Advertisements
Home > Blog > Kereta Api Bandung > Kereta Api Pangandaran, Akankah Abadi?

Kereta Api Pangandaran, Akankah Abadi?

Mulai dinas 2 Januari 2018 sebagai pengembangan dari Kereta Api Argo Parahyangan Premium dan Tambahan. Melayani rute Gambir-Bandung-Banjar PP dan Bandung-Banjar PP. Diharapkan layanan ini akan tetap ada ke depannya dan tidak bernasib sama seperti dua pendahulunya: Kereta Api Galuh dan Kereta Api Priangan Ekspres. 

Kereta Api Pangandaran sejatinya merupakan jawaban atas kebutuhan warga Jakarta yang mau liburan di Priangan Timur, maupun warga Priangan Timur yang kebetulan mengadu nasib di ibukota tapi ingin ada alternatif transportasi yang cepat dan terjangkau. Dari Jakarta bukannya nggak ada kereta api jurusan Priangan Timur seperti Garut, Tasikmalaya dan Banjar.

Selama ini mereka sangat mengandalkan Kereta Api Serayu (Pasar Senen-Kroya-Purwokerto), cuma masalahnya Kereta Api Serayu cuma ada 2 kali pemberangkatan, pagi dan malam. Udah itu kalo misalkan tiketnya habis susah buat cari alternatif lain, selain singgah dulu di Bandung naik Kereta Api Argo Parahyangan, setelahnya lanjut naik KAJJ arah Timur.

Apalagi sekarang di saat kereta api Jakarta-Bandung lagi banyak peminat karena tol yang terus dilanda kemacetan, bukan cuma tiket Kereta Api Argo Parahyangan yang jadi rebutan, tapi kadang tiket kereta Api Serayu juga ikut-ikutan habis. Sehingga makin menyulitkan kamu yang hendak ke Priangan Timur.

Kereta Api Pangandaran Jawabannya.

Penantian panjang akan adanya kereta api dari ibukota ke Priangan Timur akhirnya terjawab sudah. Pada 2 Januari 2019 PT.KAI meluncurkan Kereta Api Pangandaran. Bukan armada baru sih, tapi pengembangan lanjutan dari Kereta Api Argo Parahyangan Premium dan Kereta Api Argo Parahyangan Tambahan (Goparilis yang kemudian ganti kereta jadi Stainless Steel).

Photo by Dani Gunawan (@danigunawan216)

Di awal peluncuran hingga 31 Januari 2019, Kereta Api Pangandaran memberlakukan tarif promo sebesar Rp 1.000 layaknya ongkos ke toilet khusus di segmen Bandung-Banjar. Adapun Jakarta-Banjar tetap Rp 100.000 (ekonomi premium) hingga Rp 150.000,00 (eksekutif). Banting harga itu membuat antusiasme pengguna sangat tinggi hingga tiket pun habis terjual.

Diharapkan dengan adanya alternatif kereta api langsung dari ibukota ke Priangan Timur menjadikan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, khususnya kereta api. Biar gimanapun kereta api udah sepantasnya jadi backbone transportasi nasional. Selain bisa angkut lebih banyak penumpang juga lebih ramah lingkungan.

Semoga Terus Dinas

Setelah masa promo berakhir 31 Januari 2019, boleh jadi PT.KAI akan mulai berlakukan tarif normal untuk Kereta Api Pangandaran. Diharapkan nantinya masyarakat tetap manfaatkan layanan ini dan jangan sampai Kereta Api Pangandaran bernasib sama seperti dua pendahulunya, Kereta Api Galuh dan Kereta Api Priangan Ekspres, yang harus berhenti dinas gara-gara okupasi sangat minim.

Photo by Nunu Salman Nugraha (@nunusalmann)

Kereta Api Galuh melayani rute Pasar Senen-Banjar di zaman Perumka bukannya sepi penumpang, tapi karena sering delay dan nggak sedikit penumpang naik tanpa membeli tiket (maklum waktu itu zaman Jahiliyah) otomatis membuat layanan ini jadi merugi sehingga harus ditutup. Belum lagi Kereta Api Galuh pernah jadi korban PLH Trowek di tahun 1995. Jelas makin menambah beban kerugian material.

Kereta Api Priangan Ekspres sebetulnya menjawab kebutuhan pelanggan yang membutuhkan kereta api langsung ke Priangan Timur. Namun lagi-lagi harus tutup karena kekurangan okupasi. Rute perjalanan Kereta Api Priangan Ekspres boleh jadi sebab minimnya minat karena berangkat dari Pasar Senen memutar lewat Tanah Abang dan Manggarai baru masuk Jatinegara-Bekasi-Purwakarta-Cimahi-Bandung hingga Banjar.

Kebanyakan berhenti juga bisa jadi akibat penumpang ogah naik Kereta Api Priangan Ekspres yang bahkan lebih lambat daripada Kereta Api Serayu yang kelasnya di bawah. Makanya sekarang Kereta Api Pangandaran dari Gambir langsung bablas ke Bandung tanpa berhenti di Bekasi dan Cimahi. Karena itulah diharapkan agar tetap berdinas ke depannya, meski tarifnya kembali normal.

Advertisements

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: