Posted on Leave a comment

KRL Tokyo Metro 5000 Tertua Kedua di Indonesia

Dilihat dari tahun operasionalnya, KRL Tokyo Metro 5000 jadi yang tertua kedua di Indonesia. Paling tua tentu nggak lain si Bon Bon yang sering dijalanin sebagai KLB dan dimodifikasi pake mesin Rheostatik.

Masih nyambung sama postigan sebelumnya, Kisah Sedih KRL Tokyo Metro 5000, kali ini mimin mau ngebahas tentang KRL Tokyo Metro 5000 dan sejumlah KRL uzur lainnya yang pernah beroperasi di negeri ini.

KRL Tokyo Metro 5000 termasuk jenis KRL uzur yang pernah (atau masih) beroperasi di jalur Jabodetabek. Meski di Indonesia mulai dinas tahun 2006, sebenarnya Tokyo Metro 5000 udah dinas di Jepang sejak tahun 1964. Kalo hitung-hitung lebih tua daripada Toei 6000 (1968) sama KRL Ekonomi Rheostatik yang angkatan pertamanya aja dinas tahun 1976.

Jadi disini kita nggak ngitung awal dinas KRL Tokyo Metro 5000 di Indonesia, tapi kita mulai hitung dari awal beroperasi di Tokyo Metro Tozai Line, yakni 1964. Makanya jangan heran kalo waktu masih dinas, KRL Tokyo Metro 5000 sering trouble, terutama di AC yang seringkali nggak dingin, meski kipas angin masih bisa nge-backup.

Bon Bon Paling Tua, Tokyo Metro 5000 kedua.

Kalo dilihat dari sejarahnya (nah sebenarnya nih postingan bisa di “Yuk Belajar Sejarah” karena ada aura sejarah juga disini. Kenapa nggak dimasukin ke situ dan malah ke “sepur Punya Cerita”? Itu karena KRL Tokyo Metro 5000 punya story yang harus dishare, walaupun sebenarnya banyak dukanya daripada sukanya.

Ngomongin soal KRL tua di Indonesia, pastinya kita nggak akan bisa ninggalin sosok yang satu ini. Lokomotif Listrik paling legendaris di Indonesia, ESS 3200, atau lebih dikenal sebagai si Bon Bon (Lokomotif Bon Bon).

Dalam sejarahnya, elektrifikasi jalur kereta api di Indonesia mulai tahun 1923 dan beroperasi 1925, yakni jalur yang sekarang dilewatin KRL Commuter Line. Awalnya memang cuma jalur lingkar Batavia (Jakarta) dan jalur Bogor.

Dalam perkembangannya secara bertahap jalur-jalur Jabodetabek mulai dielektrifikasi, mulai jalur Bekasi, jalur Serpong (kulon/green line). Tangerang, Rangkasbitung (extend Serpong dan Parungpanjang) sampe yang terkini extend dari Bekasi ke Cikarang.

Kembali ke lokomotif Bon Bon, masa dinasnya terbilang paling panjang, sejak tahun 1925 atau zaman penjajahan. Di era kemerdekaan, lokomotif Bon Bon masih beroperasi sampe tahun 1976 atau saat Kementerian Perhubungan mulai datangin KRL Rheostatik Batch 1 (Electric Multiple Unit/EMU) built up dari Jepang.

KRL Rheostatik ini terus didatangin sampe tahun 1987 dan di era 1990-an, giliran Holec, ABB Hyundai dan KRL HItachi yang datang ke Indonesia. Awal Millenium baru, Indonesia dapat hibah KRL Toei 6000 dari Jepang untuk didinasin sebagai KRL Ekspres. KRL ini sejatinya bekas dari Jepang yang udah dinas dari tahun 1968 tapi masih bisa dioperasikan.

Tahun 2004, Kemenhub RI beli lagi KRL bekas dari Jepang, kali ini JR East 103 yang udah dinas di Jepang dari tahun 1964. Bersamaan dengan itu, PT. KAI Divisi Jabodetabek mulai perkenalkan KRL Semi Ekspres dan JR East 103 didinasin disitu. Di 2005 KRL Toyu 8000 mulai datang dan memperkuat armada semi-ekspres.

Nah di 2006 barulah Kemenhub RI datangin KRL Tokyo Metro 5000 sekaligus KRL Toyo Rapid 1000 hasil modifikasi dari beberapa rangkaian Tokyo Metro 5000. Waktu itu KRL Ekonomi AC mulai diperkenalkan sekaligus meniadakan perjalanan KRL Semi Ekspres.

Rata-rata KRL yang didatangin sama Kemenhub ini memang udah uzur dari segi usia. Di Jepang udah nggak kepake lagi bahkan nyaris dibesi tuakan, tapi di Indonesia masih bisa dinas sampe belasan tahun.

Kalo diurut KRL-KRL uzur yang pernah dinas di Jalur Jabodetabek, jadinya kaya gini:

  1. Lokomotif Bon Bon (ESS 3200), 1926 –sekarang hidup lagi tapi nggak dinas rutin, cuma insidentil, pake mesin dan spare path KRL Rheostatik (see the video above)
  2. KRL Tokyo Metro 5000, 1964 — sebagian non-aktif dan udah dirucat di Stasiun Purwakarta dan Cikaum. Sisa unit mengalami PLH di Stasiun Manggarai, 3 Oktober 2017
  3. KRL JR East 103, 1964 —semuanya non-aktif, dirucat di Stasiun Cikaum.
  4. KRL Toei 6000, 1968 —semuanya non-aktif, dirucat di Stasiun Cikaum dan Stasiun Depok
  5. KRL Toyu Corporation 8000, 1969 —semuanya non-aktif, dirucat di Stasiun Cikaum dan Stasiun Depok
  6. KRL Rheostatik Mild Steel Batch 1, 1976 —semuanya non-aktif, dirucat di Stasiun Purwakarta dan Stasiun Cikaum.

Sekilas KRL Tokyo Metro 5000 sama JR East 103 itu seumuran, sama-sama mulai jalan tahun 1964 di Jepang. Tapi kenapa KRL Tokyo Metro 5000 ditempatin di posisi kedua tertua di Indonesia, itu karena KRL Tokyo Metro 5000 ini lebih banyak story-nya.

Dari pas waktu dibeli dari Scrapyard di Jepang sampe unit yang masih dinas nge-drift dan anjlok di dekat Stasiun Manggarai, 3 Oktober 2017 kemarin, sampe nutupin jalur kereta api. Imbas dari insiden itu banyak KRL mengalami hambatan, dan KRL jurusan Bekasi dialihkan lewat Stasiun pasar Senen.


REFERENCES 

Indonesia Railway Train Video. 2016. Baru Aja : Bon Bon & Djoko Kendil. Youtube.  https://www.youtube.com/watch?v=IQJCOrmTWjo

Kereta rel listrik Tokyo Metro seri 5000. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_rel_listrik_Tokyo_Metro_seri_5000

Kereta rel listrik JR East seri 103. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_rel_listrik_JR_East_seri_103

Kereta rel listrik Tokyu Corporation seri 8000. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_rel_listrik_Tokyu_Corporation_seri_8000

Lokomotif listrik ESS 3200. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Lokomotif_listrik_ESS_3200


 

 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.