KRL Pertama di Indonesia, dari Tanjung Priok ke Mestercornelis

KRL Pertama di Indonesia mulai dinas tahun 1925, rutenya dari stasiun Tanjung Priok ke Mestercornelis (sekarang Stasiun Jatinegara). Sayang jalur bersejarah itu sekarang malah dilewatin Kereta Api Barang, Kereta Api Walahar Ekspres dan Kereta Api Jatiluhur.

KRL Commuter Line Jabodetabek yang sekarang dioperasiin sama PT. KRL Commuter Indonesia punya sejarah panjang dari zaman penjajahan Belanda. Infrastruktur KRL mulai dibangun tahun 1923 dan selesai 1924. Jalur kereta api pertama yang dielektrifikasi atau dibikin Listrik Aliran Atas (LAA) dari Stasiun Tanjung Priok ke Mestercornelis (sekarang Jatinegara).

krl-pertama-di-indonesiaJalur ini dimulai dari Stasiun Tanjung Priok sampe Stasiun Ancol terus belok ke selatan berturut-turut ketemu Stasiun Rajawali, Stasiun Kemayoran, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gang Sentiong, Stasiun Kramat, Stasiun Pondok Jati dan berakhir di Stasiun Jatinegara.

 

Nah jadi kalo kita naik KRL Tanjung Priok Kota terus berhenti di Stasiun Ancol, disitu kan ada rel yang belok ke selatan, itulah jalur KRL Pertama di Indoensia yang dibangun Belanda tahun 1923.

Pasang Surut Stasiun Tanjung Priok

Dalam perjalanannya, Stasiun Tanjung Priok dan layanan KRL mengalami pasang surut, Karena rangkaian kereta api jarak jauh kaya De Vlugge Vier jurusan Bandung langsung ke dermaga pelabuhan Tanjung Priok buat ngambil penumpang yang baru turun dari kapal, praktis Stasiun Tanjung Priok cuma melayani perjalanan KRL.

Stasiun Tanjung Priok merupakan bangunan stasiun megah dan jadi kebanggaan warga Batavia di zamannya. Stasiun ini selain jadi yang pertama kali operasiin KRL, juga punya fasilitas penunjang kaya penginapan buat penumpang yang nunggu keberangkatan kapal laut dan bus feeder ke pelabuhan.

Stasiun ini juga punya fasilitas bunker atau ruang bawah tanah. Bunker yang pernah jadi kontroversi itu dibangun tujuannya buat pengamanan barang hasil bumi yang mau diangkut ke pelabuhan dari gangguan perompak. Bunker ini tembus sampe ke pelabuhan dan sekarang udah ditutup karena digenangin air dan strukturnya rapuh akibat abrasi air laut.

Bangunan boleh megah, fasilitas boleh lengkap, tapi kejayaan Stasiun Tanjung Priok di masa pemerintahan kolonial Belanda ternyata singkat saja, cuma 19 tahun, apalagi setelah Bandara Kemayoran mulai dibuka untuk umum tahun 1940. Disinilah kejayaan Stasiun Tanjung Priok mulai pudar.

Di masa pendudukan Jepang, Stasiun Tanjung Priok cuma dipake buat kepentingan perang tentara Kekaisaran Jepang sama buat ngangkut Romusha keluar Jawa. Setelah Indonesia merdeka, Stasiun Tanjung Priok terus mengalami kemunduran. Memang sempat ada KRL Ekonomi yang dinas ke sini, tapi nggak berlangsung lama karena okupasi minim.

Menjelang abad ke-21 bangunan Stasiun Tanjung Priok kaya nggak terawat, dibiarin rusak di sana sini, apalagi setelah nggak ada lagi layanan kereta penumpang, baik KRL atau kereta api biasa. Praktis cuma kereta api barang aja yang singgah disini. Stasiun megah ini pun merana, bahkan dijadiin rumah gelandangan dan sangat rawan kriminalitas.

Tanjung Priok-Mestercornelis Reborn

Tahun 2009, Stasiun Tanjung Priok mulai dibenahi dan menapaki masa jayanya kembali, meski nggak kaya waktu pertama kali beroperasi di zaman Belanda. Stasiun Tanjung Priok yang udah direvitalisasi diresmiin langsung sama Presiden RI waktu itu, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, 28 Maret 2009. Stasiun mulai melayani naik turun penumpang lagi.

djoko-lelono-2Waktu itu, Stasiun Tanjung Priok melayani perjalanan Kereta Api Jarak Jauh kelas ekonomi, Kereta Api Lokal Purwakarta, dan KRL Ekonomi AC rute Tanjung Priok-Bekasi via Pasar Senen. Nah layanan KRL ke Bekasi waktu itu seolah membuka kenangan lama atau napak tilas jalur KRL pertama dari Stasiun Tanjung Priok ke Stasiun Jatinegara.

KRL Ekonomi AC Tanjung Priok-Bekasi memang nggak cuma sampe Jatinegara, tapi bablas ke Bekasi yang jalurnya udah dielektrifikasi di tahun 1990-an. Tapi paling nggak jalur Tanjung Priok-Mestercornelis Aktif Lagi (Reborn) setelah sebelumnya nyaris merana tanpa dilewati kereta kecuali kereta api barang container. Nggak ada kereta penumpang lewat sini, termasuk KRL.

