Ketika Hobi Foto Kereta Api Dibilang Kurang Kerjaan

Gitulah pandangan sebagian orang sama Railfans yang hobi videoin atau foto kereta api. Dibilang kurang kerjaan. Padahal setiap gambar yang diambil itu berharga banget lho, malah bisa menghasilkan uang dari situ.

Banyak cara yang bisa diekspresikan buat para pecinta kereta api atau railfans. Kesukaan dan kecintaan mendalam sama yang namanya kereta api, moda transportasi darat unggulan dan favorit para traveler saat ini. Kebanyakan memang abadiin rangkaian kereta api dalam bentuk video atau foto kereta api. Lebih-lebih sekarang udah cukup modal smartphone aja.

Sejatinya yang namanya Railfans atau pecinta kereta api udah ada dari dulu, jauh sebelum PT. Kereta Api berubah total kaya sekarang. Di zaman jahiliyyah, begitu istilahnya sebelum kedatangan Bapak Ignatius Jonan di PT. KAI tahun 2009, railfans udah ada. Jangankan itu, dari zamannya DKA bisa jadi memang udah ada.

Jadi kecintaan sama kereta api boleh dibilang udah turun temurun, dari generasi 1950-an sampe sekarang. Memang sih dulu belum ada istilah railfans. Zaman itu juga belum ada smartphone jadi kalo mau mengabadikan segala sesuatu pastinya harus pake kamera tustel (kodak). Itu juga fotonya nggak langsung jadi tapi harus dicuci dulu.

Pastinya hobi foto kereta api di zaman dulu jauh lebih mahal daripada sekarang. Karena kita harus keluarin uang sekedar buat nyuci foto yang udah kita ambil di tukang cuci foto. Belum lagi buat kameranya. Butuh modal besar iya.

Tapi kadang ada juga kok cara lain buat mengekspresikan kecintaan sama si ular besi itu, yakni dengan cara menggambar kereta api cukup modal pensil atau ballpoint, sedikit keluar modal bisa juga kalo mau tambah pensil warna, crayon atau cat air. Itu buat yang modalnya pas-pasan atau malah nol besar.

Jadi kalo “kids jaman old” suka ngegambar kereta api, dan mayoritas hasil karyanya nggak jauh-jauh dari situ, tanpa disadari dia udah jadi seorang Railfans atau Pecinta Kereta Api. Itu sebelum marak handphone berkamera lho ya, termasuk smartphone.

Begitu juga laptop belum booming kaya sekarang. Komputer (termasuk laptop) dulu memang udah ada, tapi masih serba terbatas. Masih MS-DOS jadi harus pake floppy disk buat jalaninnya. Aplikasi buat grafis paling masih sebatas Machintosh, beda sama sekarang ada Photoshop dan aplikasi foto editing lainnya yang bisa didownload gratis.

Tinggal Jepret, Edit, Posting

Alhamdulillah, kids jaman now (tak terkecuali railfans jaman now) harus bersyukur karena semua udah dimudahkan. Smartphone banyak beredar di pasaran mulai harga paling murah sampe yang termahal, semua kembali ke spesifikasi dan kebutuhan kita juga.

Begitu juga aplikasi buat edit foto udah banyak yang gratisan, jadi nggak perlu pake Photoshop yang berbayar bahkan lebih mahal daripada Windows 10 Original atau Microsoft Office. Nggak punya komputer masih bisa ke warnet atau rental.

Jadi semua udah dimudahkan. Tinggal jepret, edit terus posting. Gampang kan? Yang masih ngegambar memang masih ada. Nggak masalah kalo memang dia juga suka itu, selain bikin video atau foto kereta api.

Dibilang Kurang Kerjaan.

Tapi kecintaan sama kereta api ternyata ada ujiannya juga lho. Apa itu? Nggak sedikit orang mencemooh hobby kita suka ngegambar, bikin video atau foto kereta api. Paling sering dibilang kurang kerjaan. Bahkan yang ngatain lebih jelek dari itu juga ada, dibilang punya kelainan seksual. Innalillahi Wa Innailaihi Roji’un.

Kita semua pasti bakal bertanya-tanya, apa yang salah sama hobby kita? Salahkah aku suka sama kereta api? Sampe diejek kaya gitu? Sebetulnya sih itu wajar-wajar aja. Mereka nganggap kita aneh atau kurang kerjaan karena suka kereta api. Paling dalam hati kita balik tanya sama mereka, “Kalo kamu sukanya apa?”

Nggak mungkin rasanya jawab “bus” karena toh yang suka bus atau bismania juga nggak jauh beda sama railfans, sering diejek kurang kerjaan videoin sama foto-foto bus plus minta “telolet”. Jangan lupa nggak sedikit lho railfans yang juga suka sama bus, jadi railfans merangkap bismania.

Jawab dengan Kreativitas.

Untuk menjawab ejekan mereka nggak ada kata lain selain dengan kreativitas kita para Railfans (dan juga Bismania). Mereka nggak sadar hobby kita bukan sekedar buat ngoleksi gambar-gambar atau video kereta api sama bus).

Lebih dari itu video atau foto yang diambil sebetulnya punya nilai lebih, malah bisa menghasilkan uang. Ya, boleh jadi pecinta kereta api sama bus itu juga merangkap seorang pelaku usaha tour and travel, jadi hobby-nya sekaligus menunjang pekerjaannya.

Ditambah lagi dari hasil jepretan itu juga bisa dibikin pernak-pernik terus dijual dan lagi-lagi menghasilkan uang. Tapi itu sih bukan yang utama. Ada tujuan yang lebih besar daripada sekedar uang, yakni memindahkan orang berduit dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, kereta api dan/atau bus.

Nggak jarang dari foto kereta api yang diambil itu juga ada misi sosialnya, misalnya buat sosialisasi keselamtan di perlintasan kereta api. Karena sekarang banyak lho yang suka terobos perlintasan kereta api atau PJL, nggak sedikit yang harus meregang nyawa karena ketamper (tertabrak) kereta api yang melaju kencang.

Selain itu bisa juga buat media ngingetin sesama pecinta kereta api atau railfans untuk safety hunting atau ngambil foto kereta api dengan aman. Misalnya atur jarak aman antara posisi kita sama kereta api yang lewat. Ini juga penting karena ada aja teman-teman yang suka mengabaikan faktor keselamatan.

 

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: