Lokomotif CC 206 (Si Puongs) Titisan Mallet di Priangan

Lokomotif CC 206 atau si Puongs seperti jadi andalan di Tanah Priangan. Biasanya dinas kereta komersial. Kadang juga bawa kereta ekonomi reguler, termasuk KA Lokal Bandung Raya. Keberadaannya seolah mengingatkan kita sama Mallet di masa lalu.

Harus diakui si Puongs jadi lokomotif paling bertenaga saat ini. Sebenarnya sih sebelum mewarnai jagad kereta api Indonesia, kita mengenal CC 205 “Badak Sumatera”. CC 205 biasa dinas KA Babaranjang di Divre 3 dan 4. Bedanya si Badak buatan Canada sementara si Puongs buatan General Electric USA.

Namun sekarang CC 205 mulai disaingi si Puongs yang juga dinas di Bumi Andalas. Selain di Pulau Jawa tentunya. Awalnya si Puongs direncanain buat dinas kereta barang. Karena tenaganya cukup besar (2.250 HP) jadi sangat ideal buat narik kereta kontainer puluhan gerbong. Namun pada praktiknya si Puongs juga dinas kereta penumpang, terutama KA Komersial.

Lokomotif CC 206 di Daop 2 Bandung.

Daop 2 Bandung jadi salah satu yang kebagian alokasi Lokomotif CC 206. Sebanyak 17 unit ditempatkan di Dipo Induk Bandung (BD). Saat ini si Puongs jadi langganan bawa dinas KA Argo Parahyangan (Bandung-Gambir PP). Sejak akhir Gapeka 2014, titisan sang legenda selalu dibawa si Puongs. Apalagi CC 203 terakhir yang narik kereta ini sempat anjlok di Cisomang.

Lokomotif CC 206 (Si Puongs) Titisan Mallet di Priangan 1
Salah satu lokomotif CC 206 “Si Puongs” (Foto: Muhammad Fajar)

Si Puongs juga rutin dinas KA Lodaya dan KA Malabar. Nah ada cerita sedih ketika lokomotif model GE CM20EMP ini dinas KA Malabar. Tanggal 4 April 2015 satu unit terperosok ke dalam jurang di Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. Lokomotif dengan nomor urut 55 (CC 206 13 55 BD). Karena berat mencapai 90 ton, proses evakuasinya pun memakan waktu lama. Meski akhirnya berhasil diangkat.

Saat ini CC 206 13 55 BD udah dinas lagi. Bahkan terlihat beberapa kali kembali dinas KA Malabar. Ada yang unik di Daop 2 Bandung. Ketika 3 rangkaian kereta satwa udah ditarik si Puongs (KA Lodaya, KA Malabar, KA Turangga). KA Argo Wilis yang notabene “si Raja selatan” dan kelasnya lebih tinggi malah masih setia dengan CC 203-nya. Begitu juga KA Mutiara Selatan.

Si Puongs baru mulai dinas di KA Argo Wilis tahun 2016. Begitu juga di KA Mutiara Selatan ketika rutenya diperpanjang ke Stasiun Malang (ML). Jadi dengan demikian mulai 2016 semua KAJJ Komersial di Daop 2 Bandung ditarik si Puongs. Praktis hanya KA Ekonomi reguler aja yang nggak. Tetap setia dengan CC 201 atau CC 203.

Si Puongs Dinas KA Lokal Bandung Raya

Cuma ada hal unik yang kadangkala terjadi. Misalnya Si Puongs bawa dinas KA Lokal Bandung Raya. Ini nggak terjadi sekali atau dua kali. Tapi udah beberapa kali terjadi. Memang sih zamannya KA Patas Bandung Raya masih dinas sempat ditarik si Puongs. Begitu juga KA Galunggung hampir selalu bersamanya.

KA Patas Bandung Raya sih wajar aja pake Puongs. Secara kelasnya setingkat di atas KA Lokal Bandung Raya. Udah itu cuma berhenti di beberapa stasiun aja. Galunggung pun demikian. Apalagi rutenya Kiaracondong-Tasikmalaya melewati jalur ekstrem yang idealnya memang dibawa Puongs.

Tapi masalahnya ini ada KA Lokal Bandung Raya dibawa si Puongs. Mengapa itu bisa terjadi? Mungkin aja Puongs-nya abis di PA di Dipo Induk Bandung (BD). Untuk ngetes apakah bisa dinas jauh lagi atau nggak, dicoba dulu di KA Lokal Bandung Raya. Sementara KAJJ-nya pinjam si Puongs dari Dipo lain (asistensi). Sehingga jadilah lokalan ditarik Puongs, seperti 23 Desember 2018 lalu.

Lokomotif CC 206 (Si Puongs) Titisan Mallet di Priangan 2
Si Puongs di Stasiun Cilame (CLE). Foto: Muhammad Fajar.

Biar gimanapun juga Lokomotif CC 206 alias si Puongs sekarang udah jadi jagoan di Tanah Priangan. Keberadaannya seolah mengingatkan kita pada Lokomotif Uap jenis Mallet di masa lalu. Termasuk di antaranya si Gombar. Setelah di Gombar pensiun datang lokomotif BB 301 dan 304 yang juga bisa diandalkan di tanah Priangan yang ekstrem.

Setelahnya ada CC 201 yang mulai dinas di Indonesia tahun 1970-an. Menyusul CC 203 mulai debut dinas KA Argo Gede di Daop 2 Bandung tahun 1995. Baru 18 tahun kemudian hadir Lokomotif CC 206 alias si Puongs yang pelan-pelan mengambil alih peran CC 203 untuk dinas KAJJ Komersial.

Spesifikasi Teknis Lokomotif CC 206

Oke itu tadi gambaran tentang Lokomotif CC 206 alias si Puongs. Nah sekarang kita akan liat kaya gimana sih spesifikasi teknis lokomotif yang jadi idola sebagian Railfans ini. Berikut spesifikasi teknis si Puongs:

ModelGE CM20EMP
Dimensi15.849 x 2.743 x 3.695 mm
Beban Gandar15 Ton
Berat Kosong90 Ton
Tipe MesinGE 7FDL-8 Diesel, 4-stroke, Turbocharger
Jumlah Silinder8
Motor Traksi6
Daya Maksimum2.250 HP
Kecepatan Maksimum140 km/jam
RemWestinghouse 26L (rem udara tekan dynamic brake, rem parkir)
Bogie2 – konfigurasi C-C (‘Co’Co) dengan 3 buah penggerak di setiap bogie-nya
Kabin Masinis2 kabin
Dukungan TeknisKomputer GE BrightStar Sirius, dipadukan layar monitor GE Integrated Function Display (GE IFD)

Alokasi Lokomotif CC 206 di Dipo Induk Bandung (BD)

Secara keseluruhan ada 100 unit Lokomotif CC 206 di Indonesia. 17 unit di antaranya dialokasi di Dipo Induk Bandung (BD). Berikut nomor seri lokomotif si Puongs yang ada di Bandung:

CC 206 13 02, CC 206 13 20, CC 206 13 21, CC 206 13 54, CC 206 13 55, CC 206 13 60, CC 206 13 64, CC 206 13 80, CC 206 13 81, CC 206 13 82, CC 206 13 90, CC 206 13 94, CC 206 13 95, CC 206 13 96, CC 206 13 97, CC 206 13 98, CC 206 13 100

Biasanya lokomotif-lokomotif tersebut dialokasi untuk dinas KAJJ komersial di Daop 2 Bandung. Meski sering kita temuin ada lokomotif CC 206 berasal dari dipo lain semisal JNG atau SDT. Si Puongs yang ada di Dipo Induk Bandung (BD) juga sering asistensi ke Dipo lain.

Kontributor Foto:

Muhammad Fajar (@railfans_hunting)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.