satunya keberadaan tiket darurat buat menyiasati matinya komputer. Khusus Kereta Api Lokal Bandung Raya.

Kejadian menghebohkan dunia perkeretaapian hampir dua pekan silam. Ketika terjadi black out atau mati lampu di Pulau Jawa. Karena adanya gangguan transmisi PLN. Akibatnya segala aktivitas perekonomian jadi kacau. Tak terkecuali perjalanan kereta api.

Salah satu yang terdampak pemadaman listrik se Pulau Jawa adalah Cimahi. Kota militer ini kebetulan jadi tempat persinggahan kereta api jarak jauh dari arah Barat. Terutama Kereta Api Argo Parahyangan (Bandung-Gambir PP).

Selain itu ada Kereta Api Ciremai Ekspres (Semarang Tawang-Bandung PP), Kereta Api Harina (Bandung-Surabaya Pasar Turi PP), Elok Cibatu (Cibatu-Purwakarta PP) dan tentu saja Kereta Api Lokal Bandung Raya. Semuanya singgah di Stasiun Cimahi (CMI) yang terletak di kompleks TNI.

Memang nggak serame Stasiun Bandung (BD). Tapi aktivitas di stasiun ini juga lumayan sibuk. Sebagai stasiun kelas 1, Cimahi (CMI) punya beberapa fasilitas penunjang seperti toilet, musholla hingga minimarket dan coffee shop.

Stasiun Cimahi (CMI) ikut terdampak Mati Lampu Cimahi
Stasiun Cimahi (CMI) ikut kena dampak Mati Lampu Cimahi tanggal 4 Agustus 2019. ATM mati, di Minimarket nggak ada Transaksi Non-Tunai. Tiketing pun kembali ke sistem lama.

Mati Lampu Cimahi, Pengaruhi Aktivitas Stasiun Cimahi (CMI)

Begitu kejadian mati lampu Cimahi yang dimulai sekitar jam 11.30 WIB, efeknya langsung ke aktivitas di stasiun Cimahi (CMI). Salah satu Gerai Minimarket pun terkena imbas karena nggak bisa melakukan update stok yang semuanya udah terkomputerisasi.

ATM Mati dan Ngga Ada Transaksi Non Tunai
ATM yang nggak berfungsi dan Gerai Minimarket yang nggak bisa melayani transaksi Non-Tunai.

Ditambah lagi nggak bisa transaksi pake uang elektronik seperti Debit, Credit Card, LinkAja, Gopay, hingga OVO. Transkasi balik lagi ke uang tunai. Padahal pemerintah kita sedang mencanangkan gerakan nasional tanpa uang tunai. Ketiadaan listrik jelas sangat berpegaruh.

Selain Gerai Minimarket, ATM ikut terdampak. Mesin mati dan nggak berfungsi. Orang jadi nggak bisa tarik uang tunai di situ. Kebayang nggak ya kalo pada saat itu lagi nggak simpan uang tunai?

Ticketing Kembali Manual (Jadul)

Adapun untuk pembelian tiket kereta api juga terkena dampak. Komputer mati, nggak ada jaringan internet, ticketing pun kembali ke sistem lama, pake karcis sobek. Di zaman sekarang model begitu disebut tiket darurat. Disitu nggak tertera jadwal dan nomor KA. Beda sama tiket sekarang.

Kaya gimana sih model tiketing jadul yang dipake pada saat mati lampu se Jawa tanggal 4 Agustus 2019? Ini dia:

Efek Mati Lampu Cimahi 4 Agustus 2019 Tiketing kembali Manual. Pake model jaman old masih pake armada KRD.
Efek Mati Lampu Cimahi 4 Agustus 2019 Tiketing kembali Manual. Pake model jaman old masih pake armada KRD.

Jadi seperti inilah model tiketing jadul yang dipake saat Mati Lampu Cimahi tanggal 4 Agustus 2019. Keliatan bedanya kan? Nggak ada detil relasi dan nomor KA-nya. Udah gitu cuma tertulis KRD Bandung Raya Ekonomi. Dicap tanggal dan tarif sebesar Rp 5.000,00.

Kalo diliat sekilas model tiket seperti itu memang pernah ada zaman-zaman masih pake armada KRD. Masih tetap dipake bahkan sampe di tahun 2012. Baru di 2014 mulai era baru thermal ticket kaya sekarang. Disitu juga tertulis detail no KA, relasi, dan jadwal perjalanan.

Seiring perkembangan teknologi, tiket Kereta Api Lokal Bandung Raya juga bisa dibooking via KAI Access dengan pembayaran via LinkAja. Nah waktu mati lampu itu sempat nggak berfungsi. Tapi begitu sinyal mulai agak stabil baru bisa booking online lagi. Meski listrik belum sepenuhnya pulih.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.