Posted on

Kereta Api Malabar, Pelopor Layanan Multikelas

Mulai dinas 30 April 2010, Kereta Api Malabar jadi pelopor layanan multikelas sekaligus membuka rute langsung dari Bandung ke Malang. Kini sang Pelopor tak lagi sendiri karena ditemani “mantan” Raja Selatan.

Sebelum 30 April 2010 wargi Bandung yang pengen jalan-jalan ke Malang mengalami banyak kesulitan karena nggak ada rangkaian kereta api yang langsung ke kota Apel itu. Praktis satu-satunya alternatif harus ke Surabaya lebih dulu, mengingat rangkaian kereta api rute Bandung ke Surabaya cukup lengkap dan banyak pilihan.

Mulai Kereta Api Pasundan di kelas yang paling murah, terus Kereta Api Mutiara Selatan sedikit agak elite, hingga duo kereta elite Argo Wilis dan Turangga. Kalo nggak ke Surabaya dulu, pastinya ke Jakarta karena dari ibukota tersedia kereta api Gajayana dan kereta api Matarmaja.

Bisa juga naik Kereta Api Kahuripan sampe Stasiun Kertosono udah gitu lanjut Kereta Api Dhoho ke Malang via Blitar. Masalahnya kaya gini agak ngerepotin karena harus gonta-ganti kereta. Belum lagi kalo jadwalnya nggak ketemu atau kelewat mepet, bisa-bisa ketinggalan kereta dan tiket kita jadi hangus.

Kereta Api Malabar sebagai Jawaban.

Menjawab segala permasalahan transportasi kereta api langsung dari Tanah Priangan menuju Bhumi Arema, tepat 30 April 2010 PT.Kereta Api Indonesia meluncurkan rangkaian kereta api Malabar rute Bandung-Malang PP. Nama Malabar sendiri asalnya dari Gunung Malabar yang terletak di Kabupaten Bandung sebelah selatan, nggak jauh dari Pangalengan.

Malabar juga sering diplesetin singkatan dari Malang-Bandung Raya. Nggak salah sih karena toh rutenya memang itu. Selain jadi jawaban kebutuhan transportasi kereta api langsung non-stop tanpa transit, Kereta Api Malabar jadi pelopor multikelas yang menyediakan layanan kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi dalam satu rangkaian. Kadang ditambah 1-2 gerbong barang.

Awalnya Kereta Api Malabar pake rangkaian bekas Kereta Api Parahyangan untuk kelas eksekutif, bisnis dan gerbong restorasinya. Sebagian kru-nya juga pernah dinas bersama sang legenda yang kebetulan pensiun tanggal 26 April 2010 atau 4 hari sebelum Kereta Api Malabar mulai dinas.

Adapun jarak yang ditempuh sang pelopor dari Bandung ke Malang sejauh 779 km dengan waktu tempuh sekitar 16-17 jam perjalanan. Dari Bandung ngelewatin Priangan Timur, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas (Kemrajen, Sumpiuh), Kebumen, Kutoarjo, Jogja, Klaten, Solo, Madiun dan Kertosono.

Dari Stasiun Kertosono, Kereta Api Malabar belok ke arah Kediri, Tulungagung, Blitar sampe Malang. Jauhnya perjalanan jadikan Kereta Api Malabar punya rute terjauh di Daop 2 Bandung. 2 jalur pegunungan yakni di Priangan TImur dan petak Kertosono-Malang dilewatin sama Sang Pelopor.

Nggak Lagi Sendiri

Meski awalnya pake rangkaian bekas Kereta Api Parahyangan, belakangan Kereta Api Malabar mulai bawa rangkaian yang bukan bekas dinasan sang legenda dulu, khususnya di kelas eksekutif. Kereta Api Malabar sering terlihat narik gerbong eksekutif retrofit jendela pesawat atau yang suka dipake kereta api argo.

Kalopun ada yang dulunya bekasan sang legenda, paling untuk rangkaian gerbong kelas bisnis, mengingat rata-rata gerbong kelas bisnis itu angkatan 1980-an. Untuk kelas ekonomi, Kereta Api Malabar sempat narik 2 gerbong ekonomi nutrisari warna orange kombinasi hijau muda. Sayangnya sekarang nyaris semua gerbong udah berlivery selendang pecut.

kereta-api-malabar-pelopor-layanan-multikelas-2rev

Sedikit catatan, di tanggal 3 Desember 2017 kemarin Kereta Api Malabar bawa gerbong kelas bisnis punya Dipo Jogjakarta (YK) —see the photo. Ini memang agak unik karena biasanya hampir semua gerbong Kereta Api Malabar kepunyaan Dipo Bandung (BD). Kecuali lokomotif yang kadang pake CC 206 punya Dipo Bandung (BD) atau Sidotopo (SDT).

Mulai 28 September 2016, Kereta Api Malabar bukan lagi pemain tunggal di rute Bandung-Malang karena di tanggal itu rute kereta api Mutiara Selatan yang semula Bandung-Surabaya Gubeng diperpanjang ke Malang via Sidoarjo. Sang pelopor nggak lagi sendirian dan kini ditemani sama sang mantan Raja Selatan di era 1980-an, Kereta Api Mutiara Selatan.

Sama-sama nganterin wargi Bandung yang pengen jalan-jalan ke Malang ataupun sebaliknya. Cuma beda di rutenya aja. Kereta Api Malabar lewat Kediri-Blitar sedangkan Kereta Api Mutiara Selatan lewat Surabaya Gubeng-Sidoarjo.

Kereta Api Malabar sekarang bukan lagi satu-satunya yang punya layanan multikelas. Karena masih ada Kereta Api Harina (Bandung-Surabaya Pasar Turi) dan Kereta Api Gumarang (Jakarta Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi) yang juga punya layanan kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi dalam satu rangkaian.

Advertisements

One thought on “Kereta Api Malabar, Pelopor Layanan Multikelas

  1. […] inilah Kereta Api Bandung-Jogja yang tiketnya paling mahal yakni Rp 190.000,00. Kereta Api Malabar sebenarnya bukan kereta api ekonomi, melainkan kereta api komersial yang punya layanan multikelas. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.