Posted on

Kisah Sedih KRL Tokyo Metro 5000

Nyaris dibesi tuakan di negara asalnya, Jepang, ujung-ujungnya dikirim ke Stasiun Purwakarta dan Cikaum bersama para pendahulunya. Puncaknya anjlok di Stasiun Manggarai 3 Oktober 2017.

Harusnya mimin jangan bahas KRL ya, karena nggak ada di Bandung (walaupun ke depan bakalan ada karena udah jadi wacana lama). Cuma masalahnya mimin dan KRL pernah jadi soulmate waktu masih kuliah di UI dan IPB, plus kerja di daerah Setiabudi Jakarta Pusat. Baik KRL Ekonomi Jabodetabek maupun KRL AC (Ekonomi AC, Semi Ekspres dan Ekspres).

Jadi nggak salah dong kalo dibahas juga sedikit-sedikit, hitung-hitung sekalian nostalgia gitu. Kemarin udah bahas KRL Ekonomi Jabodetabek, nah sekarang mimin mulai bahas KRL AC yang pernah beroperasi di lintas Jabodetabek, mulai eranya Divisi Jabodetabek sampe ke Commuter Line Jabodetabek.

Tokyo Metro 5000 Datang Belakangan

Salah satu KRL AC itu ialah Tokyo Metro 5000. Sebenarnya jenis ini datangnya terhitung belakangan. Awal mula KRL AC beroperasi di Jabodetabek itu waktu ada hibah KRL Toei 6000 dari kaisar Jepang, di sana udah nggak dinas lagi terus dioper ke Indonesia, didinasin lagi di Jabodetabek sebagai KRL Express. (Nanti bakal dibahas sendiri InSyaaAlloh).

KRL Tokyo Metro 5000 pertama kali datang ke Indonesia tahun 2006 atau pas zamannya ada KRL Ekonomi AC. Kebetulan juga KRL Tokyo Metro 5000 ini sering dipake dinas sebagai KRL Ekonomi AC.

Bedanya ekonomi AC sama ekspress waktu itu jumlah pemberhentiannya. Ekonomi AC, kaya ekonomi non-AC, berhenti di tiap stasiun (kecuali Stasiun Gambir). Sementara KRL Ekspress cuma berhenti di stasiun-stasiun tertentu aja.

Meski baru dinas 2006, KRL Tokyo Metro 5000 di negara asalnya udah dinas dari tahun 1964 lho, atau lebih tua dari KRL Toei 6000 yang baru dinas 4 tahun setelahnya. KRL Tokyo Metro 5000 awalnya dioperasikan Tokyo Metro di Tokyo Metro Tozai Line.

Nggak jarang KRL Tokyo Metro 5000 lanjut ke jalur JR East Chuo-Sobu Line sebagai Local (layanan lokal) dan ke jalur Toyo Rapid Railway sebagai layanan lokal, Rapid (setara dengan layanan ekspres di Indonesia), Commuter Rapid (layanan ekspres khusus komuter) dan Tōyō Rapid (ekspres khusus melayani Tozai Line dan jalur Tōyō Rapid dalam sekali perjalanan).

Di awal masa dinas tahun 1964, KRL Tokyo Metro 5000 ini belum dilengkapi AC, jadi cuma pake kipas angin aja. Fasilitas AC baru dipasang tahun 1980-1990an. Beberapa set dimodifikasi jadi KRL Toyo Rapid 1000 punya Toyo Rapid Railway di tahun 1995.

KRL Tokyo Metro 5000 pensiun di Jepang tahun 2006, bersamaan sama KRL Toyo Rapid 1000 karena sejatinya itu modifikasi dari KRL Tokyo Metro 5000.

Dikaryakan Lagi di Indonesia dan Mengalami Kisah Sedih

Pensiun di Jepang, KRL Tokyo Metro 5000 dikirim ke Indonesia (barengan sama Toyo Rapid 1000) buat didinasin sebagai KRL AC Jabodetabek yang waktu itu mulai perkenalkan KRL Ekonomi AC. Didatangin langsung sama Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI, waktu itu pembelian KRL masih lewat Dirjen perkeretaapian beda sama sekarang langsung KAI.

KRL yang sedianya purna tugas akhirnya dikaryakan lagi demi memenuhi kebutuhan transportasi perkotaan yang aman dan nyaman di Jabodetabek. KRL Tokyo Metro 5000 sering dinas sebagai KRL Ekonomi AC di jalur Jakarta-Bogor dan Jakarta-Bekasi.

Sayang masa dinas keduanya di Indonesia diwarnai kejadian nggak enak alias kontroversial. KRL Tokyo Metro 5000 sama Toyo Rapid 1000 ketahuan barang hasil korupsi Dirjen Perkeretaapian Kemenhub waktu itu, Soemino Eko Saputro. Kata beliau dua KRL ini hibah dari Jepang, nggak taunya disinyalir pembelian terselubung Kemenhub.

Anehnya lagi, KRL Tokyo Metro 5000 dan Toyo Rapid 1000 dibeli dari tempat pemotongan besi tua (scrapyard) di Jepang. Sedianya dua KRL ini memang mau dibesituakan, tapi batal karena dibeli sama Kemenhub dan dikirim ke Indonesia. Pertama kali datang ke Indonesia langsung ngalamin kisah sedih.

Ternyata nggak sampe disitu aja lho guys, kesedihan lainnya tentu pas dinas jadi KRL Ekonomi AC dimana AC di KRL Tokyo Metro 5000 ini sering nggak berfungsi sebagaimana mestnya. Malah kipasnya yang jalan. Jadi hawa dingin justru datang dari kipas angin (fan), percis sama kaya kereta api bisnis jarak jauh di zaman itu.

Entah karena hasil korupsi jadi nggak berkah atau gimana, masa dinas kedua KRL Tokyo Metro 5000 di Indonesia juga nggak berlangsung lama. Meski masih ada yang dinas di era KRL Commuter Line Jabodetabek, rangkaian Tokyo Metro 5000 ada yang udah dikirim ke Stasiun Purwakarta dan Stasiun Cikaum.

Memang nasib KRL Tokyo Metro 5000 di Stasiun Purwakarta masih lebih bagus, nggak ditumpuk bareng sama KRL Ekonomi Rheostatik dan Holec.

Anjlok Di Manggarai 3 Oktober 2017

Puncak dari kisah sedih KRL Tokyo Metro 5000 ini justru terjadu belum lama ini, tepatnya di hari Rabu 3 Oktober 2017, pastinya udah era KRL Commuter Line Jabodetabek. KRL bernomor perjalanan KA 1507 rute Bogor-Angke anjlok di dekat Stasiun Manggarai jam 07.40 WIB posisi melintang sampe nutupin jalur kereta api.

Insiden ini terjadi di jam sibuk orang berangkat kerja, bayangin aja udah kereta penuh ditambah ada insiden kaya gini. Memang sih anjlokan KRL Tokyo Metro 5000 ini nggak sampe makan korban tewas atau luka-luka, tapi dampaknya jelas sangat mengagngu dan bikin nggak nyaman.

Efeknya perjalanan KRL dan KAJJ yang lewat Stasiun Manggarai terganggu. KRL jurusan Bekasi reroute lewat Stasiun Pasar Senen. Ya, mungkin beginilah riwayatnya KRL Tokyo Metro 5000 di Indonesia. Awal didatangin caranya udah nggak enak karena ada indikasi korupsi, puncaknya anjlok di Stasiun Manggarai.

Padahal KRL Tokyo Metro 5000 yang anjlok ini termasuk yang beruntung masih bisa dinas di era KRL Commuter Line Jabodetabek. Di saat saudaranya udah ada yang benar-benar purnatugas “dikubur” di Stasiun Purwakarta dan Stasiun Cikaum. Karena KRL Commuter Line Jabodetabek sekarang didominasi JR East 205.

Mau tau KRL Tokyo Metro 5000 yang anjlok di Manggarai? See this video:


REFERENCES: 

Acara Baru Dot Com. 2017. Kereta KRL Anjlok di Stasiun Manggarai 3 Oktober 2017. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=1Q3mSCH_3qg

Kereta Rel Listrik Tokyo Metro Seri 5000. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Kereta_rel_listrik_Tokyo_Metro_seri_5000

KRL Bogor-Angke Anjlok di Stasiun Manggarai, No 3 Soal Rute Kereta Alternatif!. Tribunnews. http://wow.tribunnews.com/2017/10/03/krl-bogor-angke-anjlok-di-stasiun-manggarai-no-3-soal-rute-kereta-alternatif

 

Advertisements

2 thoughts on “Kisah Sedih KRL Tokyo Metro 5000

  1. […] nyambung sama postigan sebelumnya, Kisah Sedih KRL Tokyo Metro 5000, kali ini mimin mau ngebahas tentang KRL Tokyo Metro 5000 dan sejumlah KRL […]

  2. […] nyambung sama postigan sebelumnya, Kisah Sedih KRL Tokyo Metro 5000, kali ini mimin mau ngebahas tentang KRL Tokyo Metro 5000 dan sejumlah KRL […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.