Armada Toei 6000 Djoko Lelono 2 didinasin di sini. Ngomong-ngomong soal Toei 6000 Djoko Lelono 2, memang cukup unik karena beda sama Toei 6000 yang waktu itu masih dinas terdiri dari 6-8 gerbong, yang ini cuma punya 4 gerbong plus kabin masinis rakitan Balai Yasa Manggarai kerjasama sama Rahayu Santosa.

Ternyata KRL ini pernah kecelakaan di Kebon Pedes Bogor 4 Agustus 2009. Waktu itu Toei 6000 yang lagi dinas sebagai Pakuan Ekspres nyundul KRL Ekonomi Holec yang mogok di depannya. Kabin masini hancur dan menewaskan 1 orang asisten masinis. Toei 6000 itupun tinggal nyisain 4 gerbong saja yang selamat dari Tragedi Kebon Pedes.

Celaka di Bogor, KRL Toei 6000 ini dipermak abis dan dibuatin kabin masinis baru di Balai Yasa Manggarai sama Rahayu Santosa. Setelah beres, dinamain Djoko Lelono 2, didinasin di jalur KRL Pertama di Indonesia: Tanjung Priok-Mestercornelis (Jatinegara) bablas sampe Bekasi sebagai KRL Ekonomi AC Tanjung Priok Bekasi.

Jalurnya Kereta Api Walahar Ekspres dan Jatiluhur

Tahun 2011, PT. Kereta Api Indonesia ambil kebijakan penyederhaaan rute KRL jadi 5 yakni Red Line (Jakarta Kota-Bogor), Yellow Line (Jatinegara-Kampung Bandan-Bogor), Blue Line (Jakarta Kota-Manggarai-Bekasi), Green Line (Tanah Abang-Serpong), Brown Line (Duri-Tangerang) dan Pink Line (Jakarta Kota-Tanjung Priok).

Di tahun itu juga kita mulai mengenal KRL Commuter Line yang tarifnya tanpa subsidi tapi ngikutin pola baru itu. KRL ini menggantikan KRL Ekspres dan KRL Ekonomi AC yang malah udah distop sebelum ada penyederhanaan rute tersebut. KRL Ekonomi Jabodetabek sendiri masih dinas pake tarif subsidi seperti biasa.

Ternyata ada konsekuensi dari penyederhanaan rute KRL Jabodetabek itu. KRL Ciliwung Blue Line sama KRL Ekonomi AC Tanjung Priok Bekasi dihapus dari Gapeka. Untuk KRL Ciliwung Blue Line yang pake armada KRLI Prajayana dihapus karena udah ada Yellow Line di rute yang sama, adapun untuk KRL Ekonomi AC Tanjung Priok Bekasi juga dikonversi jadi Pink Line.

Cuma masalahnya waktu itu sarana dan prasarana dari Jakarta Kota ke Tanjung Priok belum sepenuhnya siap. Rel-nya udah lama mati dan Listrik Aliran Atas (LAA)-nya juga belum bisa berfungsi. Maka untuk sementara Pink Line cuma sampe Kampung Bandan, Stasiun Tanjung Priok lagi-lagi harus terima nasib kembali jadi stasun kereta barang.

Butuh waktu sekitar 5 tahun buat balikin lagi Stasiun Tanjung Priok buat turun naik penumpang sama jalur KRL Pertama di Indonesia dilewatin kereta api penumpang meski kereta biasa bukan lagi KRL.

21 Desember 2015, KRL Tanjung Priok Kota mulai dinas, Pink Line beroperasi penuh sampe Tanjung Priok. 9 Februari 2016 gilian Kereta Api Walahar Ekspres dan Jatiluhur diberangkatin dari stasiun yang pernah jadi kebanggaan Batavia ini, pastinya lewat jalur KRL Pertama di Indonesia.

Jalur KRL Pertama di Indonesia memang masih aktif meski nggak lagi atau belum dilewatin KRL. Paling nggak selain kereta api barang, duo Kereta Api Walahar Ekspres dan Jatiluhur selalu rutin lewat sini. Jadi kalo mau napak tilas Jalur KRL Pertama di Indonesia InSyaaAlloh masih bisa.

NOTE:

Tadinya postingan sejarah di Yuk Belajar Sejarah (YBS) pengen bahas “De Vlugge Vier, Mbahnya Argo Parahyangan” tapi karena baru bahas Stasiun Tanjung Priok akhirnya dipending dulu dan bahas “KRL Pertama di Indonesia, dari Tanjung Priok ke Mestercornelis” yang masih berkaitan sama stasiun kebanggaan Batavia itu.


REFERENCES

5 Kecelakaan Maut di Rel Jabodetabek. Liputan6.Com. http://news.liputan6.com/read/769539/5-kecelakaan-maut-di-rel-jabodetabek

Adhitia Putra, Galuh. 2011. Tragedi Kebon Pedes. Blog Galuh Adhitia Putra. http://galuhadhitiaputra.blogspot.co.id/2011/09/tragedi-kebon-pedes.html

Hidayatullah, Muhammad. 2011. KRL Djoko Lelono 2, Fenomena dan Sejarahnya di Jakarta. Safety is The First. http://chikaladizty.blogspot.co.id/2011/10/krl-djoko-lelono-2-fenomena-dan.html

KRL Commuter Line. Wikipedia.id. https://id.wikipedia.org/wiki/KRL_Commuter_Line

Stasiun Tanjung Priok. Wikipedia.id. https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Tanjung_Priok

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: