Kereta Api Walahar Ekspres dan Cilamaya Ekspres

Masih satu rangkaian tapi namanya beda, kalo dari Jakarta ke Purwakarta namanya Walahar Ekspres tapi begitu dari Purwakarta ke Jakarta ganti nama jadi Cilamaya Ekspres. Nama pertama bakal lebih diingat orang.

Satu rangkaian kereta api tapi punya dua nama memang bukan hal baru di perkeretaapian Indonesia. Nggak usah jauh-jauh, rangkaian KAJJ kaya Kereta Api Turangga misalnya yang punya rute asli Bandung-Surabaya Gubeng, tapi pas dinas pagi dan siang sebagai Kereta Api Argo Parahyangan 33 dari Bandung dan 34 dari Jakarta Gambir.

Rangkaian kereta api Argo Parahyangan yang manfaatin idle Turangga udah dijalanin secara reguler jadi bukan sekedar kereta tambahan atau fakultatif kaya KA 31 dan KA 32 pake idle Harina. Untuk kasus ini mungkin nggak terlalu jadi masalah. Toh rutenya sendiri beda. Harina dan Turangga ke Surabaya, adapun Argo Parahyangan ke Jakarta.

Kasus serupa juga terjadi di Daop 8 Surabaya, dimana Kereta Api Penataran sama Kereta Api Dhoho itu masih satu rangkaian. Dari SUrabaya ke Blitar namanya Penataran tapi begitu dari Blitar balik ke Surabaya via Kertosono namanya jadi Dhoho. Begitu juga sebaliknya.

Terus kita juga masih ingat sama 2 rangkaian di jalur legendaris Bogor-Sukabumi-Cianjur. Sebelum kereta api Siliwangi berubah status jadi kereta api perintis bersubsidi, satu rangkaian bisa punya dua nama. Rangkaian dari Bogor ke Cianjur namanya Kereta Api Pangrango, tapi begitu balik ke Bogor lagi jadi Kereta Api Siliwangi.

Cuma sekarang udah nggak lagi karena status keduanya beda. Kereta Api Pangrango statusnya tetap lokalan semi-ekspres kelas komersial di rute Bogor Paledang-Sukabumi, sedangkan Kereta Api Siliwangi statusnya berubah jadi kereta api perintis bersubsidi khusus di jalur Sukabumi-Cianjur.

Dari Jakarta Walahar, baliknya Cilamaya.

Nah sekarang kita temuin lagi kasus yang sama di Kereta Api Walahar Ekspres yang masih setia melayani rute Jakarta Tanjung Priok-Purwakarta. Kereta Api lokalan ini juga punya dua nama lho, Walahar Ekspres dan Cilamaya Ekspres. Jadi kalo dari Jakarta ke Purwakarta namanya Walahar Ekspres, kalo baliknya berubah jadi Cilamaya Ekspres.

Tapi karena kagok dan ogah ribet, mau berangkat atau balik tetap nggak ngaruh. Orang tetap bakal nyebut kereta api yang dulunya sering dijulukin odong-odong ini kereta api Walahar Ekspres, Di jadwal perjalanan Lokalan Daop 2 Bandung juga disebut Kereta Api Walahar Ekspres, bukan Cilamaya Ekspres.

Aneh lagi nama Walahar nggak punya kaitan sama Kabupaten Purwakarta yang kini lagi berkembang jadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat setelah dipimpin oleh Bupati Dedi Mulyadi.Dari namanya aja, Walahar diambil dari nama bendungan sungai Citarum peninggalan Belanda di Kabupaten Karawang.

Kebetulan untuk Cilamaya bisa 2 kemungkinan, diambil dari nama kecamatan di Karawang yakni Cilamaya Wetan dan Cilamaya Kulon. Tapi bisa juga dari Sungai Cilamaya yang hulunya di Curug Cikondang di Kabupaten Subang, alirannya melintas di 3 kabupaten: Subang. Purwakarta dan Karawang.

Jadi kalo Cilamaya dibilang nggak ada hubungan sih nggak juga, toh meski lebih dikenal di Subang tapi aliran sungainya melewati Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang, terus bermuara di Laut Jawa.

Justru Kereta Api Jatiluhur rute Jakarta Tanjung Priok – Cikampek yang harusnya dipake buat lokalan jurusan Purwakarta karena nama Jatiluhur jelas-jelas nama bendungan terbesar di Indonesia terletak di Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.

Sejatinya Walahar Ekspres lebih pas dipake buat lokalan Cikampek, adapun Cilamaya Ekspres karena kaitannya lebih erat sama Kabupaten Subang mungkin lebih pas buat lokalan Daop 3 Cirebon yang sebagian jalur dan stasiunnya ada di Kabupaten Subang, misalnya Pagaden Baru, Cikaum, dan Tanjungrasa.Walaupun bisa juga dipake buat Lokalan Purwakarta.

Tapi ya mau gimana lagi, mungkin udah kebijakan PT. KAI kaya gitu. Kereta Api Jatiluhur buat ke Cikampek sementara Kereta Api Walahar Ekspres dipake Lokalan Purwakarta dari arah Jakarta dan Cilamaya Ekspres dari Purwakarta.

Meski pake dua nama yang berbeda, kelihatannya orang lebih sreg nyebut Lokalan Purwakarta sebagai Kereta Api Walahar Ekspres di dua arahnya. Mimkin sendiri lebih condong ke Kereta Api Walahar Ekspres baik di rute Tanjung Priok-Purwakarta atau sebaliknya.

One thought on “Kereta Api Walahar Ekspres dan Cilamaya Ekspres

  1. Pingback: Cilamaya Ekspres (Mungkin) Lebih Cocok Buat Lokal Purwakarta

Leave a Reply

%d bloggers like this: