Kereta Api Serayu, Dari Priangan Timur Langsung ke Ibukota

Pasca dihentikannya operasional Kereta Api Galuh (2002) dan Kereta Api Priangan Ekspres (2009), praktis kereta api Serayu jadi pemain tunggal yang melayani pelanggan dari daerah Priangan Timur langsung ke Ibukota Jakarta. Tarifnya memang masih bersaing sama bus, tapi unggul di bebas macet.

Di zamannya Perumka dulu kita pernah mengenal ada Kereta Api Galuh yang rutenya dari Stasiun Tanahabang ke Stasiun Banjar, via Bandung. Sejatinya kereta api Galuh dijalanin buat bantu operasional Kereta Api Citrajaya dan Cipuja (sebelum ganti nama jadi Serayu di era millenium).

Kereta Api Galuh awalnya terdiri dari kelas bisnis dan ekonomi, tapi seiring berjalan waktu rangkaiannya dirubah jadi Full K3 (kereta api ekonomi). Sayang karena PT.KAI bikin kebijakan rasionalisasi di tahun 2002, rangkaian kereta api yang namanya diambil dari Kerajaan Galuh ini harus pensiun dini dan beroperasi hanya 10 tahun saja.

Dipensiunkannya kereta api Galuh memang ada benarnya juga, karena rangkaian ini udah sering dicap “raja telat” atau sering mengalami keterlambatan (delay). Pernah sekali waktu karena udah kelewat telat akhirnya mau nggak mau harus digandeng sama Kereta Api Kahuripan di Cibatu.

Sayang gandengan Galuh-Kahuripan ini ternyata membawanya pada peristiwa tragis di Jembatan Trowek atau lebih dikenal PLH Trowek (PLH Cirahayu), 25 Oktober 1995. Tragedi yang makan korban 14 meninggal dunia dan 71 luka-luka.

Habis Galuh Terbitlah Priangan

Dihapusnya Kereta Api Galuh dari Gapeka akibat kebijakan rasionalisasi praktis menjadikan Kereta Api Serayu the one and only rangkaian kereta api yang bisa langsung dari Priangan Timur  (Banjar, Tasikmalaya, Garut) bablas sampai Jakarta. Sampai di tahun 2009, PT. Kereta Api Indonesia meluncurkan Kereta Api Priangan Ekspres.

Kereta Api Priangan Ekspres diplot buat ngisi rute Tanah Abang-Banjar yang ditinggalkan Kereta Api Galuh. Cuma Kereta Api Priangan Ekspres berangkat dari Stasiun Pasar Senen, ngambil rute muterin Jakarta (loop line) via Stasiun Kampung Bandan dan Angke, menuju Stasiun Tanah Abang. Abis itu jalan dan berhenti lagi di Stasiun Manggarai kemudian di Jatinegara.

Karena waktu itu di jalur lingkar Jakarta masih jarang dilewatin kereta api, jadi aja Kereta Api Priangan Ekspres dilewatin di jalur ini, mendampingi KRL Ciliwung Blue Line. Alasan lainnya kenapa dilewain jalur itu karena Stasiun Jakarta Pasar Senen sama Tanah Abang dekat pusat perbelanjaan.

Kereta Api Priangan Ekspres Nggak Sampai 5 Bulan.

Sayang ternyata masa dinas Kereta Api Priangan Ekspres cuma seumur jagung. Okupasi minim akhirnya menghentikan operasionalnya per 1 Desember 2009. Lagi-lagi kereta api ini belum bisa jadi pendamping ideal Kereta Api Serayu, yang praktis mulai saat itu sampai sekarang mendominasi market penumpang dari Priangan Timur ke Jakarta.

Bisa jadi kenapa Kereta Api Priangan Ekspres sepi peminat karena di Jakarta aja udah banyak pemberhentian, ditambah lagi harus ngelewatin jalur lingkar Jakarta, sekarang jadi Yellow Line KRL Commuter Line dari Jatinegara ke Bogor/Depok.

Sebelum nyampe tujuan akhir Stasiun Senen aja mesti ke Manggarai dulu, terus Tanah Abang via Angke-Kampung Bandan, baru masuk Senen. Berangkatnya juga gitu. Selepas Senen, berhenti di Tanah Abang, terus berhenti lagi di Manggarai, Jatinegara dan Bekasi.

Malah kereta api ini juga berhenti di Stasiun Purwakarta dan Stasiun Padalarang, sebelum masuk Stasiun Bandung. Kebanyakan berhenti jadi nggak ada bedanya sama naik bus. Apalagi dengar-dengar tarifnya lebih mahal dari bus.

Ditambah lagi keberadaan Tol Cipularang di Koridor Bandung Jakarta aja udah bikin Kereta Api Parahyangan, waktu itu masih jalan, kembang kempis meski tarifnya udah diturunin sampai Rp 30.000,00. Makanya jangan heran kalo pada akhirnya operasional Kereta Api Priangan Ekspres distop 1 Desember 2009, menyusul Parahyangan 26 April 2010.

Praktis sejak itu Kereta Api Serayu jadi pemain tunggal di market penumpang Priangan Timur ke Jakarta dan sebaliknya. Lebih-lebih sejak rangkaian kereta yang dulu lekat sama image negatif itu dipasang AC Split dan lebih nyaman, peminat di rute itu terus meningkat. Itu karena Kereta Api Serayu jadi satu-satunya pilihan, selain naik bus.

Kereta Api Serayu Jadi Alternatif Bandung Jakarta.

Selain jadi penguasa di market Priangan Timur-Jakarta (penumpang yang kepengen nyepur dari Banjar, Tasikmalaya, Garut ke Jakarta), Kereta Api Serayu sekarang jadi alternatif di koridor Bandung Jakarta atau Priangan Barat. Apalagi Kereta Api Argo Parahyangan sekarang makin diminati.

Belakangan jalan tol Cipularang udah semakin padat, nggak kaya dulu lagi. Sekarang udah nggak ada garansi lagi Bandung Jakarta bisa 2 jam setengah. Malah sebaliknya bisa 5-6 jam perjalanan kalo macet parah. Belum lagi kalo jalan tolnya mengalami masalah kaya kemarin ada retak di Jembatan Tol Cisomang.

Maka dari itu banyak penglaju Bandung Jakarta yang kembali melirik kereta api buat alternatif. Jangan heran tiap weekend tiket kereta api Argo Parahyangan selalu habis terjual. Apalagi musim-musim liburan dan long weekend.

Laris manisnya kereta api Argo Parahyangan membuat banyak calon penumpang akhirnya nggak kebagian tiket. Mau naik angkutan lain bisa aja tapi risikonya bisa kena macet parah. Niat kepengen cepet nyampe ke tujuan malah ketahan di jalan berjam-jam.

Untuk kereta api sendiri, di jalur Bandung Jakarta memang masih ada Kereta Api Serayu yang bisa dijadiin alternatif. Untuk koridor itu biasanya tiket masih banyak tersedia bahkan sampai H-1 keberangkatan.

Ada dua pilihan perjalanan Kereta Api Serayu, Keberangkatan dari Stasiun Kiaracondong pagi (KA 215) hari jam 13.25 WIB tiba di Stasiun Jakarta Pasar Senen jam 17.13 WIB. Sementara perjalanan malam hari dengan KA 219 dari Kiaracondong jam 00.32 WIB tiba di Senen jam 04.02 WIB

Dari Jakarta Pasar Senen juga ada 2 kali keberangkatan yakni KA 216 berangkat dari Stasiun Senen jam 09.15 WIB tiba di Kiaracondong jam 12.59 WIB. Sementara perjalanan malamnya untuk KA 220 dari Senen jam 21.00 WIB tiba di Kiaracondong jam 00.25 WIB. Waktu tempuh perjalanan kurang lebih 3 jam 30 menit sampai 3 jam 45 menit.

Waktu tempuh tersebut memang nggak jauh beda sama Kereta Api Argo Parahyangan, yang ngebedain cuma pemberhentian Kereta Api Serayu sedikit lebih banyak, yakni di Bekasi (KA 216 dari Senen dan KA 219 dari Kiaracondong), Purwakarta dan Sasaksaat.

One thought on “Kereta Api Serayu, Dari Priangan Timur Langsung ke Ibukota

  1. Pingback: Tips Memilih Kursi Kereta Api Ekonomi Reguler

Leave a Reply

%d bloggers like this: