Kereta Wisata Priority atau Kereta Sleeper?

Kereta Wisata Priority sekarang udah bisa dinikmati tanpa harus sewa, meski terbatas di 3 rute dan weekend. Tapi kita nggak boleh lupain begitu aja rencana PT. KAI mau adain lagi Kereta Sleeper di KAJJ.

Kereta Sleeper sejatinya bukan barang baru di perkeretaapian Indonesia. Zaman dulu siapa yang nggak kenal Kereta Api Bima sebagai icon-nya kereta elite Indonesia. Benar-benar lain daripada yang lain. Punya fasilitas kamar tidur atau dibikin sekat per kamar mirip kereta api di luar negeri.

IMG_20170917_211811

Meski terdiri dari kelas 1 dan kelas 2, itu bukan berarti kelas eksekutif atau bisnis kaya sekarang. Dua-duanya masih disekat per kamar. Bedanya kabin (kamar) kelas 1 dibikin di 2 sisi dan koridor di tengah, sementara kabin kelas dua ada di 1 sisi jendela dan sisi lainnya buat koridor.

Kursi yang ada di setiap kamar bisa dijadiin tempat tidur atau sleeper. Selain kemewahan di gerbong penumpang, Kereta Api Bima jadul juga punya fasilitas restorasi sekelas resto mewah pada zamannya, selain itu jadi yang pertama punya gerbong kereta pembangkit (KP).

Sayang sang hotel berjalan pelan-pelan mulai jadi kereta biasa di tahun 1980-an dan masuk era 1990-an atau Perumka, Kereta Sleeper udah benar-benar hilang, bukan cuma di Kereta Api Bima tapi di perkeretaapian Indonesia.

Ada beberapa alasan kenapa kereta sleeper akhirnya dihapus, mulai dari khawatir bakal terjadi perbuatan asusila di dalam kabin karena 2 penumpang beda jenis kelamin yang bukan muhrim, sampai alasan pengen gedein pendapatan.

Jadi Kereta Wisata

Lantas dikemanain ya gerbong SAGW dan SBGW bekasnya Kereta Api Bima? Dimodifikasi jadi kereta wisata, yaitu Kereta Wisata Bali, Kereta Wisata Toraja dan Kereta Wisata Nusantara. 3 gerbong ini awalnya khusus buat kereta kepresidenan, cuma belakangan mulai disewain buat masyarakat umum.

Selain kereta wisata, sebagian lagi dijadii gerbong eksekutif biasa bernomor seri K1-67xxx, nah kalo kamu kebetulan lagi naik kereta api eksekutif terus kebagian yang punya nomor seri K1-67xxx boleh jadi itu dulunya pernah jadi kereta sleeper-nya Bima. Aslinya Kereta Sleeper Bima buatan Gorlitz, Jerman.

Kereta Wisata Priority

Saat ini PT. Kereta Api Indonesia mulai buka pemesanan tiket kereta wisata priority perorangan, meski sistem sewa yang  biasa tetap ada, memang sih baru 3 rute aja yang kebagian yaitu :

  1. Gambir-Jogja (Kereta Api Argo Dwipangga, Kereta Api Argo Lawu, Kereta Api Taksaka Malam),
  2. Gambir-Solo Balapan (Kereta Api Argo Dwipangga dan Kereta Api Argo Lawu)
  3. Gambir-Surabaya Pasar Turi (Kereta Api Sembrani)

Harga tiketnya sendiri dijual Rp 750.000,00 untuk rute Gambir-Jogja dan Gambir-Solo, sedangkan Gambir-Surabaya Rp 900.000,00. Nah, khusus di rute terakhir itu hampir bersaing sama tiket pesawat Garuda Indonesia Jakarta Surabaya.

Cuma satu yang jadi masalah, sekalipun kursi Kereta Wisata Priority jauh lebih nyaman daripada kelas eksekutif biasa, lagi-lagi itu bukan kereta sleeper kaya Kereta Api Bima jaman dulu. Kereta Wisata Priority masih kereta penumpang, cuma lebih lux aja dan kapasitasnya lebih sedikit. Kalo eksekutif kan 50 orang.

Kereta Sleeper

Padahal sebelum Kereta Wisata Priority dijual ketengan alias perorangan, PT. KAI sempat bikin wacana bakal ngadain lagi Kereta Sleeper. Memang keberadaannya kini kian dirindukan para penumpang. Terutama penumpang kereta malam yang butuh istirahat.

Bagus sih ada lagi Kereta Sleeper kaya dulu. Masalah bakal kejadian hal-hal yang tak diinginkan, itu bisa diantisipasi dari awal. Ya, mungkin PT. KAI bisa contoh Business Class di penerbangan atau Sleeper Bus. Nggak masalah sekedar nyontoh doang sih.

Kereta Sleeper sampai sekarang memang masih dikaji, kira-kira rute mana aja yang bisa dipakein. Tentunya nggak semua kereta dan rute. Pokoknya perjalanan di atas 8 jam dan jalan di malam hari. Itu yang butuh Kereta Sleeper.

Kalo di Daop 2 Bandung ada 2 rangkaian kereta api yang rutenya jauh banget yaitu Kereta Api Malabar dan Kereta Api Mutiara Selatan. Rutenya sama-sama Bandung-Malang, bedanya Kereta Api Malabar lewat Kediri-Blitar, Kereta Api Mutiara Selatan via Surabaya. 2 rangkaian itu paling ideal pake kereta sleeper.

Adapun pilihan kereta Wisata Priority atau kereta Sleeper, admin pribadi jujur aja lebih sreg sama Kereta Sleeper. Secara kang mimin nggak jarang ulin (pergi) malam hari buat ngirit akomodasi hotel. Makanya prefer Kereta Sleeper than Kereta Wisata priority. Gimana dengan kamu?


Reference: 


 

Leave a Reply

%d bloggers like this: