Advertisements
Home > Lodaya Bandung Adventure

Lodaya Bandung Adventure, dilihat dari namanya udah pasti kental aroma petualangan. Kegiatan yang termasuk disini antara lain: jelajah jalur non-aktif, mencari spot-spot tersembunyi dan mencari jejak sejarah kereta api. Jadi belajar sambil berpetualang.

Waktu masih jadi blog pribadi, Lodaya Bandung pernah mengangkat tema tentang jalur rel mati Kiaracondong-Karees di Kota Bandung. Jalur tersebut nyaris tak terdengar bahkan terlupakan. Bila dibanding jalur non aktif lainnya seperti Bandung-Ciwidey.

Padahal dua jalur rel mati tersebut bertemu di satu titik yakni Halte Cibangkong Lor. Terletak di samping jalur utama Bandung-Surabaya. Hanya saja karena jalur rel mati Kiaracondong-Karees waktu masih aktif lebih banyak melayani angkutan barang jadi aja terlupakan.

Jalur tersebut mulai non aktif di pertengahan 1970-an. Setelah terakhir melayani angkutan ketel Pertamina. Karena ada Dipo Pertamina Samoja di lintasan tersebut.

Pada zaman kolonial, wilayah Karees merupakan kawasan pergudangan untuk menyimpan hasil bumi. Untuk selanjutnya dijual di pasar-pasar yang ada di Kota Bandung. Namun seiring perkembangan zaman, angkutan kereta api dianggap kurang efektif.

Angkutan hasil bumi lebih banyak menggunakan jalan raya karena dianggap lebih efisien dan bisa door to door. Lantas kereta api mulai terpinggirkan. Perubahan pola tersebut membuat jalur cuma melayani angkutan ketel Pertamina.

Namun karena pihak Pertamina beralih menggunakan jalur pipa karena lebih aman. Ditambah lagi perpindahan Dipo Pertamina yang tak lagi di Samoja. Jalur Kiaracondong-Karees pun akhirnya ditutup. Meski sisa-sisanya masih ada, mustahil menghidupkan lagi jalur ini,

Oke itu gambaran singkat tentang jalur rel mati Kiaracondong-Karees yang sempat diangkat di sini sewaktu masih blog pribadi.

Lodaya Bandung Adventure: Jelajah (Trekking) Jalur Rel Mati

Sekarang Lodaya Bandung udah bukan lagi blog pribadi. Lebih dari itu telah berubah jadi komunitas Railfans. Sebagai komunitas jelas mau nggak mau menuntut Lodaya Bandung untuk punya kegiatan yang berkualitas. Diantaranya Jelajah (Trekking) Jalur rel Mati.

Pernah dibahas dan dijadikan tema, Trekking Jalur Rel Mati Kiaracondong-Karees nantinya juga akan jadi kegiatan Railfans Lodaya Bandung. Selain itu sejumlah kegiatan adventure sempat dijajaki oleh pengurus Lodaya Bandung. Diantaranya Explore Padalarang.

Siapa sangka di Padalarang juga terdapat banyak spot bagus selain Tiber Padalarang yang memang udah jadi spot favorit para Railfans. Di sini juga terdapat banyak sekali jalur rel mati yang bisa di jelajahi dan ditelusuri jejak-jejaknya.

Mencari Spot-Spot Tersembunyi

Biasanya Railfans mengincar spot favorit yang sudah pasaran. Sebut saja Tiber Padalarang, (Halte) Stasiun Lebakjero, maupun spot kota seperti PJL 162 Braga. Padahal kalo mau lebih jeli lagi ada banyak sekali spot-spot tersembuyi yang bisa ditemukan dan dicoba.

Kegiatan adventure salah satunya ialah mencari spot-spot tersebut. Seperti yang sudah pernah dijajaki oleh para pengurus Lodaya Bandung di Padalarang. Ternyata Padalarang punya banyak spot tersembunyi yang bisa dicoba.

Disini ada spot timur yang nggak kalah bagus dibanding Tiber Padalarang yang udah sangat pasaran. Spot Timur salah satunya di dekat jembatan tol maupun di kolong tol.

Mencari Jejak Sejarah kereta Api

Sebetulnya sih ini bisa masuk ke jelajah jalur rel mati. Tapi karena jejak-jejak sejarah kereta api sebenarnya banyak sekali. Jadi perlu dikatagorikan sendiri. Jejak-jejak ini bisa berupa bekas bangunan halte, stasiun, hingga gudang.

Untuk wilayah Daop 2 Bandung sendiri, terutama Kota Bandung, ada jejak sejarah yang kini telah berubah total. Sebuah mall baru bernama Paskal 23 yang sebelumnya gudang milik PJKA.

Demikian pula di Padalarang ada bekas stasiun khusus angkutan barang. Bangunannya kini sudah mulai dibongkar karena nantinya akan dilintasi Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Advertisements
%d bloggers like this: