Kereta Wisata Priority vs Low Cost Carrier (LCC)

Kereta Wisata Priority rute Jakarta Gambir-Surabaya baru aja meluncur dan dibanderol Rp 900.000,00. Harga segitu jelas jauh lebih mahal daripada Low Cost Carrier (LCC) atau penerbangan bertarif murah, dan sepertinya nggak bisa dibandingin.

Dulu aja sebelum ada Kereta Wisata Priority, tiket pesawat LCC lumayan bersaing sama kereta api eksekutif yang paling mahal di rute Jakarta-Surabaya. Kalo di Bandung sih paling mahal Rp 470.000,00 untuk 2 rangkaian kereta api Argo Wilis (pagi) dan kereta api Turangga (malam). Memang bersaing sih sama LCC terutama si you know who yang suka telat.

Malah kadang-kadang tiket LCC dibawah 2 kereta api tadi, meski selisih nggak terlalu jauh. Nggak bisa dibantah naik pesawat memang bisa menyingkat waktu. Tapi kalo si maskapai udah terlanjur punya image “raja delay” kita pasti bakal mikir juga. Mau lebih murah kaya apa nggak bakal diambil. Mending naik kereta api yang jadwalnya lebih pasti.

Jangan lupa, separah-parahnya delay kereta api jarang lebih dari 2,5 jam, kecuali ada kejadian di luar perhitungan kaya sinyal kesambar petir di Karawang waktu itu, yang mengaruskan kereta api argo parahyangan bisnis untuk sementara ada lagi jalan sebagai keberangkatan terakhir dari Bandung.

Balik lagi ke Kereta Wisata Priority vs Low Cost Carrier (LCC), sebetulnya susah atau bahkan nggak bisa dibandingin antara keduanya. Dari sisi fasilitas aja udah beda banget. Jadi wajar kalo Kereta Wisata Priority jauh lebih mahal daripada LCC. Lha, jarak antar kursi di LCC aja sempit, udah gitu nggak dikasih makan lagi.

Di LCC makanannya dijual, itu juga kadang cuma snack doang, paling-paling juga pop mie yang agak ngenyangin, tergantung waktu tempuh perjalanannya. Kalo minum ada yang gratis ada yang nggak. Tapi di Kereta Wisata Priority, misalnya rute Gambir-Surabaya Pasar Turi yang ditarik Kereta Api Sembrani, tiket 900 ribu udah termasuk makan-minum gratis.

Fasilitas Kereta Wisata Priority

Terus apa aja sih fasilitas yang ada di Kereta Wisata Priority sampe tiketnya bisa jauh lebih mahal daripada penerbangan murah alias LCC ?

  1. Jumlah tempat duduk 28 seat, masing-masing dilengkapi AVOD (Audio Video On Demand). Nah fasilitas AVOD jelas nggak ada di pesawat LCC dan adanya di Full Service kaya Garuda Indonesia.
  2. Jarak antar kursinya luas, sementara LCC cenderung sempit dan dipadatin. Kapasitas tempat duduk kereta wisata Priority 28 seat, dibikin konfigurasi 14 seat – 14 seat.
  3. Kereta Wisata Prirority dapat makan dan minum, penerbangan LCC makan dan minum dijual sama kaya di kereta api reguler.
  4. Kereta Wisata Priority punya minibar
  5. Kereta Wisata Priority dikasih bantal gratis, kursinya juga enak dipake tidur, makanya ideal banget dibawa sama kereta api eksekutif yang jalanya malam, kaya Kereta Api Sembrani.
  6. Ada TV LCD di ujung rangkaian, selain AVOD di masing-masing seat, nah ini justru lebih mendekati maskapai full service daripada LCC.

So, nggak bisa lah Kereta Wisata Priority dibandingin sama penerbangan murah atau LCC. Kalo mau bandingin jelas harus apple to apple. Maka dari itu kereta wisata priority cuma bisa dibandingin sama penerbangan full service. Harga tiketnya yang Rp 900.000,00 sendiri lebih bersaing sama full service.

Leave a Reply

%d bloggers like this: