Posted on

Kereta Api Walahar Ekspres dan Kereta Api Jatiluhur

Kereta Api Walahar Ekspres adalah lokalan Daop 2 yang berangkat dari Stasiun Purwakarta, sedangkan Kereta Api Jatiluhur berangkat dari Stasiun Cikampek. Keduanya sama-sama menuju Stasiun Tanjung Priok di Jakarta Utara. Tapi ada sedikit keanehan dari namanya. Tertukarkah?

Nama kedua lokalan ini sama-sama diambil dari bendungan Sungai Citarum di wilayah berbeda. Kereta Api Walahar Ekspres diambil dari Bendungan Walahar yang terletak di Kabupaten Karawang. Sebuah bendungan yang dibangun di zaman pemerintahan Hindia Belanda tahun 1923 dan sekarang jadi salah satu objek wisata andalah Kabupaten lumbung beras tersebut.

Kereta Api Jatiluhur Ekspres yang jadi salah satu lokalan andalan Daop 1 Jakarta melayani rute dari Stasiun Cikampek ke Stasiun Tanjung Priok dan sebaliknya. Pastinya semua udah tau kan nama itu asalnya dari Bendungan Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta.

Beda sama Walahar, Bendungan Jatiluhur yang sama-sama ada di aliran sungai Citarum dibangun Pemerintah Indonesia di tahun 1957, jadi waduk serbaguna pertama dan sampai sekarang masih jadi yang terbesar di Indonesia. Jatiluhur juga andalan pariwisata di Kabupaten Purwakarta.

Nama yang Tertukar?

Balik lagi ke nama kereta api, kalo kita sama-sama telusuri dari namanya, kayanya ada yang janggal nih. Kenapa nama Jatiluhur bukannya dipakein ke Lokalan Purwakarta-Tanjung Priok tapi malah lokalan Cikampek? Begitu juga Walahar kok nggak dilabelin di lokalan Cikampek?

Benar juga apa kata pepatah, apalah arti sebuah nama, mungkin PT. Kereta Api Indonesia punya pertimbangan lain waktu ngasih nama kedua lokalan ini. Kenapa Kereta Api Lokal Cikampek-Tanjung Priok dinamain Jatiluhur Ekspres sedangkan Kereta Api Lokal Purwakarta-Tanjung Priok malah dinamain Walahar Ekspres.

Memang sih keduanya sama-sama membendung aliran Sungai Citarum, yang jadi sungai terpanjang di Jawa Barat, mengalir mulai dari hulunya di Gunung Wayang Kabupaten Bandung dan bermuara di Laut Jawa, tepatnya Tanjung Karawang. Sepanjang aliran itu melewati 4 bendungan yakni Saguling, Cirata, Jatiluhur dan Walahar.

Atau mungkin juga nama Citarum bisa dilabelin ke Lokalan Cikampek karena jelas-jelas sungai itu membelah dan bermuara di Karawang. Secara administrasi sendiri daerah Cikampek itu masuk ke Kabupaten Karawang. Ah sudahlah, namanya udah terlanjur dikasih, nggak usah terlalu larut dalam berpolemik.

Walahar 3 Kali, Jatiluhur 2 Kali.

Kereta Api Walahar Ekspres termasuk salah satu kereta api lokal di Daop 2 Bandung. Itu karena petak antara Stasiun Purwakarta (PWK) sampai Stasiun Cibungur (CBR) masuk Daop 2 Bandung. Meski lokomotifnya masih pake punya Dipo Lokomotif yang ada di Jakarta, seperti Jatinegara.

Adapun kereta api Jatiluhur Ekspres jalur yang dilewatin semuanya ada di Daop 1 Jakarta mulai dari Stasiun Cikampek (CKP) sampai ke tujuan akhirnya Stasiun Tanjung Priok (TJP) di Jakarta Utara.

Dari sisi frekuensi perjalanan, Kereta Api Walahar Ekspres punya jadwal perjalanan 3x lebih banyak dan lebih lengkap. Ada perjalanan pagi, siang, dan sore. Sementara itu Kereta Api Jatiluhur Ekspres perjalanannya cuma sedikit, yakni 2 perjalanan pagi dari Stasiun Cikampek dan 2 perjalanan sore dari Stasiun Tanjung Priok.

Untuk Kereta Api Jatiluhur Ekspres kenapa jadwalnya lebih sedikit dan cuma 2 trip pagi dari Cikampek dan 2 trip sore dari Priok? Bisa jadi targetnya commuter di sepanjang jalur Cikampek sampe Tambun yang kerja di Jakarta. Karena jalur itu belum dilewatin KRL Commuter Line yang rencananya bakal diperpanjang ke Stasiun Cikarang.

Buat yang nggak bisa nguber Jatiluhur Ekspres buat ke Jakarta, masih bisa naik kereta api Walahar Ekspres yang jadwalnya 3 kali lebih banyak. InSyaaAlloh untuk jadwal lengkap kedua lokalan ini akan dibuatin postingan tersendiri.

 

Advertisements

Leave a Reply