Lokomotif Langsir dan Seruntulan

Lokomotif Langsir jadi momen tersendiri buat para railfans yang biasa hunting sekitaran stasiun. Begitu juga yang jomblo alias seruntulan. Walaupun untuk yang terakhir bisa aja terkait sama kirim loko.

Pernah hunting di JPO Stasiun Timur, Jembatan Paskal, atau di Underpass Padalarang? Nah disinilah kita bisa dapatin momen lokomotif langsir. Kegiatan ini biasa terjadi apabila ada kereta yang baru nyampe stasiun tujuan atau mau berangkat.

Contoh aja di Stasiun Bandung, kita kerap menyaksikan lokomotif lepas dari rangkaian kereta yang baru dibawa dinas. Nah inilah yang dinamakan langsir. Begitu juga ada lokomotif yang keluar dipo, pindah jalur, hendak menarik satu rangkaian kereta.

lokomotif langsir dan seruntulan 1
Sebuah Lokomotif dilangsir ke arah timur Stasiun Bandung. Foto: Muhammad Ghaniy

Lokomotif Langsir dan Semboyan 46

Kegiatan langsir biasanya identik sama pemindahan rangkaian kereta dari satu jalur ke jalur lainnya. Bisa aja satu rangkaian kereta utuh. Kita juga sering liat langsiran kereta dalam jumlah tertentu. Atau cuma lokomotifnya aja.

Ada isyarat khusus untuk melangsir kereta yaitu Semboyan 46. Biasanya itu tugas juru langsir. Meniup peluit dan mengibarkan bendera. Ada kalanya 1-2 juru langsir ikut naik ke atas loko yang sedang langsir. Sambil membawa bendera.

Momen seperti inilah yang sering kita liat di sekitaran Jalan Kebon Jukut Bandung atau di underpass Padalarang. Khusus di Padalarang, langsiran untuk dinas KA Lokal Bandung Raya.

lokomotif langsir dan seruntulan 2
Lokomotif CC 201 diperkirakan dalam posisi langsir. Foto: Muhammad Erlangga.

Misteri Semboyan 46 Saat Tragedi Bintaro 1

Bahas tentang Semboyan 46 keliatannya nggak akan lengkap kalo nggak sekalian dibahas Tragedi Bintaro 1.

Kecelakaan KA terbesar di Indonesia tersebut memang nggak akan habis kalo dibahas. Banyak misteri yang menyertainya. Termasuk Semboyan 46 (Langsir) dari Petugas Langsir Stasiun Sudimara (SDM).

Tragedi bermula saat KA 225 masuk jalur 1 Stasiun Sudimara (SDM) dalam kondisi sarat penumpang. Di stasiun itu udah ada kereta Indocement jurusan Jakarta (jalur 2) dan gerbong barang idle tanpa loko (jalur 3).

Semula KA 225 akan silang sama KA 220. Nyatanya KA 225 delay dan silangan pun nggak mungkin di Sudimara sehingga harus pindah ke Stasiun Kebayoran (KBY). Namun PPKA Kebayoran menolak dan keukeuh pengen di Sudimara.

Akhirnya PPKA Sudimara perintahkan juru langsir untuk memindah KA 225 ke jalur 3 karena jalur 1 nantinya akan diisi KA 220. Juru langsir meniup semboyan 46 namun bukannya langsir, KA 225 malah melesat ke arah Kebayoran.

Masinis mengira itu adalah Semboyan 40 berdasarkan keterangan penumpang di loko. Petaka pun terjadi. KA 225 dan 220 tabrakan adu banteng di sekitar Pondok Betung Bintaro Jakarta Selatan. Tercatat 150 korban meninggal dunia.

Salah baca semboyan 40 dan semboyan 46 inipun hingga kini boleh dibilang masih misteri. Yang jelas dan kita tahu bersama, masinis KA 225 adalah pihak yang paling disalahkan. Dihukum 5 tahun penjara, dipecat dan harus kehilangan hak pensiun.

Lokomotif Seruntulan

Seruntulan boleh jadi istilah baru. Artinya adalah lokomotif yang berjalan sendiri tanpa menarik rangkaian kereta atau gerbong. Dengan kata lain lokomotif jomblo. Jadi jalan sendirian.

Kenapa bisa seruntulan? Contoh kirim lokomotif dari Dipo Induk Bandung (BD) ke Kiaracondong (KAC) untuk menarik rangkaian kereta api dari sana. Sering kita temuin loko dalam kondisi ini di spot Timur antara Stasiun Bandung dan Kiaracodong.

Bisa juga terjadi karena situasi darurat misalnya loko mogok atau mengalami insiden. Kondisi demikian jelas membutuhkan lokomotif pengganti. Maka jadilan ada lokomotif yang seruntulan.

lokomotif langsir dan seruntulan 3
Lokomotif Seruntulan, kebetulan Double Traksi (DT). Foto: Jodhi Yusuf Nugraha.

Kontributor Foto:

Jodhi Yusuf Nugraha (@jodhiyusuf777)
Muhammad Ghaniy (@muhamadghaniyrfd2)
Muhammad Erlangga (@erlanggasulistyono)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.