Advertisements
Home > Blog > Kereta Api Indonesia > Lokomotif Uap CC 50 Mbahnya Puongs

Lokomotif Uap CC 50 Mbahnya Puongs

Lokomotif Uap CC 50 merupakan lokomotif bertenaga besar yang pernah dinas di masa pemerintahan kolonial Belanda. Meski sejatinya generasi terakhir. Jauh sebelum eranya si Puongs CC 206.

90% jalur kereta api di Indonesia saat ini masih warisan kolonial Belanda. Beberapa di antaranya melewati pegunungan yang tak jarang ekstrem. Sehingga butuh lokomotif bertenaga besar supaya bisa menaklukkan jalur tersebut. Di antara jalur kereta ekstrem di Indonesia ialah Tanah Priangan. Sekarang berada di bawah Daop 2 Bandung.

Ada dua jalur pegunungan ekstrem di Daop 2 Bandung yakni jalur di sekitar Cipatat sampai Tagog Apu. Jalur yang sekarang lagi proses reaktivasi ini adalah jalur Bandung-Jakarta pertama. Ini juga dikenal dengan jalur Manggarai-Padalarang. Nggak semua lokomotif bisa lewat situ. Bahkan sekelas CC 201 dan 203.

Jalur ekstrem lainnya ada di Priangan Timur. Bahkan ini merupakan jalur utama antara Padalarang dan Kasugihan. Jalur extreme mulai dari Stasiun Cicalengka (CCL ) ke Nagreg (NG), disini posisi kereta akan menanjak. Dari Nagrek (NG) ke Cibatu jalur turunan. Terus Cibatu ke Cipeundeuy naik lagi hingga akhirnya masuk jalur turunan sampe ke Ciawi.

Lokomotif Uap CC 50 Mbahnya Puongs 1
Lokomotif Uap CC 50 di jalur Cibatu-Cikajang. Sumber: Kereta Api Di Indonesia: Sejarah Lokomotif Uap (Yoga, Prabowo, Diaz)

Inilah alasan kenapa semua kereta yang lewat Priangan Timur wajib berhenti di Stasiun Cipeundeuy (CPD). Jalur ekstrem naik turun jelas menguras rem. Ketentuan berhenti di sini sebenarnya mulai berlaku di era kolonial. Terlepas dari alasan mistis yang juga menyertai.

Lokomotif Uap CC 50 “Sri Gunung”

Nah di era Pemerintahan Kolonial Belanda, perusahaan Staatspoorwegen (SS) pernah datangin lokomotif bertenaga besar sekelas Puongs sekarang. Di antaranya ialah Lokomotif Uap CC 50. Loko jenis ini memang disiapin khusus buat dinas di jalur pegunungan nan ekstrem. Termasuk Priangan.

Sejatinya Lokomotif Uap CC 50 bukanlah lokomotif bertenaga besar pertama yang didatengin ke Indonesia. Malah loko jenis ini jadi yang paling akhir masuk di era pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Dikenal dengan nama “Sri Gunung” karena banyak dinas di jalur pegunungan. Contohnya di Priangan yang sekarang dibawah Daop 2 Bandung dan sebagian Daop 1 Jakarta.

Ini juga jadi lokomotif terakhir yang dinas di jalur kereta api Cibatu-Garut-Cikajang sebelum ditutup total tahun 1985. Pernah juga dipake dinas buat lokalan Bandung-Cibatu. Kereta lokal yang sekarang kita kenal sebagia KA Lokal Cibatuan. Melayani rute Cibatu-Purwakarta PP.

Si Puongs Sebagai Penerus.

Diliat dari periode akhir masa dinasnya, lokomotif uap CC 50 terakhir kali dinas di jalur Garut sebelum tutup tahun 1985. Jadi perkiraan berhenti dinas secara total sekitar 1985-1986. Sepeninggal CC 50 kita kenal ada lagi lokomotif bertenaga besar sekelas BB 301 dan BB 304.

Lokomotif Uap CC 50 Mbahnya Puongs 2
Langsiran Lokomotif CC 206 di Stasiun Bandung. Foto: Muhammad Ghaniy

Keduanya terbukti cukup mumpuni menaklukkan jalur ekstrem di sekitar Cipatat. Sampai akhir masa dinas KA Cianjuran di tahun 2012. Kereta lokal tersebut terpaksa pensiun karena nggak ada lagi lokomotif yang bisa lewat jalur tersebut. Mengingat CC 201 dan 203 nggak bisa menaklukkannya.

Di 2013 si Puongs mulai hadir di Perkeretaapian Indonesia. Lokomotif bertenaga besar pun kembali hadir. Walaupun sebelumnya udah kedatangan CC 205 yang juga punya tenaga besar. Hanya saja CC 205 khusus dinas di Bumi Andalas untuk KA Babaranjang. Karena itu nggak heran dapat julukan Badak Sumatera.

Si Puongs alias CC 206 pernah sekali coba jalur ekstrem Cipatat bawa kosongan KA Kahuripan. Trainset tersebut sedianya bakal dinas KA Kiansantang di rute Bandung-Cianjur sebagai pengganti Cianjuran. Terbukti berhasil. Namun sayang longsoran di salah satu petak membuat KA Kiansantang urung dinas.

Lokomotif Uap CC 50 Mbahnya Puongs 3
Lokomotif CC 206 bawa dinas KA Lokal Bandung Raya berhenti di Stasiun Cimahi (CMI). Foto: Muhammad Ghaniy.

Kini kita tengah menunggu jalur legendaris itu beroperasi kembali dan udah nyampe ke Ciranjang. Si Puongs juga terbukti bisa menaklukkan Priangan Timur. Meski untuk jalur ekstrem di sini, CC 201 dan CC 203 juga bisa mengatasi.

Sekarang jalur KA Cibatu-Garut siap direaktivasi. Kalo udah siap bisa aja si Puongs dinas di sini. Itu artinya semakin mempertegas posisi si Puongs sebagai penerus sekaligus titisan CC 50 “Sri Gunung”.

Kontributor Foto:

Muhammad Ghaniy (@muhamadghaniyrfd2)

Advertisements

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: