Posted on

Kereta Jepang di Indonesia (4): Menebak Nasib Gerbong eks KRD MCW 301

Gerbong eks KRD MCW 301 yang pernah jadi andalan Kereta Api Lokal Bandung Raya kini udah nggak dipake lagi. Pernah sekali terlihat di Stasiun Purwakarta, terus nangkring di jalur 7 Stasiun Bandung. 

Tinggal tunggu waktu, ya begitulah nasib Kereta Jepang di Indonesia yang satu ini. Semula dinas sebagai KRD MCW 301 didatengin bareng sama KRL Rheostatik Mild Steel Batch-1 tahun 1976 untuk didinasin di jalur yang belum ada Listrik Aliran Atas (LAA)-nya.

Menebak Nasib Gerbong eks KRD MCW 301 (1/3)

Itu artinya KRD MCW 301 pernah jadi bagian dari sejarah perkeretaapian Indonesia, yakni modernisasi pertama di era-PJKA tahun 1970-an. Meski di satu sisi perkeretaapian Indonesia mulai mundur yang ditandai banyaknya lintas cabang yang ditutup karena alasan ekonomis.

Seiring berjalan waktu, KRD MCW 301 mulai sering trouble dan kekurangan suku cadang. Sampe akhirnya terpaksa dimodifikasi jadi gerbong biasa bernomor K3076 atau sering dijulukin “si kaki seribu”. Gerbong eks KRD MCW 301 banyak didinasin di Daop 1 Jakarta dan Daop 2 Bandung.

Di Daop 1 Jakarta, gerbong eks-KRD MCW 301 sering dinas di jalur kulon sebagai Kereta Api Langsam jurusan Rangkasbitung, Kereta Api Lokal Merak dan Kereta Api Patas Merak. Adapun Daop 2 Bandung, gerbong eks-KRD MCW 301 jadi andalan Kereta Api Lokal Bandung Raya. Meski udah jadi gerbong biasa, formasi tempat duduknya nggak berubah sama sekali, tetap menyamping belakangin jendela kaya KRL Commuter Line.

Mulai Menapaki Masa Senja

Di tahun 2016, gerbong eks-KRD MCW 301 mulai menapaki masa-masa senjanya. Di Daop 1 Jakarta, armada gerbong eks-KRD MCW 301 ini mulai dikandangin dan nggak lagi didinasin di Lokalan Merak atau Rangkasbitung. Gerbongnya sempat mejeng di dekat Stasiun Manggarai sampe akhirnya dipindahin ke Stasiun Dawuan dan dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Untuk Daop 2 Bandung memang masih dinas tapi armada gerbong eks-KRD MCW 301 mulai menghilang seiring kedatangan gerbong baru dari Daop 1 yang sebelumnya dinas sebagai Lokal Rangkasbitung buat memperkuat armada Kereta Api Lokal Bandung Raya. Mutasi gerbong ex Lokalan Rangkas ini pasca KRL Commuter Line mulai melayani Stasiun Rangkasbitung.

Keberadaan KRL Commuter Line di jalur kulon otomatis meniadakan perjalanan Kereta Api Lokal Rangkasbitung, Kereta Api Patas Merak, dan Kereta Api Kalimaya. Yang nyisa tinggal Kereta Api Lokal Merak dengan rute diperpendek jadi cuma sampe Stasiun Rangkasbitung dan buat penumpang yang mau ke Jakarta mau nggak mau mesti pindah ke KRL Commuter Line.

Praktis sebagian besar gerbong jadi idle, dan gerbong-gerbong itu akhirnya dimutasi ke Daop 2 Bandung untuk selanjutnya memperkuat Kereta Api Lokal Bandung Raya. Kedatangan gerbong mutasi tersebut ternyata bikin garbong eks-KRD MCW 301 pelan-pelan mulai ditinggalin dan dicadangin. Bahkan menjelang akhir 2017 udah mulai jarang bahkan nggak pernah lagi terlihat di Kereta Api Lokal Bandung Raya.

Menebak Nasib Gerbong eks KRD MCW 301 (2/3)

Ironis memang, padahal sebagian gerbong mutasi itu usianya lebih tua daripada gerbong eks-KRD MCW 301 (1976), yakni angkatan 1960-an.

Dari Emplasmen Stasiun Bandung sampe Purwakarta

Nasib gerbong eks-KRD MCW 301 pun mulai terkatung-katung. Nggak lagi jadi bagian dari armada Kereta Api Lokal Bandung Raya, lebih-lebih Kereta Api Patas Bandung Raya yang minjem rangkaian idle Kereta Api Kahuripan. Praktis gerbong-gerbong yang juga dijulukin “si kaki seribu” ini mulai lebih sering nangkring di emplasmen Stasiun Bandung atau Dipo Kereta Api Bandung.

Bahkan pernah sekali waktu ada yang dibawa ke Stasiun Purwakarta, K307604BD, ditaruh percis di depan bekas KRL Rheostatik Mild Steel Batch-1 yang udah lebih dulu ditanahin di situ. Jadi keliatan kaya reunian gitu, secara keduanya sama-sama berasal dari Jepang bahkan satu pabrik, Nippon Sharyo, meski akhirnya KRD MCW 301 dimodifikasi jadi gerbong biasa bernomor K3076. Beberapa pekan kemudian balik lagi ke Stasiun Bandung.

Menebak Nasib Gerbong eks KRD MCW 301 (3/3)

Kini gerbong eks-KRD MCW 301 tengah menunggu nasib, apakah bakal dipake lagi meski dalam bentuk berbeda (misalnya dijadiin kereta pembangkit atau kereta barang) atau justru malah dirucat, kaya saudaranya KRL Rheostatik Mild Steel Batch-1 yang udah lebih dulu dirucat tahun 2014 di Stasiun Purwakarta.

Jadi kita cuma bisa nebak-nebak aja gimana nasib salah satu Kereta Jepang di Indonesia ini yang juga pernah jadi bagian dari sejarah perkeretaapian Indonesia. Minimal kita sih maunya tetap bisa tengok gerbong ini, sama kaya bangkai-bangkai KRL sejuta kenangan di Purwakarta. Seperti kata Bung Karno, “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.” dan gerbong eks-MCW 301 merupakan bagian dari sejarah bangsa ini juga.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.