Posted on

Kereta Jepang di Indonesia (1): Lokomotif Uap C32 Seri JNR C12

Bukan KRL Rheostatik atau KRD MCW 301, ternyata kereta Jepang di Indonesia yang pertama Lokomotif Uap C32 Seri JNR C12 didatengin di masa penjajahan Dai Nippon untuk didinasin di Surabaya. Sayang nggak satupun yang tersisa.

Kebanyakan memang taunya kereta Jepang di Indonesia pertama kali ada tahun 1976 dimana pemerintah Orde Baru lewat Kementerian Perhubungan waktu itu datangin KRL Rheostatik Mild Steel Batch-1 sama KRD Shinko MCW 301 dari Jepang untuk modernisasi armada kereta api lokal perkotaan.

Boleh jadi juga ada yang nganggap armada Toei 6000 Series hibah dari Kaisar Jepang di awal milenium baru itulah Kereta Jepang pertama di Indonesia. Sayangnya ternyata bukan KRL Rheostatik Mild Steel Batch-1 dan KRD MCW 301, bukan juga KRL Toei 6000 Series, kereta Jepang di Indonesia pertama kali mendarat justru di zaman penjajahan Jepang.

Lokomotif Uap C32 Seri JNR C12

Bentuk fisik kereta Jepang pertama di Indonesia memang bukan rangkaian kereta kaya KRL atau KRD, bukan juga gerbong, tapi unit lokomotif uap jenis C32 Seri JNR (Japan National Railway) C12. Lokomotif uap ini didatangin sama rezim militer Jepang waktu Indonesia lagi dijajah Jepang sekitar tahun 1942-1945.

kereta-jepang-di-indonesia-1-lokomotif-uap-c32-seri-jnr-c12

Adapun tanggal pastinya kapan lokomotif uap C32 ini datang nggak disebutin di literatur yang ada. Tapi yang jelas datangnya di zaman penjajahan Jepang (1942-1945) dan langsung dibeli rezim militer Dai Nippon dari negara asalnya.

Jumlah armada lokomotif C32 yang didatangin ke Indonesia memang cuma 2 unit yakni C32 01 sama C32 02. Itu juga ditempatinnya di Dipo Lokomotif Sidotopo (SDT) dan dinasnya cuma sebatas di wilayah Surabaya aja sebagai lokomotif langsir atau penarik kereta lokal, baik kereta api lokal militer atau kereta api lokal sipil non militer.

Sedikitnya jumlah lokomotif C32 itu karena rezim militer Jepang masih banyak memberdayakan dan ngandalin armada lokomotif peninggalan Belanda, baik bekas perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staatspoorwegen (SS) atau perusahaan swasta lainnya. Peninggalan Belanda itu juga nggak sedikit yang dikirim ke wilayah jajahan lainnya di Asia Tenggara, misalnya ke Kamboja.

Spesifikasi Teknis Lokomotif Uap C32

Lokomotif Uap C32 Seri JNR C01 punya susunan roda 2-6-2T, dimensi silinder 400×610 mm dan diameter roda penggerak 1.400mm serta berat total 50,5 ton. Lokomotif ini mampu dipacu hingga 70 km/jam.

Sekilas susunan roda lokomotif uap Jepang ini sama kaya Lokomotif C30 seri SS1700 buatan Eropa yang dipake buat narik Kereta Api Eendagsche Express (Ekspres Siang) khusus di rute Bandung-Banjar yang agak ekstrem di era kolonial Belanda.

Begitu Jepang datang lokomotif ini juga banyak diandalin sama Dai Nippon. Dari 47 unit yang ada sebanyak 3 unit dipindah ke Sumatera terutama buat dinas bawa batu bara dari Muaro ke Pekanbaru, 4 unit dikirim ke Kamboja dan 7 lainnya ke Indochina (belum jelas ke mana, sedkit info wilayah yang masuk Indochina: Laos, Kamboja, Vietnam).

Lokomotif C32 juga punya kesamaan sama lokomotif C33 Seri SSS17 buatan Esslingen Jerman dari susunan roda 2-6-2T yang semasa pemerintahan Hindia Belanda dinas di jalur Emmahaven (Teluk Bayur)-Kayutanam Sumatera Barat. Di zaman Jepang lokomotif ini jadi andalan di jalur maut Pekanbaru-Muaro.

Nggak Ada yang Tersisa.

Beda sama Lokomotif C30 dan C33 yang masih bisa kita temuin, meski sebatas koleksi museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, 2 unit lokomotif C32 seri JNR C12 nggak satupun ada yang tersisa dan keduanya dilebur tahun 1980-an.

Jadi cuma gambar aja yang masih bisa diliat, itupun terbatas di buku Kereta Api Indonesia – Sejarah Lokomotif Uap karya Yoga Bagus Prayogo dkk. Dokumentasinya sendiri memang sangat minim. Memang sih wilayah dinasnya sendiri terbatas cuma di Surabaya.

References

  • Prayogo, Yoga Bagus dkk. 2017. Kereta Api di Indonesia – Sejarah Lokomotif Uap. Yogyakarta: JB Publishing.

 

 

Advertisements

Leave a Reply