Posted on

Khayalan itu Bernama Kereta Api Cisadane

Di satu sisi Kereta Api Cisadane dulu pernah ada, dinas sebagai kereta biasa di rute Kiaracondong (KAC)-Madiun (MN) dilanjut KRL Ekspres Manggarai (MRI)-Tangerang (TNG). Cuma yang jadi masalah ada seorang Railfans yang kerap memainkan imajinasinya, setiap kali ketemu Kereta Api Lokal Bandung Raya atau Kereta Api Patas Bandung Raya dibilang Cisadane. Khayalan kok dibawa ke dunia nyata. 

Benar-benar ada dan nyata lho, seolah-olah si doi gagal move on, tetap keukeuh di alam khayalnya. Masa iya setiap kali ketemu sama Kereta Api Lokal Bandung Raya atau Kereta Api Patas Bandung Raya dia bilang itu Kereta Api Cisadane? Sekalipun pernah ada di Daop 2 Bandung medio 1990-an, terus di 2005 kembali ke habitat aslinya dinas KRL Cisadane Ekspres rute Manggarai (MRI)-Tangerang (TNG) sampe masuk era KRL Commuter Line.

KHAYALAN ITU BERNAMA KERETA API CISADANE

Semula Kereta Api Ekonomi Bandung-Jogja

Nggak jelas dan masih ditelusuri kapan Kereta Api Cisadane mulai dinas. Tapi yang jelas kereta api ini memang pernah ada di Daop 2 Bandung tahun 1990-an atau era-Perumka. Awalnya Kereta Api Cisadane itu kereta api ekonomi Bandung Jogja, dalam perkembangannya rutenya diperpanjang ke Madiun (MN), hingga akhirnya rutenya berubah jadi Kiaracondong-Madiun sebelum pensiun di tahun 2003.

Pensiunnya Kereta Api Cisadane, bersama Kereta Api Galuh (Pasar Senen-Banjar), karena okupasi minim dan PT KA waktu itu mau memaksimalkan kapasitas Kereta Api Pasundan (Kiaracondong-Surabaya Gubeng) dan Kereta Api Kahuripan (Padalarang-Kediri). Jadi penumpang jurusan Jogja (Lempuyangan), Solo dan Madiun bisa naik 2 kereta tadi. Jadi dengan demikian biaya operasional bisa diminimalkan.

Dinamain Cisadane kok dinasnya di Daop 2? Ini juga masih misteri. Bisa jadi karena waktu itu wilayah Tangerang dan sekitarnya yang identik sama Sungai Cisadane masih masuk dalam Provinsi Jawa Barat, sebelum ada pemekaran dan masuk Provinsi Banten di tahun 2000. Jadi kalo acuannya Sungai Cisadane masih masuk Jawa Barat sebelum tahun 2000 itu sah-sah aja. Walaupun dinas di Daop 2 Bandung.

“Pulang Kampung” Jadi KRL Cisadane Ekspres

Tahun 2004, PT. Kereta Api Indonesia Divisi Jabotabek datengin 16 unit KRL JR 103 dari JR East ex-Musashino Line dan Keiyo Line. Sebagian besar armada ini didinasin di Jalur Tangerang. Disinilah Kereta Api Cisadane terlahir kembali. Cuma bedanya kali ini berbentuk KRL sekaligus pulang kampung ke habitat aslinya, dinas sebagai KRL Cisadane Ekspres rute Manggarai (MRI)-Tangerang (TNG).

KRL Cisadane Ekspres memang nggak kebagian trainset JR 103 ex-Musashino Line, karena semua armada JR 103 dinasnya Jakarta Kota (JAKK)-Tangerang (TNG) sebagai KRL Benteng Ekspres. Adapun KRL Cisadane Ekspres pake armada Toei 6000 Series “modifikasi”, yakni KRL Toei 6000 series yang kabinnya dirakit Balai Yasa Manggarai.

Sedikit info, armada KRL Toei 6000 Series itu nggak semuanya original percis kaya waktu masih dinas di Jepang. Ada beberapa trainset yang dikirim tanpa kabin masinis. Karena itu dari Balai Yasa Manggarai coba ngakalin supaya bisa jadi satu trainset. Disinilah lahir KRL Toei 6000 Series mulai Toei 6000 Series “Rakitan”, Louhan, Ekspass, sampe Djoko Lelono 2. Yang terakhir itu trainset survival ex-PLH Kebon Pedes.

Nah yang mana dipake dinas KRL Cisadane Ekspres? Semuanya pernah dipake, bahkan pernah juga pake Djoko Lelono 3 alias KRLI Prajayana, pelopor KRL buatan dalam negeri (PT INKA Madiun). Lumayan lama sih KRL Cisadane Ekspres dinas di Divisi Jabotabek, dari 2005 sampe pensiun di tahun 2011 saat mulai diperkenalkan pola perjalanan baru KRL Commuter Line yang meniadakan KRL Ekspres.

Naif “Membawa Kembali” Kereta Api Cisadane ke Dunia Nyata

Jadi sangat naif “membawa kembali” kereta api Cisadane ke dunia nyata, yang notabene udah pensiun sejak 2011 (kalo digabungin sama dinasan KRL Cisadane Ekspres Manggarai-Tangerang). Kurang pas juga Kereta Api Lokal Bandung Raya dan Kereta Api Patas Bandung Raya dibilang Kereta Api Cisadane. Secara dua-duanya juga nggak punya nama khusus.

Bahkan KRL Commuter Line jurusan Serpong, Tangerang, dan KA Bandara Soekarno Hatta yang dioperasiin Railink itu nggak punya nama khusus, walaupun sejatinya lebih layak menyandang nama “Cisadane”. Nah kalo yang jurusan Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan aja nggak ada yang dinamain Cisadane, apa jadinya Lokalan sama Patas Bandung Raya kok dinamain Kereta Api Cisadane ?

Punya kereta khayalan, misalnya di Open BVE atau Trainz Simulator, sih sah-sah aja. Tapi mbok ya jangan dibawa-bawa ke dunia nyata. Beda antara dunia game (khayalan) sama dunia nyata.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.