Ketika Nama Lodaya Bandung Dipersoalkan

Lodaya Bandung sudah eksis sejak Juni 2017 dan sudah dikenal di kalangan Railfans sebagai referensi kereta api Indoensia. Namun sayang ketika hendak merangkul salah satu WhatsApp Grup untuk maju bersama sebagai suatu komunitas nama tersebut malah dipersoalkan, dianggap cuma nama kereta, padahal sejatinya merupakan identitas Sunda dan Priangan.

Inilah yang terjadi di akhir tahun 2018. Sebuah WhatsApp Grup yang coba dirangkul untuk diajak maju bersama lantas menolak mentah-mentah gagasan tersebut. Bukan cuma itu salah satu anggota pun sampai mempersoalkan nama Lodaya Bandung yang hendak digunakan. Menurutnya nama tersebut terlalu spesifik hanya mengacu ke Kereta Api Lodaya (Solo Bandung Raya).

Setelah melalui keriuhan di dalam grup akhirnya dukungan dari Lodaya Bandung pun ditarik. Dalam rangka memenuhi kemauan mereka. Kalo kata orang jawa “Sing Waras Yo Ngalah”. Hingga akhirnya mereka pun berjalan sesuai keinginan mereka sendiri. Sebenarnya apa alasannya mempersoalkan nama Lodaya? apakah nama tersebut benar cuma nama kereta?

Lodaya dan Prabu Siliwangi

Nyatanya nama Lodaya memang bukan sekedar nama kereta. Lebih dari itu dia merupakan identitas dan jati diri urang Sunda. Lodaya sangat terkait dengan sejarah Kerajaan Sunda dibawah pimpinan Prabu Siliwangi. Nah kaitannya sama Prabu Siliwangi, Lodaya adalah sosok Maung atau macan jelmaan dari Prabu Siliwangi ketika berhadapan dengan putranya Raden Kian Santang.

Disinilah alasan kuat Lodaya merupakan identitas dan jati diri Sunda. Bahkan sampai Kodam III Siliwangi menggunakan simbol maung (macan). Setiap ketemu markas TNI terutama Divisi Siliwangi pasti bakal menemukan sosok patung macan yang berdiri gagah. Karena itulah boleh jadi macan tersebut juga berkaitan dengan sosok Maung Lodaya sebagai jelmaan Prabu Siliwangi.

Karena berkaitan sangat erat dengan budaya Sunda, nama Lodaya pun dijadikan nama jalan di Kota Bandung tepatnya di Kelurahan Burangrang yakni Jalan Lodaya, disitu juga ada Stadion Lodaya sebagai lapangan sepakbola dan baseball.

Tugu Penanda Kota Tua dan Lapangan Sakti Lodaya

Akhir-akhir ini kita sering melihat ada tugu yang dijaga 4 ekor macan di sejumlah titik perempatan Kota Bandung. Mulai di perempatan Braga-Lembong, Braga-Wastukencana, Aceh-Wastukencana, Cicendo-Pajajaran, Pajajaran-Kebon Kawung, Pajajaran-Pasir Kaliki, hingga Supratman.

Apakah 4 ekor macan ini nggak punya nilai historis sama sekali? Salah besar kalo kamu beranggapan begitu. 4 ekor macan jelas melambangkan sosok maung yang salah satunya adalah Maung Lodaya sebagai jelmaan dari Prabu Siliwangi. Disini kan jelas Lodaya merupakan identitas dan jati diri Sunda. Kalo cuma nama kereta kenapa sampe ada dibikin tugu di setiap perempatan?

Tugu Maung (mau bilang Tugu Lodaya juga boleh aja karena sosok jelmaan Prabu Siliwangi tadi) merupakan penanda Kota Tua Bandung khususnya di wilayah utara yang memang banyak berdiri bangunan tua peninggalan Belanda. Kawasan ini sejak era kolonial juga merupakan daerah elite. Bahkan Gedung Sate sebagai pusat pemerintahan Jabar juga ada di utara Kota Bandung.

Nggak cukup cuma nama Jalan Lodaya, Stadion Lodaya, hingga “Tugu Lodaya”, nama Lodaya juga dipake buat nama sebuah lapangan sepakbola di Desa Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. Lapangan yang disebut-sebut berkelas Internasional ini dibangun pake Dana Desa dan dikasih nama Lapangan Sakti Lodaya.

Lapangan Sakti Lodaya di Desa Cisayong Kabupaten Tasikmalaya.

Nah sampe disini jelas kan nama Lodaya itu bukan sekedar nama kereta api yang melayani rute Solo Balapan-Bandung, yang namanya Lodaya disingkat Solo Bandung Raya? Kalopun iya dianggap nama kereta doang, Kereta Api Lokal Bandung Raya kalo disingkat namanya juga jadi Lodaya (Lokal Bandung Raya).

Jika Lodaya cuma nama kereta, itu juga Solo Balapan-Bandung yang sekarang dibawah Daop 6 Yogyakarta, nggak bakalan ada tuh Jalan Lodaya, Stadion Lodaya, Tugu 4 Macan, hingga Lapangan Sakti Lodaya di Tasikmalaya.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.