Posted on

KRD Shinko MCW 302: KRD Patas Bandung Raya Termasuk Legendaris

Bukan tanpa alasan admin ngeganti logo Lodaya Bandung jadi KRD Shinko MCW 302. Armada tersebut termasuk jajaran kereta legendaris di Daop 2 Bandung di katagori lokalan. Termasuk satu yang pernah dinas sebagai KRD Patas Bandung Raya (Non-AC). 

Jadi nggak semata-mata pengen beda sama yang lain. Atau lebih dari itu sok ikut-ikutan “anti puongs-puongs club”. Ya memang nggak sedikit yang kurang begitu suka sama lokomotif CC 206 alias si Puongs yang kini jadi penarik kebanyakan kereta unggulan. Bahkan di Daop 2 Bandung, semua kereta unggulan ditarik CC 206, termasuk Kereta Api Argo Wilis dan Kereta Api Mutiara Selatan yang sebelumnya pake CC 203.

Di antara alasan nggak terlalu suka si Puongs gara-gara nggak bisa ngeluarin “wedhus gembel” alias “kobong”. Karena itu cuma bisa dilakuin CC 203. Padahal untuk jalur pegunungan atau narik rangkaian panjang, lebih-lebih kereta barang, si Puongs lebih cocok untuk tugas ini. Makanya sekarang di Daop 2 Bandung CC 203 lebih banyak dinas kereta api lokalan dan kereta api ekonomi.

KRD Shinko MCW 302 yang Nyaris Punah

Adakah yang menaruh perhatian sama armada KRD Shinko MCW 302? Boleh dibilang nyaris nggak ada. Padahal KRD paling legendaris ini populasinya mulai minim. Kebanyakan udah berubah fungsi dari kereta penumpang jadi kereta penolong, inspeksi, Railclinic hingga Rail Library. KRD Shinko MCW 302 yang masih rutin dinas sebagai kereta angkutan penumpang kini tinggal KA Kedungsepur aja, di rute Semarang Poncol (SMC)-Ngrombo (NBO).

Itu aja wujudnya udah nggak asli lagi. Banyak perubahan dan kelasnya sendiri eksekutif (K1), bukan bisnis (K2) apalagi ekonomi (K3). Semula KRD Shinko MCW 302, KA Kedungsepur, mau didinasin sebagai salah satu armada kereta bandara Kualanamu yang lebih dikenal ARS (Airport Rail System) dibawah PT Railink. Cuma karena keburu datang armada KRD Woojin dari Korea Selatan, akhirnya KRD Shinko MCW 302 nya nggak sempat dinas.

Daripada mubazir akhirnya dibalikin lagi ke Pulau Jawa dan didinasin sebagai lokalan Daop 4 Semarang rute Semarang Poncol (SMC)-Ngrombo (NBO) sebagai KA Kedungsepur. Karena terlanjur banyak dirombak, jadilah KA Kedungsepur lokalan kelas eksekutif yang tarifnya Rp 10.000,00. Bahkan lebih mahal daripada Kereta Api Patas Bandung Raya saat ini, Rp 8.000,00.

Selain KA Kedungsepur, masih ada KRD Shinko MCW 302 yang dinas angkutan penumpang di jalur Purwosari-Wonogiri. Sayangnya cuma dijadiin kereta cadangan karena Railbus Batara Kresna jadi armada utama di sini, disusul KRDE ex Arjuno Ekspres. KRD Shinko MCW 302 baru didinasin kalo nggak ada lagi kereta yang SO di jalur ini.

KRD Shinko MCW 302 juga pernah jadi lokalan Daop 8, KRD Supor rute Surabaya-Porong. Sayang sekarang udah nggak dinas lagi dan diganti sama idle Jenggala yang pake armada KRDE buatan PT.INKA Madiun, hasil modifikasi KRL BN Holec. KRDE “Jenggala” dilengkapi fasilitas AC.

KRD Shinko MCW 302 “Patas Bandung Raya” Termasuk Legendaris

Balik ke Daop 2 Bandung, disini semua lokalan udah pake kereta api biasa yang ditarik lokomotif. Begitu juga Kereta Api Patas Bandung Raya pake idle Kereta Api Kahuripan. KRD Shinko MCW 302 udah lama nggak dinas lagi sebagai lokalan, baik reguler atau patas. Sebagian besar keretanya udah dimodifikasi jadi Rail Clinic 2 dan Rail Clinic 3, cuma sisa 2 kereta aja yang sekarang masih “stand by” di Dipo Induk Bandung.

Sisa KRD Shinko MCW 302 ex-KRD Patas Bandung Raya ini memang masih jalan, tapi terbatas cuma di sekitaran Dipo Induk Bandung dan emplasmen stasiun aja. Fungsinya nggak lebih buat kereta pelangsir, hampir mirip sama lokomotif BB 303 yang sekarang ada di Balai Yasa Manggarai Jakarta.

Padahal KRD Shinko MCW 302, KRD Patas Bandung Raya, termasuk kereta legendaris di Daop 2 Bandung untuk katagori lokalan. Meski nggak setenar lokomotif “Si Gombar” atau Kereta Api Parahyangan, lokalan di Daop 2 Bandung dulunya memang pake KRD ini, sebelum mulai ditarik lokomotif pertengahan tahun 1990-an. Sampe akhirnya tinggal nyisain satu armada yang dipake KRD Patas Bandung Raya.

Kini tak ada lagi KRD Shinko MCW 302 yang dinas sebagai angkutan penumpang di Daop 2 Bandung. Karena itu sebagai bentuk penghormatan buat sang legenda yang udah bertahun-tahun nganterin Baraya Commuters, dijadiin logo baru Lodaya Bandung.

Selain penghormatan, logo KRD Shinko MCW 302 juga anti-mainstream, disaat forum atau grup kereta api masih banyak yang pake CC 201, CC 203, dan CC 206 a.k.a. Puongs sebagai logo mereka.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.